Tren Penggunaan Paper Cup sebagai Alternatif Ramah Lingkungan untuk Wadah Minuman

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 24 Januari 2026, 17:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran terhadap isu lingkungan mendorong banyak pelaku usaha F&B beralih ke kemasan yang lebih ramah lingkungan. Salah satu perubahan yang paling terlihat adalah meningkatnya penggunaan paper cup sebagai alternatif pengganti gelas plastik sekali pakai, baik untuk minuman panas maupun dingin.

Paper cup kini tidak lagi identik hanya dengan kopi atau teh hangat. Seiring berkembangnya tren minuman kekinian, mulai dari es kopi susu, jus, hingga minuman berbasis soda, gelas kertas semakin sering digunakan sebagai kemasan takeaway dan delivery karena tampil lebih rapi, praktis, dan dinilai lebih ramah lingkungan.

Namun, di balik tampilannya yang sekilas serupa, ternyata tidak semua paper cup memiliki fungsi yang sama. Secara umum, paper cup dibedakan berdasarkan jenis lapisan laminasi polyethylene (PE) yang digunakan, yaitu Single Polyethylene (SPE) dan Double Polyethylene (DPE). Perbedaan inilah yang menentukan ketahanan cup terhadap panas maupun embun dari minuman dingin.

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Paper Cup untuk Minuman Panas dan Dingin Ternyata Berbeda

Intip perbedaan paper cup yang jadi pilihan ramah lingkungan untuk wadah minuman (Trifinity)

“Banyak pelaku usaha mengira semua paper cup bisa dipakai untuk apa saja. Padahal, perbedaan laminasi memengaruhi daya tahan cup saat terkena panas maupun embun dari minuman dingin,” ujar Suwito, CEO Trifinity.

Minuman panas membutuhkan paper cup yang mampu menahan suhu tinggi agar kertas tidak cepat melunak atau bocor. Sementara minuman dingin cenderung menghasilkan embun di bagian luar gelas. Tanpa perlindungan yang tepat, paper cup bisa terasa lembap, tidak nyaman dipegang, dan tampak kurang rapi.

Paper cup Single Polyethylene (SPE) hanya memiliki lapisan PE di bagian dalam gelas, sedangkan bagian luarnya tetap berupa kertas tanpa laminasi. Sehingga cocok digunakan untuk minuman panas

Ciri khasnya mudah dikenali dengan bagian dalam tampak mengilap (glossy) dan bagian luar terlihat doff seperti kertas biasa. Jenis ini banyak digunakan untuk minuman panas seperti kopi dan teh karena lapisan dalamnya mampu menahan cairan dan suhu panas. Selain itu, SPE juga dikenal lebih ekonomis, sehingga sering dipilih oleh pelaku usaha dengan kebutuhan volume tinggi.

Namun, untuk minuman dingin, paper cup SPE kurang ideal karena bagian luar tidak dilapisi PE dan mudah lembap akibat embun. Berbeda dengan SPE, paper cup Double Polyethylene (DPE) memiliki lapisan PE di bagian dalam dan luar gelas. Ciri utamanya adalah permukaan dalam dan luar sama-sama glossy

Lapisan ganda ini membuat paper cup DPE lebih tahan terhadap embun dan tidak mudah lembek saat digunakan untuk minuman dingin seperti es kopi, jus, atau minuman takeaway lainnya. Selain itu, DPE juga tetap aman digunakan untuk minuman panas, sehingga dinilai lebih fleksibel untuk usaha dengan menu beragam.

“Untuk usaha minuman yang punya menu panas dan dingin sekaligus, DPE biasanya terasa lebih praktis karena lebih tahan saat cup bersentuhan dengan embun, jadi tampilan kemasan tetap rapi sampai minuman habis,” tambah Suwito.

 

3 dari 3 halaman

Mendukung Usaha Lebih Berkelanjutan

Sebagai bagian dari upaya menghadirkan kemasan yang lebih ramah lingkungan, berbagai produsen kini menghadirkan paper cup dengan material kertas food grade yang lebih tebal dan kokoh.

Salah satunya adalah Paper Cup Trifinity, yang menawarkan pilihan Paper cup SPE 8 oz dengan kertas food grade 210 gsm untuk minuman panas dan Paper cup DPE dengan kertas food grade 220–260 gsm, tersedia dari ukuran 4 oz hingga 22 oz untuk berbagai kebutuhan minuman dingin dan panas

Pemilihan paper cup yang tepat bukan hanya soal fungsionalitas, tetapi juga bagian dari komitmen usaha terhadap pengalaman pelanggan dan keberlanjutan lingkungan.