8 Makanan Ini Wajib Dihindari untuk Turun Berat Badan dan Kolesterol Sehat

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 27 Januari 2026, 12:29 WIB

ringkasan

  • Menghindari makanan tinggi lemak jenuh seperti daging olahan, mentega, minyak tropis, dan produk susu full-fat sangat penting untuk menurunkan berat badan dan memperbaiki kadar kolesterol.
  • Makanan yang dipanggang, cokelat, makanan olahan, minuman manis, serta produk mengandung lemak trans secara signifikan berkontribusi pada peningkatan kolesterol dan penambahan berat badan.
  • Mengganti makanan-makanan tersebut dengan pilihan yang lebih sehat dan alami dapat membantu mencapai berat badan ideal serta menjaga kesehatan jantung secara optimal.

Fimela.com, Jakarta - Mencapai berat badan ideal dan menjaga kadar kolesterol tetap optimal merupakan dambaan banyak orang, Sahabat Fimela. Pilihan makanan yang kita konsumsi setiap hari memegang peranan sangat krusial dalam mewujudkan tujuan kesehatan ini. Oleh karena itu, penting sekali untuk memahami jenis makanan apa saja yang sebaiknya kita batasi atau hindari.

Para ahli gizi dan kesehatan jantung secara konsisten menekankan pentingnya membatasi asupan makanan tertentu. Makanan-makanan ini dapat menghambat upaya penurunan berat badan dan juga memicu peningkatan kadar kolesterol. Mengetahui makanan mana yang paling buruk untuk kolesterol tinggi sangat penting bagi siapa pun yang ingin menurunkan kadar kolesterol mereka.

Kolesterol tinggi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung yang perlu diwaspadai. Sekitar separuh orang dewasa di Inggris memiliki kadar kolesterol total di atas batas sehat yang direkomendasikan yaitu 5mmol/L. Dengan menghindari makanan yang tidak tepat, kita dapat melangkah lebih dekat menuju gaya hidup yang lebih sehat dan terhindar dari berbagai risiko penyakit.

What's On Fimela
2 dari 9 halaman

Daging Merah dan Daging Olahan

Daging merah seperti sapi, domba, dan babi, beserta produk olahannya seperti sosis, bacon, salami, dan pâté, dikenal memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi. Konsumsi berlebihan jenis daging ini dapat berkontribusi pada peningkatan kadar kolesterol LDL atau yang sering disebut "kolesterol jahat."

Dalam setiap 100 gram porsi daging merah atau olahan, terdapat sekitar 5 hingga 10 gram lemak jenuh. Jumlah ini cukup signifikan, bahkan satu porsi saja dapat memenuhi seperempat atau lebih dari batas asupan harian yang direkomendasikan. Daging olahan juga termasuk dalam daftar makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi.

Untuk menjaga kesehatan jantung dan membantu penurunan berat badan, para ahli menyarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 70 gram daging merah dan olahan setiap hari. Pembatasan ini adalah langkah efektif untuk mengelola asupan lemak jenuh dan menjaga kadar kolesterol.

3 dari 9 halaman

Mentega, Lemak Babi (Lard), dan Ghee

Mentega, lemak babi, dan ghee adalah bahan makanan yang sangat tinggi lemak jenuh, Sahabat Fimela. Sekitar 50 persen dari kandungan produk-produk ini adalah lemak jenuh. Mentega juga termasuk dalam daftar makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi.

Satu sendok teh mentega saja mengandung sekitar 5 gram lemak jenuh. Jumlah ini merupakan proporsi yang besar dari asupan harian yang direkomendasikan, yaitu 20 gram untuk wanita dan 30 gram untuk pria. Produk susu berlemak tinggi seperti mentega dan keju juga harus dibatasi konsumsinya.

Sebagai alternatif yang lebih sehat, disarankan untuk beralih ke minyak nabati tak jenuh. Pilihan seperti minyak bunga matahari, zaitun, atau rapeseed memiliki kandungan lemak jenuh setidaknya 50 persen lebih rendah, menjadikannya pilihan yang lebih baik untuk memasak sehari-hari.

4 dari 9 halaman

Minyak Tropis (Minyak Kelapa dan Minyak Sawit)

Meskipun sering dipromosikan sebagai pilihan sehat, minyak kelapa dan minyak sawit sebenarnya memiliki kandungan lemak jenuh yang sangat tinggi. Minyak sawit mengandung sekitar 50 persen lemak jenuh, sementara minyak kelapa bahkan mencapai 85 persen. Minyak kelapa juga terdaftar sebagai salah satu minyak tropis yang tinggi lemak jenuh.

Penggunaan minyak tropis ini sebaiknya dibatasi, terutama untuk memasak sehari-hari. Minyak zaitun atau rapeseed tetap menjadi pilihan yang lebih dianjurkan karena profil lemaknya yang lebih baik bagi kesehatan jantung.

Penting bagi Sahabat Fimela untuk selalu memeriksa label makanan olahan. Minyak sawit dan kelapa seringkali tersembunyi dalam berbagai produk seperti biskuit dan kue, yang tanpa disadari dapat meningkatkan asupan lemak jenuh Anda.

5 dari 9 halaman

Produk Susu Full-Fat

Produk susu full-fat, termasuk susu murni, keju, dan krim, merupakan sumber lemak jenuh yang signifikan dalam pola makan kebanyakan orang. Jenis makanan ini menyumbang sekitar seperempat dari total asupan lemak jenuh kita. Susu murni mengandung 9,1 gram lemak jenuh per cangkir.

Konsumsi berlebihan produk susu full-fat dapat berkontribusi pada peningkatan kadar kolesterol dan menghambat upaya penurunan berat badan. Orang dengan kolesterol tinggi perlu membatasi konsumsi keju dan susu.

Memilih versi rendah lemak atau tanpa lemak dari produk susu dapat menjadi solusi cerdas. Dengan begitu, Anda tetap bisa mendapatkan nutrisi penting seperti protein dan kalsium, namun dengan asupan lemak jenuh yang jauh lebih rendah.

6 dari 9 halaman

Makanan yang Dipanggang (Baked Goods)

Makanan yang dipanggang seperti pastri, pai, biskuit, dan kue, seringkali menjadi godaan yang sulit dihindari. Namun, makanan-makanan ini umumnya mengandung banyak lemak jenuh. Makanan yang dipanggang secara komersial juga termasuk makanan olahan yang perlu dibatasi.

Lemak jenuh tersebut biasanya berasal dari tambahan mentega atau minyak sawit yang digunakan dalam proses pembuatannya. Kue dan camilan manis kemasan juga mengandung campuran lemak jenuh, gula tinggi, dan minyak terhidrogenasi.

Mengurangi konsumsi makanan yang dipanggang adalah langkah efektif untuk mendukung penurunan berat badan dan memperbaiki kolesterol. Sahabat Fimela bisa mencari alternatif camilan sehat lainnya yang lebih rendah lemak.

7 dari 9 halaman

Cokelat

Meskipun memiliki daya tarik tersendiri, semua jenis cokelat tinggi akan lemak jenuh. Kandungan lemak ini berasal dari tambahan mentega kakao dan susu dalam proses pembuatannya.

Kakao memang dikenal memiliki antioksidan yang baik untuk tubuh. Namun, manfaat antioksidan tersebut seringkali terbebani oleh tingginya kandungan lemak jenuh dalam cokelat. Meskipun demikian, cokelat hitam juga kaya akan antioksidan.

Jika Sahabat Fimela ingin menikmati cokelat, konsumsilah dalam porsi kecil dan bijak. Untuk mendapatkan antioksidan, lebih baik beralih ke sumber lain yang lebih sehat seperti kacang-kacangan dan buah beri.

8 dari 9 halaman

Makanan Olahan dan Minuman Manis

Makanan olahan, minuman manis, makanan cepat saji, makanan yang digoreng, serta makanan beku komersial dapat berkontribusi signifikan terhadap kadar kolesterol tinggi. Jenis makanan ini perlu dibatasi secara ketat untuk menjaga kesehatan.

Dr. Joshua Septimus, seorang direktur medis Houston Methodist Primary Care Group, menjelaskan bahwa makanan ini penuh dengan bahan tambahan dan buatan. Bahan-bahan tersebut memengaruhi jalur metabolisme dan secara signifikan berkontribusi pada kadar kolesterol tinggi. Makanan cepat saji juga mengandung tinggi lemak jahat, gula, dan garam.

Makanan olahan dan minuman manis umumnya miskin nutrisi tetapi kaya kalori kosong. Hal ini berkontribusi pada penambahan berat badan, peradangan, dan lonjakan gula darah, yang semuanya secara tidak langsung dapat menyebabkan kolesterol tinggi. Dr. Septimus juga menambahkan bahwa resistensi insulin dan kolesterol tinggi saling terkait, dan konsumsi makanan olahan, terutama minuman manis, akan meningkatkan kolesterol Anda. Minuman manis dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menyebabkan dislipidemia.

9 dari 9 halaman

Lemak Trans

Lemak trans adalah jenis lemak yang sangat tidak sehat dan seringkali tersembunyi dalam label makanan sebagai "minyak nabati terhidrogenasi parsial." Lemak ini umum ditemukan dalam margarin, kue, kerupuk, serta kue yang dibeli di toko. Lemak trans juga ditemukan dalam gorengan dan makanan cepat saji.

Konsumsi lemak trans diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol secara keseluruhan, sehingga sangat merugikan kesehatan jantung. Meskipun Food and Drug Administration (FDA) telah melarang penggunaan minyak nabati terhidrogenasi parsial dalam makanan olahan yang dijual setelah 1 Januari 2020, kewaspadaan tetap diperlukan.

Sahabat Fimela harus selalu teliti membaca label nutrisi untuk menghindari produk yang masih mengandung lemak trans. Memilih makanan alami dan minim olahan adalah cara terbaik untuk menghindari lemak berbahaya ini.

Dengan membatasi atau menghindari makanan-makanan yang telah disebutkan ini, Sahabat Fimela dapat secara signifikan meningkatkan peluang untuk mencapai berat badan yang sehat dan menjaga kadar kolesterol dalam batas normal. Mengikuti pola makan yang sehat untuk jantung berarti Anda akan makan dengan cara yang secara alami rendah lemak tidak sehat dan tinggi lemak sehat. Selalu disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan atau ahli gizi untuk mendapatkan panduan diet yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan Anda.