Ruang Aman bagi Perempuan Jadi Kebutuhan Penting di Era Modern untuk Bertumbuh dan Berdaya

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 04 Februari 2026, 12:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Di tengah laju kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tuntutan, perempuan Indonesia menjalani peran yang semakin kompleks. Tidak hanya sebagai individu, perempuan juga berperan sebagai profesional, ibu, pasangan, hingga penggerak komunitas. Di balik berbagai peran tersebut, ada satu kebutuhan mendasar yang kerap terabaikan: kehadiran ruang aman bagi perempuan.

Ruang aman bagi perempuan bukan sekadar tempat fisik. Ia adalah ruang emosional dan sosial yang memungkinkan perempuan menjadi dirinya sendiri tanpa rasa takut dihakimi. Sebuah ruang di mana perempuan dapat berbagi cerita, belajar, bertumbuh, serta saling menguatkan. Di era modern yang penuh tekanan, ruang aman menjadi fondasi penting bagi kesehatan mental, kepercayaan diri, dan pemberdayaan perempuan.

Kesadaran akan pentingnya ruang aman inilah yang mendorong Felancy, brand produk pakaian dalam wanita di Indonesia, untuk meluncurkan komunitas “Felancy Percaya Wanita”. Komunitas ini dirancang sebagai ruang aman bagi perempuan Indonesia untuk saling terhubung, bertumbuh, dan berdaya dengan lebih percaya diri.

Agnes Dewi, Head of Marketing Communication PT Megariamas Sentosa, menjelaskan bahwa Felancy Percaya Wanita hadir sebagai wadah yang inklusif dan inspiratif. “Komunitas Felancy Percaya Wanita hadir sebagai ruang aman di mana perempuan Indonesia dapat saling menguatkan, mengembangkan potensi diri, serta membangun kesejahteraan bersama. Kami ingin setiap perempuan merasa didukung untuk mengambil peran aktif di berbagai aspek kehidupan,” ujarnya.

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Tantangan Perempuan di Era Modern

Melihat seberapa penting ruang aman bagi perempuan di era modern (Felancy)

Di era digital seperti saat ini, tantangan perempuan tidak hanya datang dari ranah personal, tetapi juga profesional. Perempuan dituntut adaptif, melek teknologi, dan mampu memanfaatkan peluang ekonomi digital. Namun, tanpa ruang aman yang suportif, proses belajar dan bertumbuh sering kali terasa berat. Melalui Felancy Percaya Wanita, Felancy ingin menghadirkan ekosistem yang memungkinkan perempuan belajar tanpa tekanan dan berkembang tanpa rasa takut gagal.

Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah penyelenggaraan Kelas Pengembangan Diri bagi anggota komunitas. Kelas ini mengangkat berbagai tema relevan, mulai dari pembuatan konten untuk menunjang penjualan, optimalisasi konten melalui ponsel, manajemen waktu, tips cuan untuk affiliator pemula, hingga pentingnya personal branding agar dilirik brand. Kelas yang telah terlaksana pada Jumat, 30 Januari 2026 ini menghadirkan influencer Zata Ligouw sebagai pembicara.

Zata mengungkapkan apresiasinya terhadap inisiatif Felancy. “Saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari Felancy Percaya Wanita. Kelas ini membekali perempuan dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan zaman. Ketika perempuan dibekali ilmu yang tepat, mereka akan semakin percaya diri, mandiri, dan berdaya,” ungkapnya.

 

3 dari 3 halaman

Dorong Kolaborasi dan Kemandirian Ekonomi

Lebih dari sekadar komunitas belajar, Felancy Percaya Wanita juga membuka peluang kolaborasi dan kemandirian ekonomi. Anggota komunitas berkesempatan menjadi brand partner resmi Felancy, memperoleh ilmu digital marketing dan perencanaan finansial, mendapatkan reward bulanan, memenangkan grand prize, hingga memperoleh komisi menarik sebagai affiliate.

Menurut Agnes, Felancy Percaya Wanita diharapkan menjadi ruang di mana kolaborasi lahir secara alami. “Kami ingin menciptakan ekosistem yang saling mendukung, bukan saling bersaing. Dari ruang yang aman, perempuan bisa saling membuka peluang dan membangun jejaring yang kuat,” jelasnya.

Kehadiran ruang aman bagi perempuan di era modern bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan. Dari ruang yang aman, lahir perempuan-perempuan yang percaya diri, berdaya, dan sejahtera, perempuan yang siap melangkah lebih jauh, tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk masa depan bangsa.