Sukses

Lifestyle

Kebiasaan Berkendara di Mobil yang Salah dan Berisiko Fatal

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, berkendara dengan mobil sering dianggap lebih aman dan nyaman dibandingkan kendaraan roda dua. Namun tanpa disadari, ada banyak kebiasaan kecil saat mengemudi yang terlihat sepele, tetapi justru berisiko besar dan bisa berujung fatal. Gaya berkendara yang salah bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga penumpang dan pengguna jalan lainnya.

Agar perjalanan tetap aman dan nyaman, penting untuk mengenali kebiasaan berkendara di mobil yang sebaiknya segera dihindari. Yuk, simak berikut ini.

1. Tidak Menggunakan Sabuk Pengaman

Masih banyak pengemudi dan penumpang yang menganggap sabuk pengaman tidak penting, terutama saat perjalanan dekat. Padahal sabuk pengaman berfungsi melindungi tubuh dari benturan keras saat terjadi kecelakaan. Tanpa sabuk pengaman, risiko cedera serius hingga kematian bisa meningkat drastis.

2. Menggunakan Ponsel Saat Mengemudi

Membalas chat, menerima telepon, atau sekadar scroll media sosial saat menyetir adalah kebiasaan berbahaya. Konsentrasi yang terpecah membuat reaksi pengemudi melambat dan meningkatkan risiko kecelakaan. Ingat, satu detik lengah di jalan bisa berakibat fatal.

3. Mengemudi dalam Kondisi Lelah atau Mengantuk

Mengemudi saat tubuh lelah atau mengantuk sama berbahayanya dengan mengemudi dalam pengaruh alkohol. Refleks menurun, fokus berkurang, dan risiko microsleep bisa terjadi tanpa disadari. Jika merasa lelah, sebaiknya menepi dan beristirahat sejenak.

4. Tidak Menjaga Jarak Aman

Banyak pengemudi terbiasa mengikuti kendaraan di depan terlalu dekat. Kebiasaan ini sangat berisiko, terutama saat kondisi lalu lintas padat atau jalan licin. Menjaga jarak aman memberi waktu lebih untuk bereaksi jika kendaraan di depan tiba-tiba mengerem.

5. Mengemudi dengan Emosi

Menyetir saat marah, stres, atau emosi tidak stabil dapat memicu keputusan impulsif, seperti ngebut atau menyalip sembarangan. Emosi yang tidak terkontrol membuat pengemudi cenderung mengabaikan keselamatan demi meluapkan perasaan.

6. Mengabaikan Kondisi Mobil

Tidak rutin mengecek kondisi rem, ban, lampu, dan mesin juga termasuk kebiasaan berkendara yang salah. Mobil yang tidak prima bisa mengalami masalah teknis di jalan dan memicu kecelakaan serius, terutama saat melaju dengan kecepatan tinggi.

7. Menganggap Remeh Aturan Lalu Lintas

Menerobos lampu merah, melawan arus, atau melanggar batas kecepatan sering dianggap hal biasa. Padahal, aturan lalu lintas dibuat untuk melindungi semua pengguna jalan. Mengabaikannya berarti mempertaruhkan keselamatan banyak orang.

Sahabat Fimela, keselamatan berkendara bukan soal kemampuan menyetirnya, tetapi juga kebiasaan dan sikap di jalan. Dengan meninggalkan kebiasaan berkendara yang salah dan lebih disiplin saat mengemudi, perjalanan pun akan terasa lebih aman, nyaman, dan menyenangkan. Ingat, sampai tujuan dengan selamat selalu lebih penting daripada sampai lebih cepat.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading