Sukses

Lifestyle

Usia 25 Tahun, Namira Adjani Raih Rekor MURI sebagai Perempuan Termuda Six Star Finisher!

ringkasan

  • Namira Adjani, putri Alya Rohali, berhasil meraih Rekor MURI sebagai perempuan termuda peraih Six Star Finisher Medal setelah menuntaskan enam World Marathon Majors pada usia 25 tahun.
  • Ia menyelesaikan rangkaian maraton bergengsi dunia, termasuk New York City Marathon 2025, dan memulai perjalanannya dari London Marathon 2022.
  • Selain rekor MURI, Namira juga mencetak sejarah sebagai pelari maraton perempuan Indonesia termuda yang menembus waktu di bawah 4 jam dengan catatan 3 jam 59 menit 25 detik di New York.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, kabar membanggakan datang dari dunia olahraga lari di Indonesia. Namira Adjani, putri dari artis senior Alya Rohali, baru saja menorehkan prestasi gemilang. Ia berhasil meraih Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang sangat prestisius.

Pencapaian ini menjadikannya perempuan termuda yang sukses mendapatkan Six Star Finisher Medal dalam ajang World Marathon Majors (WMM). Namira menuntaskan rangkaian maraton terakhirnya di New York City Marathon 2025. Saat itu, usianya baru menginjak 25 tahun.

Prestasi ini tidak hanya mengharumkan namanya, tetapi juga menginspirasi banyak pelari muda. Dedikasi dan semangatnya patut diacungi jempol. Mari kita selami lebih dalam perjalanan luar biasa Namira Adjani ini.

Perjalanan Menuju Six Star Finisher Medal

Medali Six Star Finisher merupakan penghargaan bergengsi dari Abbott World Marathon Majors (WMM) yang diberikan kepada pelari yang berhasil menuntaskan enam maraton utama dunia. Maraton-maraton tersebut meliputi Tokyo, Boston, London, Berlin, Chicago, dan New York City Marathon. Setiap maraton memiliki daya tarik unik, mulai dari sejarah hingga rute yang ditawarkan, menjadikannya impian bagi banyak pelari di seluruh dunia.

Perjalanan Namira Adjani untuk meraih medali ini dimulai sejak London Marathon 2022. Kemudian, ia melanjutkan partisipasinya di Tokyo, Berlin, Chicago, dan Boston Marathon. Puncak dari perjalanan panjang ini adalah ketika ia berhasil menyelesaikan New York City Marathon 2025, yang sekaligus melengkapi koleksi enam medali bergengsi tersebut.

Konsistensi dan ketekunan Namira dalam berlatih dan berkompetisi di ajang maraton tingkat dunia ini menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Pencapaian ini tidak hanya sekadar menyelesaikan lari, tetapi juga menaklukkan tantangan fisik dan mental di setiap lintasan maraton bergengsi.

Rekor MURI dan Usia Muda yang Menginspirasi

Atas pencapaiannya yang monumental, Namira Adjani resmi dinobatkan sebagai pemegang Rekor MURI sebagai perempuan termuda peraih Six Star Finisher Medal dalam ajang World Marathon Majors. Penyerahan piagam rekor ini menjadi momen bersejarah, tidak hanya bagi Namira dan keluarganya, tetapi juga bagi komunitas lari di Indonesia.

Saat menyelesaikan maraton terakhirnya di New York City Marathon 2025, Namira Adjani baru berusia 25 tahun. Usia yang relatif muda ini menambah nilai historis pada rekor yang diukirnya, menjadikannya inspirasi nyata bagi generasi muda untuk mengejar impian dan menjalani gaya hidup sehat melalui olahraga lari.

Dukungan penuh dari orang-orang terdekat, termasuk ibunya, Alya Rohali, yang juga telah menyelesaikan World Marathon keenamnya pada tahun 2024, turut menjadi motivasi bagi Namira. Ia berharap perjalanannya dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk mulai berlari dan menjalani hidup sehat.

Prestasi Ganda: Sub-4 Jam di New York Marathon

Selain meraih Rekor MURI sebagai perempuan termuda peraih Six Star Finisher Medal, Namira Adjani juga mencatatkan prestasi gemilang lainnya. Ia berhasil menembus waktu di bawah 4 jam (sub-4 jam) pada New York City Marathon 2025. Catatan waktu spesifiknya adalah 3 jam 59 menit 25 detik.

Pencapaian ini menjadikannya pelari maraton perempuan Indonesia termuda yang mampu menembus batas waktu sub-4 jam di New York. Ini adalah indikator performa yang sangat baik dalam dunia maraton, menunjukkan tingkat kebugaran dan strategi lari yang matang.

Kombinasi antara ketahanan fisik, kecepatan, dan mental yang kuat memungkinkan Namira untuk tidak hanya menyelesaikan maraton-maraton kelas dunia, tetapi juga melakukannya dengan catatan waktu yang impresif. Prestasi ganda ini semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu atlet lari perempuan paling berprestasi di Indonesia.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading