Anti Rewel, 7 Trik Jitu Cara Bangunkan Sahur Anak Tanpa Drama untuk Puasa Lancar

Nabila MecadinisaDiterbitkan 04 Februari 2026, 16:43 WIB

ringkasan

  • Memastikan anak tidur cukup dan membangunkan dengan lembut adalah kunci agar anak tidak rewel saat sahur dan memiliki energi yang cukup untuk berpuasa.
  • Melibatkan anak dalam persiapan sahur dan menyajikan makanan kesukaan mereka dapat meningkatkan motivasi dan antusiasme anak untuk bangun dan makan sahur.
  • Menjelaskan pentingnya sahur, memberikan penghargaan positif, dan menciptakan suasana yang menyenangkan akan membuat pengalaman sahur lebih berkesan dan bermakna bagi anak.

Fimela.com, Jakarta - Menyambut Ramadan, sahur adalah momen penting yang tak boleh terlewatkan bagi umat Muslim, termasuk anak-anak. Namun, membangunkan anak untuk sahur seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Membutuhkan strategi khusus agar anak tidak rewel dan dapat menjalankan ibadah puasa dengan ceria.

Sahur bukan hanya tentang mengisi perut, tetapi juga melatih kedisiplinan dan spiritualitas anak sejak dini. Oleh karena itu, pendekatan yang lembut dan strategis sangat diperlukan. Tujuannya agar pengalaman sahur menjadi positif, berkesan, dan tidak menimbulkan trauma bagi si kecil.

Sahabat Fimela, artikel ini akan mengulas tuntas berbagai trik jitu dan efektif mengenai cara bangunkan sahur anak tanpa drama. Dengan tips ini, diharapkan sahur anak berjalan lancar dan penuh berkah. Mari kita simak bersama panduan lengkapnya.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Kunci Sukses Sahur: Persiapan Tidur yang Optimal

Kualitas tidur anak sangat memengaruhi suasana hati mereka saat bangun sahur. Memastikan anak mendapatkan waktu tidur yang cukup adalah fondasi utama agar mereka tidak rewel dan sulit dibangunkan. Waktu istirahat yang memadai akan membuat tubuh anak lebih segar dan siap menghadapi hari puasa.

Untuk mencapai tidur yang berkualitas, Sahabat Fimela dapat mulai menidurkan anak lebih awal dari biasanya. Sesuaikan jadwal tidur mereka beberapa hari sebelum Ramadan dimulai agar tubuh terbiasa dengan perubahan pola tidur. Dengan demikian, mereka memiliki waktu istirahat yang memadai dan tidak terlalu lelah saat sahur tiba.

Sebelum anak terlelap, coba bisikkan dengan lembut tentang rencana sahur esok hari. Komunikasi ini bisa menjadi sugesti positif yang membantu mereka lebih mudah terbangun dan merasa dihargai. Pendekatan persuasif ini dapat mengurangi kejutan dan membuat anak lebih siap mental.

3 dari 4 halaman

Strategi Membangunkan dengan Sentuhan Kasih Sayang

Ilustrasi anak, ibu, sahur, buka puasa, Islami. (Image by freepik)

Hindari membangunkan anak dengan cara yang mengagetkan atau terburu-buru, Sahabat Fimela. Mulailah dengan sentuhan lembut, usapan di kepala, atau panggilan pelan dengan penuh kasih sayang. Pendekatan ini sangat dianjurkan untuk menghindari anak rewel dan bad mood di pagi hari.

Memberikan peran kecil kepada anak dalam persiapan sahur dapat menjadi motivasi kuat bagi mereka untuk bangun. Misalnya, biarkan mereka menata meja makan, menyiapkan piring, atau mengambilkan sendok. Keterlibatan ini membuat mereka merasa penting dan bagian dari proses ibadah keluarga.

Salah satu daya tarik paling efektif untuk membuat anak semangat bangun sahur adalah dengan menyajikan hidangan favorit mereka. Tanyakan sebelumnya apa yang ingin mereka makan saat sahur. Makanan kesukaan akan membuat mereka antusias dan mengurangi kemungkinan menolak makan, bahkan dapat meningkatkan selera makan mereka.

4 dari 4 halaman

Menciptakan Pengalaman Sahur yang Berkesan dan Penuh Makna

Edukasi adalah kunci, Sahabat Fimela. Ajarkan anak tentang pentingnya sahur sebagai bagian dari ibadah puasa dan sumber energi untuk beraktivitas. Jelaskan manfaatnya secara sederhana agar mereka memahami nilai spiritual dan fisik dari sahur, serta pahala yang didapat.

Saat anak berhasil bangun dan makan sahur tanpa rewel, jangan ragu untuk memberikan pujian atau penghargaan kecil. Ini bisa berupa kata-kata semangat, apresiasi, atau janji aktivitas menyenangkan setelah puasa. Penghargaan positif akan memperkuat kebiasaan baik ini dan membuat mereka merasa bangga.

Buat momen sahur menjadi lebih hidup dan ceria. Sahabat Fimela bisa memutarkan lagu-lagu Islami yang menenangkan, bercerita, atau bahkan mengajak anak membangunkan sahur warga sekitar jika memungkinkan. Suasana yang menyenangkan akan membuat anak tidak merasa terbebani dan justru menantikannya.