Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, belakangan ini media sosial diramaikan dengan tren diet baru yang menarik perhatian banyak orang, yaitu "Oatzempic". Istilah unik ini muncul sebagai gabungan dari kata "oats" atau gandum, bahan pokok minuman ini, dan "Ozempic", obat resep populer untuk diabetes tipe 2 yang juga dikenal membantu penurunan berat badan. Tren viral ini mengklaim dapat menjadi solusi alami dan cepat untuk mencapai berat badan ideal, sehingga memicu rasa penasaran di kalangan pengguna internet.
Fenomena Oatzempic mulai mencuat di awal tahun 2024, khususnya di platform TikTok, di mana berbagai video resep dan testimoni penurunan berat badan dibagikan secara luas. Banyak pengguna memamerkan hasil yang diklaim fantastis, mendorong orang lain untuk mencoba minuman sederhana ini. Namun, apakah klaim tersebut benar adanya atau hanya sekadar euforia sesaat dari sebuah tren digital?
Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai Oatzempic, mulai dari definisi, bahan, cara pembuatan, hingga perbandingan dengan Ozempic yang asli. Kita juga akan meninjau pendapat para ahli gizi dan potensi risiko yang mungkin menyertai tren diet ini. Mari mengenal istilah Oatzempic lebih dekat dan memahami fakta di baliknya.
Apa Itu Oatzempic dan Bagaimana Cara Membuatnya?
Oatzempic adalah minuman berbasis oat buatan sendiri yang mendadak viral di media sosial, khususnya TikTok, sebagai "hack" penurunan berat badan alami. Minuman ini mendapatkan namanya dari kombinasi "oats" (gandum) sebagai bahan utamanya dan "Ozempic", obat diabetes yang dikenal juga untuk efek penurunan berat badan. Resep Oatzempic umumnya terdiri dari campuran oat, air, dan perasan jeruk nipis, meskipun beberapa variasi bisa menambahkan bahan lain seperti kayu manis atau biji chia.
Tren ini bermula di awal tahun 2024 ketika para pengguna TikTok mulai membagikan resep minuman oat yang mereka yakini dapat meniru efek penekan nafsu makan dari Ozempic. Mereka mengklaim bahwa dengan mengonsumsi minuman ini secara rutin, penurunan berat badan yang signifikan dapat dicapai dalam waktu singkat. Popularitasnya yang cepat membuat banyak orang penasaran dan ingin mencoba sendiri minuman yang disebut-sebut ajaib ini.
Untuk membuat Oatzempic, bahan-bahan yang umum digunakan meliputi ½ cangkir oat gulung, 1 cangkir air atau susu almond, dan perasan ½ buah jeruk nipis. Beberapa resep juga menyarankan penambahan kayu manis atau bahan perasa lainnya. Semua bahan ini kemudian diblender hingga halus, menciptakan konsistensi yang menyerupai smoothie atau bubur cair. Beberapa variasi bahkan menyarankan untuk merendam campuran semalaman, mirip dengan overnight oats.
Klaim Penurunan Berat Badan Oatzempic: Benarkah Seefektif Ozempic?
Para pengguna TikTok yang mempopulerkan Oatzempic seringkali membuat klaim yang cukup berani mengenai potensi penurunan berat badannya. Mereka mengklaim bahwa minuman ini dapat membantu seseorang menurunkan berat badan hingga belasan kilogram dalam waktu singkat. Klaim utama di balik tren ini adalah bahwa Oatzempic mampu menekan nafsu makan secara signifikan, sehingga mengurangi asupan kalori harian dan pada akhirnya mempercepat pembakaran lemak tubuh.
Mekanisme yang diklaim untuk efek penekan nafsu makan ini dikaitkan dengan kandungan serat tinggi dalam oat, khususnya beta-glukan, yang dapat membentuk gel di perut, memperlambat pencernaan, dan meningkatkan rasa kenyang. Selain itu, asam sitrat dari jeruk nipis juga disebut-sebut berperan dalam menekan nafsu makan. Namun, penting untuk dicatat bahwa klaim ini sebagian besar berasal dari anekdot pribadi di media sosial dan bukan dari penelitian ilmiah yang kredibel.
Perlu digarisbawahi bahwa Oatzempic tidak memiliki hubungan apa pun dengan obat resep Ozempic yang asli. Ozempic, atau semaglutide, adalah obat yang disetujui untuk penanganan diabetes tipe 2 dan bekerja dengan meniru hormon inkretin, yang memengaruhi kadar gula darah dan nafsu makan dengan memperlambat pengosongan lambung. Sementara itu, Oatzempic hanyalah minuman berbasis oat buatan rumah yang tidak mengandung bahan aktif farmasi apa pun. Para ahli dengan tegas membantah klaim bahwa minuman ini dapat meniru efek obat penurun berat badan medis.
Pendapat Ahli dan Risiko di Balik Tren Oatzempic
Meskipun popularitasnya meroket, para ahli gizi dan ilmuwan nutrisi memiliki pandangan yang skeptis terhadap Oatzempic sebagai solusi penurunan berat badan yang efektif dan aman. Mereka sepakat bahwa tidak ada bukti ilmiah yang kuat atau studi klinis khusus yang meneliti efektivitas minuman Oatzempic sebagai metode penurunan berat badan. Manfaat yang mungkin dirasakan dari konsumsi oat memang ada, seperti membantu mengelola nafsu makan, kolesterol, dan kadar gula darah, namun penurunan berat badan cenderung bertahap dan tidak drastis.
Oat sendiri adalah biji-bijian utuh yang sangat sehat dan kaya akan serat larut, terutama beta-glukan, yang memang dapat membentuk gel di perut, memperlambat pencernaan, dan meningkatkan rasa kenyang. Jeruk nipis juga menyediakan vitamin C dan antioksidan. Namun, efek kombinasi ini tidak sebanding dengan mekanisme kerja obat resep seperti Ozempic. Para ahli bahkan menyebut tren ini sebagai "pemasaran cerdas untuk sesuatu yang tidak memiliki dasar ilmiah di baliknya," dan penurunan berat badan yang terjadi kemungkinan besar disebabkan oleh defisit kalori, bukan efek "ajaib" minuman itu sendiri.
Mengandalkan Oatzempic sebagai pengganti makanan utama secara rutin dapat menimbulkan beberapa risiko kesehatan. Minuman ini cenderung rendah protein, lemak sehat, dan mikronutrien penting lainnya, yang jika dikonsumsi sebagai pengganti makanan dapat menyebabkan kekurangan nutrisi. Selain itu, penurunan berat badan yang cepat dan drastis seringkali tidak berkelanjutan dan berisiko memicu efek yo-yo dieting, di mana berat badan kembali naik setelah diet dihentikan. Peningkatan serat secara tiba-tiba juga bisa menyebabkan masalah pencernaan seperti kembung. Oleh karena itu, Sahabat Fimela sangat disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mencoba tren diet apa pun, terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu.