Fimela.com, Jakarta - Tingginya biaya hidup yang terus meningkat, membuat generasi masa kini dituntut untuk semakin strategis dan cerdas dalam mengelola keuangan. Harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, hingga tren yang terus berubah cepat menjadi sebuah tantangan. Oleh karena itu, banyak orang yang mencari cara untuk bisa hidup dengan nyaman tanpa harus mengorbankan kestabilan finansialnya. Salah satu solusi yang kian dilirik adalah dengan menerapkan konsep frugal living.
Sahabat Fimela tentu sudah tidak asing dengan istilah frugal living yang kerap dimaknai sebagai hidup hemat. Namun, tidak jarang frugal living disalah artikan sebagai gaya hidup yang pelit atau terlalu membatasi diri.
Dilansir dalam thefrugalfire.com, konsep frugal living sangat berbeda dengan gaya hidup pelit. Frugal living merupakan kesadaran dalam menentukan prioritas belanja, yaitu memutuskan barang atau layanan apa yang akan dibeli. Berfokus pada kualitas, manfaat, dan nilai barang dalam jangka panjang, bukan semata soal harga ekonomis. Secara sederhana, frugal living bukan hanya tentang mengurangi daftar belanja, melainkan berbelanja dengan bijak dan penuh pertimbangan. Lalu, mengapa frugal living menjadi semakin populer dan dianggap relevan dengan situasi saat ini?
1. Mengurangi Tingkat Stres
Selain mengurangi banyaknya pengeluaran, memiliki barang dalam jumlah yang lebih sedikit akan membuat hidup terasa lebih ringan dan teratur. Kita tidak perlu menghabiskan banyak waktu, biaya, maupun energi untuk merawat barang-barang yang sebenarnya jarang digunakan. Efeknya, pikiran akan menjadi lebih tenang dan risiko burnout pun berkurang. Bye-bye stress!
2. Kualitas Hidup Meningkat
Frugal living mengajarkan kita untuk berinvestasi pada barang yang berkualitas tinggi dan daya tahan lebih lama. Barang dengan value tinggi biasanya dapat digunakan jangka panjang, performa yang stabil. Sehingga dapat memberikan kenyamanan dan menunjang kualitas hidup yang lebih baik.
3. Mencapai Tujuan
Dengan membiasakan diri untuk membeli barang secukupnya dan sesuai kebutuhan, kita dapat menyisihkan anggaran untuk hal-hal yang lebih bermakna. Dana yang tersisa dapat dialokasikan ke berbagai tujuan lain, seperti liburan ke luar negeri, melanjutkan pendidikan, atau biaya perawatan kesehatan. Langkah ini dapat dimulai dengan menentukan pengeluaran setiap bulan dan memanfaatkan aplikasi budgeting untuk mencatat serta memantau pengeluaran.
4. Mempercepat Financial Freedom
Gaya hidup frugal membantu proses menabung menjadi lebih terarah dan konsisten. Dalam jangka panjang, frugal living memberi kita ruang untuk memulai investasi sedini mungkin. Sehingga kita tidak perlu sepenuhnya bergantung pada satu sumber penghasilan utama dan pensiun dini bukanlah sekadar wacana.
5. Ramah Lingkungan
Membeli barang sesuai kebutuhan dapat membantu mengurangi jumlah sampah atau limbah secara signifikan. Sering kali kita membeli barang hanya berdasarkan tren, bukan karena kebutuhan nyata. Melalui frugal living, Sahabat Fimela dapat berkontribusi aktif dalam menjaga lingkungan, misalnya dengan mengurangi food waste atau mix and match koleksi pakaian lama tanpa harus selalu membeli yang baru.
Jadi, frugal living bukanlah tentang membatasi diri, melainkan tentang memilih dengan penuh kesadaran. Gaya hidup ini mendukung hidup yang nyaman, tetap bergaya, dan mendukung keamanan finansial di masa mendatang. Gimana Sahabat Fimela, apakah kalian tertarik untuk mulai mencobanya?