Sukses

FimelaMom

Anakmu Sulit Terbuka? Begini Cara Membuat Anak Nyaman untuk Bercerita

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, setiap orangtua tentu ingin memiliki hubungan yang hangat dan dekat dengan anak. Namun, di tengah kesibukan, tuntutan, dan perbedaan cara pandang, komunikasi kadang terasa seperti tantangan tersendiri. Banyak orangtua yang bingung dan bertanya-tanya kenapa anaknya menjadi sulit sekali dalam bercerita dan terbuka mengenai kesehariannya. 

Nyatanya, membuat anak nyaman bercerita bukan soal banyak bertanya, melainkan bagaimana kita menghadirkan rasa aman dan dihargai dalam setiap percakapan. Dilansir dari parents.com, berikut ini panduan praktis dan penuh kehangatan yang bisa kamu coba di rumah.

1. Mulai dengan “Door Opener” yang Membuka Percakapan

Sahabat Fimela, anak-anak sebenarnya ingin didengar. Namun, cara orangtua merespons sering membuat mereka menutup diri tanpa disadari. Menggunakan door opener statements adalah cara halus namun efektif untuk menunjukkan bahwa kamu benar-benar hadir dalam percakapan.

Bayangkan ketika anak pulang sekolah dan hanya mengatakan, “Tadi biasa aja.” Maka, alih-alih langsung bertanya panjang, cukup respon pelan,“Wow, terus gimana?” atau “Oh, aku lihat… cerita lagi dong.”

Kalimat sederhana ini dapat menciptakan suasana nyaman, seolah kamu membuka pintu lebar-lebar untuk mereka masuk dan berbagi lebih banyak.

 

 

2. Gunakan Lebih Banyak “Do” daripada “Don’t”

Anak-anak sensitif terhadap nada dan pilihan kata. Ketika terlalu sering mendengar “jangan”, mereka merasa dibatasi dan takut melakukan kesalahan.Mengganti “don’t” menjadi “do” membuat suasana lebih positif dan aman bagi mereka untuk berkomunikasi.

Contohnya, daripada mengerutkan kening sambil berkata, “Jangan ribut!”, kamu bisa mencoba, “Tolong pelan ya, supaya kita bisa sama-sama tenang.” Nada yang lebih lembut dan solusi yang jelas memberi pesan bahwa kamu tetap mengarahkan, tanpa membuat anak merasa salah.

3. Ajak Anak Bicara, Bukan Diceramahi

Sahabat Fimela, siapa sih yang tidak bosan jika hanya mendengarkan ceramah panjang tanpa jeda? Anak-anak pun begitu.Seperti adegan di The Simpsons ketika suara orang dewasa terdengar seperti “bla bla bla”, anak sering kehilangan fokus jika kita terlalu mendominasi percakapan.

Daripada memberi kuliah mini, cobalah ajak anak berdialog. Tanyakan apa yang mereka rasakan, lalu benar-benar dengarkan jawabannya. Sesederhana itu dapat membuat mereka merasa dihargai.

 

4. Pastikan Permintaanmu Jelas dan Masuk Akal

Sering kali anak tidak mendengarkan bukan karena membangkang, tapi karena mereka tidak mengerti konteksnya.Maka, pastikan kamu sudah mendapatkan perhatian mereka sebelum memberi instruksi, lalu jelaskan alasannya.

“Sayang, tolong rapikan mainanmu sekarang, ya. Kita butuh ruang di meja untuk makan.” Kalimat seperti ini membuat anak paham apa yang harus dilakukan dan kenapa itu penting

 

 

 

 

5. Pastikan Permintaanmu Jelas dan Masuk Akal

Sering kali anak tidak mendengarkan bukan karena membangkang, tapi karena mereka tidak mengerti konteksnya.Maka, pastikan kamu sudah mendapatkan perhatian mereka sebelum memberi instruksi, lalu jelaskan alasannya.

“Sayang, tolong rapikan mainanmu sekarang, ya. Kita butuh ruang di meja untuk makan.” Kalimat seperti ini membuat anak paham apa yang harus dilakukan dan kenapa itu penting.

6. Hindari Label dan Kata-Kata yang Menyakiti

Saat lelah, orangtua mungkin tergoda melontarkan kata-kata yang sebenarnya tidak dimaksudkan untuk menyakiti. Namun, label seperti“Kamu tuh manja!”atau “Kamu nakal banget!”bisa tertanam kuat dalam diri anak dan membuat mereka takut jujur. Label membuat anak merasa ada yang salah dengan dirinya, bukan dengan perilakunya.

7. Pilih Kata-Kata yang Lembut dan Menguatkan

Sahabat Fimela, anak-anak tumbuh subur ketika mendengar kata-kata baik.Memberi apresiasi bukan hal besar, tapi dampaknya sangat besar bagi rasa percaya diri mereka.

Kalimat sederhana seperti,“Makasih ya sudah bantu Mama,” atau “Aku suka cara kamu cerita barusan,”membuat anak merasa dihargai dan lebih berani untuk berbagi isi hati mereka. Kelembutan yang konsisten menjadi pondasi komunikasi yang stabil.

 

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading