3 Perilaku Unik Balita yang Orangtua Wajib Waspada

Adinda Tri WardhaniDiterbitkan 18 Februari 2026, 14:12 WIB

ringkasan

  • Perilaku balita yang berbahaya, agresif, dan melanggar aturan keluarga penting harus segera dihentikan karena dapat membahayakan diri sendiri, orang lain, serta menghambat perkembangan sosial dan pemahaman batasan anak.
  • Mengatasi perilaku ini memerlukan pendekatan konsisten seperti menetapkan batasan jelas, mengajarkan alternatif, mengalihkan perhatian, dan memberikan penguatan positif.
  • Memahami akar masalah perilaku balita, seperti frustrasi atau otak yang belum matang, sangat penting untuk menerapkan strategi disiplin yang efektif dan empatik.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, mengasuh balita memang penuh tantangan dan kejutan setiap harinya. Terkadang, perilaku si kecil bisa membuat kita gemas, namun ada pula yang perlu perhatian serius. Penting bagi orang tua untuk memahami bahwa tidak semua tingkah laku balita bisa dianggap sepele.

Beberapa perilaku balita bahkan melampaui kategori "mengganggu" dan perlu segera dihentikan demi kebaikan mereka sendiri. Dr. Harvey Karp, seorang ahli perkembangan anak, mengidentifikasi tiga jenis perilaku yang harus diatasi dengan cepat. Ini adalah langkah krusial untuk memastikan keselamatan dan perkembangan positif anak.

Dilansir dari berbagai sumber, kita akan membahas secara mendalam seputar perilaku balita agar Anda dapat mengambil tindakan yang tepat. Memahami alasan di balik perilaku ini serta cara mengatasinya akan sangat membantu dalam perjalanan parenting Anda. Mari kita selami lebih jauh untuk kebaikan buah hati Anda.

What's On Fimela
Beberapa perilaku balita bahkan melampaui kategori mengganggu dan perlu segera dihentikan demi kebaikan mereka sendiri. | Unsplash - marcos paulo prado
2 dari 4 halaman

Tindakan Berbahaya: Kenali dan Cegah Sejak Dini

Perilaku pertama yang harus diwaspadai dan segera dihentikan adalah tindakan berbahaya. Ini mencakup segala aktivitas yang dapat membahayakan keselamatan balita Anda atau orang lain di sekitarnya. Contohnya seperti berlari ke jalan raya, meraih kopi panas di meja, atau bahkan bermain dengan benda tajam seperti pisau.

Balita, dengan otaknya yang masih berkembang, belum mampu membuat penilaian yang baik terhadap konsekuensi dari tindakan mereka. Mereka hidup di "masa kini" dan tidak terlalu fokus pada bahaya yang mungkin timbul. Oleh karena itu, mengharapkan balita berusia 18 bulan atau 3 tahun untuk secara otomatis menghindari bahaya seperti memakan obat atau berpegangan tangan di tempat parkir adalah hal yang tidak realistis.

Untuk mengatasi perilaku berbahaya ini, Sahabat Fimela perlu menetapkan batasan yang konsisten. Penegakan konsekuensi yang jelas dapat membantu balita memahami dan menghormati batasan yang ada. Selain itu, memberikan pilihan terbatas dan penguatan positif juga efektif dalam mendorong kerja sama. Terkadang, mengalihkan perhatian si kecil ke aktivitas lain yang lebih aman juga bisa menjadi solusi cepat untuk menghindari situasi berbahaya.

3 dari 4 halaman

Mengatasi Agresi pada Balita: Pukulan, Gigitan, dan Lainnya

Perilaku kedua yang memerlukan intervensi cepat adalah agresi. Agresi pada balita dapat bermanifestasi dalam berbagai bentuk, seperti memukul, meludah, menendang, atau bahkan menggigit. Ini adalah tindakan kejam yang tidak bisa dibiarkan begitu saja karena dapat melukai orang lain dan juga menghambat perkembangan sosial anak.

Seringkali, agresi pada balita berakar dari frustrasi, ketidakmampuan mereka untuk mengekspresikan emosi dengan kata-kata, atau kesulitan dalam memahami batasan. Balita sedang dalam tahap belajar berkomunikasi dan mengendalikan emosi mereka, sehingga mereka cenderung mengekspresikan diri secara fisik ketika merasa kewalahan atau tidak dimengerti.

Sahabat Fimela dapat mengatasi agresi ini dengan menetapkan aturan yang jelas mengenai perilaku yang dapat diterima. Ajari anak alternatif yang lebih baik, misalnya, "Kamu marah karena ingin mainan mobil, tapi kamu tidak boleh memukul. Kamu bisa bilang, 'Bolehkah aku bergantian?'". Penting juga untuk memperhatikan tanda-tanda kelelahan, lapar, atau kewalahan pada balita, dan berikan istirahat sebelum agresi muncul. Mengajarkan empati juga sangat membantu; tunjukkan bagaimana perilaku mereka membuat orang lain merasa dan tanyakan bagaimana perasaan mereka jika diperlakukan sama.

4 dari 4 halaman

Menghormati Aturan Keluarga: Batasan Penting untuk Tumbuh Kembang

Kategori perilaku ketiga yang harus segera dihentikan adalah melanggar aturan keluarga yang penting. Aturan ini adalah kesepakatan yang Anda tetapkan bersama keluarga. Beberapa aturan mungkin universal, seperti tidak mencoret-coret dinding, sementara yang lain bisa bervariasi antar rumah tangga, misalnya tidak makan di ruang tamu atau tidak menyentuh komputer.

Balita adalah penjelajah yang gigih dan penuh rasa ingin tahu. Tugas alami mereka adalah menyentuh, membanting, dan menarik segala sesuatu di sekitar mereka. Proses eksplorasi ini sering kali membuat mereka secara tidak sengaja atau sengaja mendorong batasan yang telah ditetapkan. Mereka menguji seberapa jauh mereka bisa melangkah, yang merupakan bagian normal dari perkembangan mereka.

Untuk mengelola perilaku ini, Sahabat Fimela perlu menetapkan harapan yang jelas dan konsisten. Balita tumbuh dengan rutinitas, dan batasan yang jelas memberikan rasa aman bagi mereka. Modelkan perilaku yang Anda inginkan, karena balita cenderung meniru apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar. Berikan instruksi yang sederhana dan fokus pada satu aturan pada satu waktu agar balita tidak kewalahan. Jangan lupa gunakan penguatan positif, seperti pujian dan kasih sayang, untuk mengakui perilaku baik mereka.