Fimela.com, Jakarta - Banyak orang ingin tetap berada dalam kondisi terbaik meski usia terus bertambah. Konsep longevity dan healthspan kini menjadi fokus riset global termasuk dalam dunia kecantikan. Bukan hanya sekadar menyamarkan keriput, konsep terbaru ini menargetkan sumber perubahan biologis yang menyebabkan penuaan kulit.
Penelitian menunjukkan bahwa penuaan tidak terjadi secara linear. Ada tiga fase usia yang membuat perubahan biologis meningkat lebih cepat. Bahkan perubahan kulit terbesar tidak selalu terjadi saat menopause tetapi justru saat sekitar usia 60 tahun. Pada fase ini, tanda penuaan bisa semakin terlihat dari keriput yang lebih dalam, kulit kehilangan kekencangan dan radiance, hingga tekstur yang menipis, lebih kering, dan warna kulit yang tampak menguning.
Sisley Research mengembangkan penelitian yang berfokus pada tiga sistem utama yang menjaga kualitas kulit cutaneous system yang berperan pada tekstur dan warna kulit, vascular system yang memengaruhi tampilan cerah, serta immune system yang menjaga pertahanan kulit. Jika ketiga sistem ini melemah dan kurang saling terhubung maka bisa membuat percepatan tanda penuaan menjadi lebih jelas.
Memahami Tanda Penuaan dan Tantangan Kulit di Setiap Usia dengan Konsep Longevity
Seiring bertambahnya usia, kulit tidak hanya mengalami keriput dan kehilangan kekencangan. Tantangan baru juga muncul seperti kulit yang semakin tipis, terlihat lebih kusam, menguning, dan terasa lebih kering. Kondisi ini terjadi karena sistem internal yang menjaga kesehatan kulit mulai melemah dan tidak bekerja seperti sebelumnya.
Konsep longevity dalam perawatan kulit bisa menjaga kulit tetap dalam kondisi terbaiknya selama mungkin. Karena ini, fokusnya bukan hanya pada tanda penuaan yang terlihat di permukaan tetapi juga pada fungsi kulit di dalamnya. Dengan memahami bahwa penuaan terjadi melalui fase tertentu yang bisa mengalami percepatan, perawatan kulit perlu menargetkan akar masalah tersebut.
Tiga sistem utama berperan penting dalam menjaga kualitas kulit. Cutaneous system memengaruhi tekstur dan warna, vascular system menentukan kecerahan, sementara immune system melindungi kulit dari proses senescence yang mempercepat penuaan. Ketika komunikasi antar sistem ini terganggu pada kulit maka tanda penuaan bisa semakin jelas. Karena itu, mengembalikan konektivitas antar sistem menjadi langkah yang penting dalam konsep longevity.
Inovasi Bioteknologi untuk Hasil Kulit Lebih Sehat dan Bercahaya Optimal
Sisleÿa Longevity Essential Serum dari Sisley hadir untuk menghubungkan kembali tiga sistem utama kulit sekaligus menstimulasi masing-masing sistem tersebut. Untuk membantu meningkatkan regenerasi kulit, Sisley memperkenalkan bahan aktif hasil bioteknologi berupa fraksi β-glucans. Bahan ini dapat membantu mengaktifkan kembali komunikasi antar sistem sehingga sel kulit dapat bekerja lebih optimal.
Dalam memperkuat sistem imun kulit, Sisley Research mengidentifikasi ekstrak Gingko baru yang bekerja melalui dua cara. Pertama, membantu mengaktifkan kembali proses alami eliminasi fibroblast senescent. Kedua, membatasi penyebaran pro-aging messengers yang dapat mempercepat proses senescence pada sel sehat. Konsep ini dapat membantu menghambat percepatan penuaan kulit.
Untuk memperkuat cutaneous system dikembangkan dua Phyt’actives yang memberikan aksi antioksidan, soothing, dan restrukturisasi kulit. Ekstrak red algae membantu mengurangi masalah kulit menguning melalui pengurangan glycation sementara red vine extract mendukung vascular system untuk mengurangi tampilan kulit abu-abu dan meningkatkan radiance. Dengan tekstur serum in oil yang dewy dan cepat menyerap serta kandungan dua jenis Hyaluronic Acids untuk hidrasi instan dan jangka panjang, Sisleÿa Longevity Essential Serum menjadi bagian dari rutinitas yang bisa digunakan di antara lotion dan serum lainnya.