Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, menjaga kesehatan ovarium atau indung telur adalah hal yang tidak kalah pentingnya bagi kita kaum wanita. Ovarium ini hanya sebesar biji kenari namun memiliki peran yang luar biasa pentingnya untuk sistem reproduksi wanita. Kelenjar inilah yang menghasilkan sel telur setiap bulannya selama siklus menstruasi. Selain itu, ia juga yang menghasilkan hormon estrogen dan progesteron yang tak kalah pentingnya dalam siklum kehamilan dan juga kesuburan wanita.
Namun, pada kondisi tertentu fungsi ovarium juga bisa terganggu. Salah satunya adalah terbentuk kista. Kista sendiri merupakan benjolan yang bisa tumbuh di beberapa bagian tubuh, salah satunya adalah indung telur atau ovarium.
Kista ovarium ini memang umumnya muncul di saat siklus menstruasi dan tidak akan memengaruhi fungsi reproduksi jika ukurannya tidak terlalu besar. Namun, yang menjadi masalah adalah ketika kista ini berukuran besar atau bahkan pecah karena dapat berisiko mengakibatkan gangguan serius.
Meskipun belum ada cara khusus untuk mencegahnya, risiko pembesaran kista ini dapat dicegah dengan menjaga kesehatan tubuh dan organ reproduksi secara keseluruhan.
Apa Itu Kista Ovarium?
Kista adalah kantung jaringan berupa benjolan yang di dalamnya berisi cairan, udara, nanah, dan zat semi-padat. Benjolan ini bisa tumbuh di bagian tubuh manapun dan umumnya bersifat jinak. Namun jika pertumbuhannya tak terkendali atau bahkan pecah, bisa menimbulkan masalah kesehatan yang serius.
Ada beberapa jenis kista yang umum ditemukan, salah satunya adalah kista ovarium. Disebut kista ovarium karena pertumbuhan kista ada di dalam atau permukaan indung telur, sehingga cukup sering dialami wanita. Kista ovarium ini bisa menimbulkan masalah yang cukup serius terhadap organ reproduksi jika tumbuh besar atau terlalu banyak, misalnya mengganggu siklus menstruasi atau komplikasi serius yang bahkan bisa mengancam nyawa.
Di beberapa jenis kista ovarium seperti endometriosis dan PCOS juga bisa mengganggu proses pelepasan sel telur. Akibatnya adalah penderitanya akan kesulitan hamil.
Penyebab Munculnya Kista Ovarium
Kista ovarium ini sendiri sebenarnya merupakan sebuah proses alami selama siklus menstruasi. Namun ada hal lain di luar siklus menstruasi (kista patologis) yang bisa menjadi penyebab tumbuhnya kista.
1. Ketidakseimbangan Hormon: Masalah hormonal seperti penggunaan obat kesuburan atau kondisi PCOS bisa menjadi pemicu terbentuknya kista.
2. Faktor Genetik: Riwayat keluarga yang menderita kista ovarium juga bisa menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko.
3. Kehamilan: Kista juga dapat terbentuk saat masa awal kehamilan untuk mendukung janin dan produksi hormon, kemudian kista ini juga dapat menetap hingga persalinan.
4. Infeksi Panggul Parah: Infeksi pada panggul juga dapat memicu kista jika menyebar hingga ke tuba falopi dan ovarium.
5. Riwayat Kista: Wanita yang memiliki riwayat kista juga cenderung punya peluang tinggi untuk kembali mengalami kista.
Cara Pencegahan Kista Ovarium
1. Melakukan pemeriksaan secara rutin
Selain check-up kesehatan secara keseluruhan, akan lebih baik jika melakukan pengecekan organ reproduksi secara rutin khususnya jika terdapat keluarga dengan riwayat kista. Pemeriksaan panggul atau USG bisa membantu untuk mendeteksi kista lebih awal sehingga bisa segera ditangani sebelum membesar atau semakin parah.
2. Menjaga asupan makanan
Asupan makanan dan pola hidup sehat punya pengaruh yang signifikan bagi kesehatan tubuh, termasuk juga organ reproduksi khususnya dalam menjaga keseimbangan hormon. Pastikan untuk banyak mengonsumsi sayur, buah-buahan, dan sumber protein yang cukup. Selain itu, hindari mengonsumsi makanan cepat saji, ultra-processed food, dan makanan yang mengandung lemak jenuh karena dapat meningkatkan risiko kolesterol.
3. Memantau siklus menstruasi
Memantau siklus dan gejala selama menstruasi bisa menjadi cara untuk mengenali peluang adanya kista. Siklus yang tidak teratur disertai nyeri yang hebat atau pendarahan yang parah perlu menjadi perhatian khusus dan patut untuk diwaspadai. Selain itu, jika terjadi gejala-gejala yang tidak biasa akan jauh lebih baik untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
4. Menjaga berat badan ideal
Berat badan yang berlebih atau tidak sesuai standar ideal IMT (Indeks Massa Tubuh) dapat memengaruhi keseimbangan hormon. Hal inilah yang dapat memicu atau meningkatkan risiko kista ovarium. Jadi, pastikan untuk selalu menjaga berat badan agar tetap ideal dan melakukan aktivitas fisik secara teratur.
5. Mengelola stres dengan baik
Tidak hanya berat badan yang berlebih, namun stres yang tidak terkontrol juga bisa menjadi penyebab ketidakseimbangan hormon. Maka dari itu, penting untuk mengelola stres dengan cara yang baik dan sehat, misalnya dengan melakukan meditasi dan mencari energi positif melalui pertemanan atau aktivitas yang menyenangkan.
Mencegah kista bukan hanya langkah untuk mengurangi risiko gejala yang lebih serius, namun juga turut membantu untuk menjaga kesehatan organ reproduksi. Jadi, jangan lupa untuk mulai memperhatikan kesehatan ovarium kamu ya Sahabat Fimela.