Fimela.com, Jakarta - Bulan Ramadan identik dengan satu buah kecil yang hampir selalu hadir di meja berbuka, yaitu buah kurma. Lebih dari sekadar tradisi, mengonsumsi kurma saat berbuka ternyata memiliki manfaat kesehatan yang relevan dengan kebutuhan tubuh setelah seharian berpuasa. Manisnya alami, teksturnya lembut, dan kandungan gizinya membuat kurma menjadi pilihan yang tidak hanya simbolis, tetapi juga fungsional.
Setelah sekitar 12–14 jam tanpa asupan, tubuh membutuhkan sumber energi yang cepat diserap namun tetap aman bagi sistem pencernaan. Kurma memenuhi dua kebutuhan itu sekaligus. Tak heran jika buah ini menjadi pilihan populer untuk berbuka, baik secara budaya maupun secara ilmiah.
Artikel ini akan membahasa beberapa manfaat mengonsumsi kurma di bulan Ramadan yang perlu Sahabat Fimela ketahui. Yuk, kita simak!
1. Sumber Energi Cepat yang Alami
Kurma mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa yang mudah diserap tubuh. Ketika kamu berbuka dengan kurma, kadar gula darah yang sempat menurun akan naik secara bertahap, membantu mengembalikan energi tanpa lonjakan yang ekstrem seperti pada minuman dengan pemanis buatan.
Ini penting agar tubuh tidak “kaget” setelah puasa panjang dan kamu tetap merasa stabil sebelum menyantap makanan utama.
2. Membantu Sistem Pencernaan Lebih Siap
Kurma kaya akan serat. Kandungan serat ini membantu merangsang kerja usus dan mencegah sembelit, kondisi yang cukup sering dialami selama Ramadan karena perubahan pola makan dan minum.
Mengonsumsi kurma saat berbuka membantu “membangunkan” sistem pencernaan secara perlahan, sehingga tubuh lebih siap menerima makanan berat setelahnya.
3. Menjaga Keseimbangan Elektrolit
Kurma mengandung mineral penting seperti kalium dan magnesium. Kalium berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan fungsi otot, sementara magnesium mendukung fungsi saraf dan metabolisme energi.
Setelah berpuasa dan kehilangan cairan, asupan mineral ini membantu tubuh terasa lebih segar dan tidak mudah lemas.
4. Mendukung Kesehatan Jantung
Serat dan antioksidan dalam kurma berkontribusi pada kesehatan jantung. Konsumsi dalam jumlah wajar dapat membantu menjaga kadar kolesterol dan mendukung sistem kardiovaskular tetap stabil, terutama penting ketika pola makan selama Ramadan cenderung berubah.
5. Membantu Mengontrol Nafsu Makan Berlebihan
Berbuka dengan kurma dapat membantu mengurangi keinginan makan berlebihan. Karena cepat memberi rasa kenyang dan energi, kamu cenderung lebih mindful dalam menyantap hidangan utama. Ini penting agar tubuh tidak terasa terlalu penuh atau begah setelah berbuka.
6. Kaya Antioksidan untuk Daya Tahan Tubuh
Kurma mengandung antioksidan seperti flavonoid dan karotenoid yang membantu melawan radikal bebas. Di tengah perubahan jam tidur dan aktivitas selama Ramadan, menjaga daya tahan tubuh menjadi hal yang tak kalah penting.
Berapa Banyak Kurma yang Ideal untuk Dikonsumsi?
Meski kaya manfaat, kurma tetap mengandung gula alami yang cukup tinggi. Konsumsi 1–3 butir saat berbuka sudah cukup untuk mendapatkan manfaatnya tanpa berlebihan. Padukan dengan air putih agar tubuh terhidrasi dengan baik sebelum beralih ke menu makan utama.
Mengonsumsi kurma di bulan Ramadan bukan hanya soal mengikuti tradisi yang ada, tetapi juga bentuk perhatian pada kebutuhan tubuh yang sedang beradaptasi dengan ritme baru. Di dalam buah kecil yang manis itu, terdapat energi, nutrisi, dan ajakan untuk memberi jeda perlahan sebelum kita kembali makan seperti biasa setelah mengosongkan perut seharian. Ramadan pun terasa lebih seimbang, bukan hanya secara spiritual, tetapi juga secara fisik. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Sahabat Fimela ya!