Sukses

Health

Manfaat Rutin Jumping Rope 10 Menit untuk Kesehatan Tubuh dan Pikiran

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, siapa sangka aktivitas sederhana yang dulu sering dilakukan saat kecil seperti melompat tali di halaman rumah atau di lapangan sekolah, ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kini, di tengah gaya hidup dewasa yang semakin sadar akan kebugaran, jumping rope kembali dilirik sebagai olahraga praktis yang efektif.

Apa Itu Jumping Rope?

Dilansir dari Cleveland Clinic, jumping rope atau lompat tali adalah aktivitas kardio yang dilakukan dengan mengayunkan tali melewati kepala dan melompat saat tali melintas di bawah kaki secara berulang. Kuncinya terletak pada ritme yang stabil antara gerakan tangan dan kaki.

Menariknya, jumping rope memiliki banyak variasi. Mulai dari lompatan dasar, lompatan cepat, tali berputar dua kali dalam satu lompatan, hingga lompat dengan satu kaki. Bahkan, ada pilihan tali berbobot atau speed rope untuk meningkatkan intensitas kegiatan olahraga ini. 

Manfaat Jumping Rope Untuk Kesehatan 

1. Meningkatkan Detak Jantung dan Kesehatan Jantung

Salah satu manfaat rutin jumping rope 10 menit adalah kemampuannya dalam meningkatkan detak jantung secara signifikan. Aktivitas ini termasuk latihan kardio intensitas tinggi yang melibatkan banyak otot sekaligus, mulai dari kaki, lengan, hingga inti tubuh.

Saat detak jantung meningkat, sirkulasi darah menjadi lebih optimal dan kesehatan jantung pun terjaga. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

 

 

2. Membantu Membakar Kalori secara Efisien

Sahabat Fimela, apabila kamu tidak punya waktu banyak untuk berolahraga. Kamu dapat menjadikan jumping rope sebagai solusinya. Dalam waktu sekitar 10 menit, seseorang dapat membakar kurang lebih 100 kalori, tergantung pada kecepatan dan intensitas lompatan. Jika dikombinasikan dengan pola makan seimbang dan gaya hidup aktif, jumping rope dapat mendukung proses penurunan berat badan secara sehat.

3. Melatih Koordinasi dan Keseimbangan

Jumping rope bukan sekadar melompat. Aktivitas ini menuntut koordinasi yang baik antara tangan, kaki, dan mata. Otak dilatih untuk menentukan waktu yang tepat saat melompat, sehingga refleks dan keseimbangan tubuh ikut meningkat.

Seiring bertambahnya usia, kemampuan koordinasi dan keseimbangan cenderung menurun. Dengan rutin melompat tali dapat membantu memperlambat proses tersebut dan menjaga tubuh tetap responsif.

4. Menjaga Kepadatan Tulang

Seiring waktu, kepadatan tulang dapat menurun dan meningkatkan risiko osteoporosis. Jumping rope termasuk aktivitas weight-bearing, di mana tubuh menahan beban sendiri saat mendarat. Tekanan ringan yang berulang ini membantu merangsang pembentukan tulang yang lebih kuat. Dengan kata lain, lompat tali tak hanya menyehatkan otot, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan tulang.

 

 

 

 

5. Praktis dan Mudah Dilakukan di Mana Saja

Salah satu keunggulan utama jumping rope adalah kepraktisannya. Tidak memerlukan alat besar atau ruang khusus, cukup seutas tali dan sedikit ruang kosong. Aktivitas ini bisa dilakukan di rumah, di halaman, bahkan saat bepergian. Bagi Sahabat Fimela yang ingin tetap aktif meski cuaca tidak mendukung atau tidak sempat ke gym, jumping rope menjadi pilihan olahraga yang fleksibel.

6. Memberi Dampak Positif pada Kesehatan Mental

Selain manfaat fisik, jumping rope juga berdampak positif pada kesehatan mental. Aktivitas kardio dapat meningkatkan produksi serotonin, hormon yang berperan dalam memperbaiki suasana hati. Gerakan ritmis saat melompat juga membantu meredakan stres dan kecemasan, membuat tubuh terasa lebih rileks dan pikiran lebih segar setelah berolahraga.

Seberapa Sering Sebaiknya Jumping Rope?

Jumping rope dapat dilakukan sekitar dua hingga tiga kali dalam seminggu sebagai bagian dari aktivitas aerobik. Durasi 10 menit sudah cukup untuk merasakan manfaatnya, terutama bagi pemula. Jika belum terbiasa, durasi dapat dibagi menjadi beberapa sesi singkat dengan jeda istirahat.

Penting untuk memperhatikan teknik dasar, seperti menjaga lutut sedikit menekuk, bahu tetap rileks, serta mendarat dengan lembut agar mengurangi risiko cedera. Penggunaan sepatu olahraga juga disarankan untuk melindungi kaki dan sendi.

 

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading