Alasan Mengapa Gigi Susu Harus Lepas pada Anak

Anisha Saktian PutriDiterbitkan 24 Februari 2026, 12:01 WIB

ringkasan

  • Gigi susu harus tanggal secara alami untuk memberikan ruang bagi gigi permanen yang lebih besar dan lebih banyak, sebuah proses fisiologis penting untuk perkembangan mulut.
  • Proses tanggalnya gigi susu melibatkan resorpsi akar oleh odontoklas, dipicu oleh pertumbuhan gigi permanen di bawahnya, yang umumnya dimulai sekitar usia 6 tahun.
  • Gigi susu memiliki peran krusial dalam nutrisi, perkembangan bicara, dan sebagai penahan ruang serta panduan bagi gigi permanen sebelum tanggal, sehingga kesehatannya perlu dijaga.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, momen ketika gigi susu si Kecil mulai goyang dan akhirnya tanggal adalah bagian tak terpisahkan dari tumbuh kembangnya. Proses alami ini seringkali menimbulkan rasa penasaran bagi orang tua mengenai kapan pastinya hal ini terjadi dan apa makna di baliknya. Pergantian gigi susu dengan gigi permanen merupakan tahapan penting yang menandai transisi signifikan dalam kesehatan mulut anak.

Secara umum, anak-anak mulai kehilangan gigi susu mereka sekitar usia 6 tahun, sebuah proses yang berlanjut hingga semua gigi permanen tumbuh sempurna. Transisi ini bukan sekadar pergantian, melainkan sebuah mekanisme kompleks yang disiapkan tubuh untuk mengakomodasi pertumbuhan rahang dan kebutuhan fungsional yang lebih besar. Memahami proses ini membantu orang tua memberikan dukungan terbaik bagi kesehatan gigi anak.

Penting untuk diingat bahwa setiap anak memiliki ritme perkembangan yang unik, termasuk dalam hal tanggalnya gigi susu. Namun, ada pola umum yang dapat dijadikan panduan untuk memastikan pertumbuhan gigi permanen berjalan optimal. Pengetahuan mendalam tentang kapan dan mengapa gigi susu harus tanggal akan membekali Sahabat Fimela dalam menjaga senyum sehat si Kecil.

What's On Fimela
2 dari 5 halaman

Mengapa Gigi Susu Harus Tanggal: Fondasi Gigi Permanen

Gigi susu, atau gigi primer, harus tanggal sebagai bagian dari proses fisiologis alami yang krusial untuk perkembangan mulut dan gigi permanen. Tujuan utamanya adalah untuk memberi ruang bagi erupsi gigi permanen yang lebih besar dan lebih banyak. Manusia memiliki dua generasi gigi karena rahang bayi masih kecil, hanya dapat menopang gigi dalam jumlah dan ukuran terbatas.

Proses penanggalan gigi susu, yang dikenal sebagai shedding atau exfoliation, melibatkan resorpsi progresif akar gigi dan jaringan pendukungnya. Sel-sel khusus bernama odontoklas bertanggung jawab menghilangkan jaringan keras gigi ini. Odontoklas bekerja dengan 'memakan' akar gigi susu saat gigi permanen mulai tumbuh di bawahnya, menyebabkan gigi susu goyang dan akhirnya tanggal.

Tekanan yang dihasilkan oleh gigi permanen yang tumbuh dan erupsi memainkan peran kunci dalam diferensiasi odontoklas dan menentukan pola penanggalan. Saat akar gigi susu semakin pendek, gigi menjadi longgar, dan sebagian besar akar menghilang sebelum gigi tanggal. Proses ini biasanya terjadi tanpa rasa sakit atau pendarahan.

3 dari 5 halaman

Urutan dan Waktu Gigi Susu Lepas pada Anak: Panduan Usia

Ilustrasi Gigi Berlubang/https://unsplash.com/Mufid Majnun

Anak-anak biasanya mulai kehilangan gigi susu mereka sekitar usia 6 tahun. Gigi seri tengah (central incisors) adalah gigi pertama yang tanggal, diikuti sekitar setahun kemudian oleh gigi seri lateral (lateral incisors). Pola ini seringkali mengikuti urutan tumbuhnya gigi susu itu sendiri.

Setelah gigi seri, gigi geraham pertama (first molars) tanggal berikutnya, diikuti oleh gigi taring bawah (lower canines). Gigi taring atas (upper canines) dan kedua gigi geraham kedua (second molars) atas dan bawah adalah gigi terakhir yang tanggal. Biasanya, semua gigi susu akan tanggal pada usia 12 hingga 13 tahun, digantikan oleh 28 dari 32 gigi permanen dewasa.

Penting untuk diingat bahwa rentang usia ini adalah rata-rata, dan setiap anak memiliki jadwal perkembangannya sendiri. Jangan terlalu khawatir jika gigi susu tidak tanggal sesuai rentang usia di atas, karena setiap anak memiliki langkah perkembangannya sendiri. Konsultasi dengan dokter gigi diperlukan jika ada kekhawatiran mengenai waktu tanggalnya gigi susu si Kecil.

4 dari 5 halaman

Peran Vital Gigi Susu Sebelum Lepas: Lebih dari Sekadar Pengganti

Meskipun gigi susu akan tanggal, mereka memiliki peran krusial dalam perkembangan anak. Kesehatan gigi susu memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan anak secara keseluruhan. Kerusakan gigi pada gigi susu dapat menyebabkan abses, dan infeksi dari abses bisa menyebar ke area lain di kepala dan leher.

Gigi susu sangat penting untuk mengunyah makanan dengan benar, yang mendukung nutrisi yang baik. Anak-anak dengan kerusakan gigi pada gigi susu cenderung kurang mengonsumsi makanan renyah seperti buah dan sayuran segar. Selain itu, gigi susu membantu dalam perkembangan bicara dan pengucapan kata-kata. Kehilangan gigi terlalu dini dapat mengganggu perkembangan bicara anak.

Gigi susu berfungsi sebagai penahan ruang (placeholder) untuk gigi permanen yang akan datang. Mereka mempertahankan panjang lengkung di dalam rahang dan memberikan panduan bagi jalur erupsi gigi permanen ke posisi yang benar. Gigi susu juga membantu dalam pertumbuhan rahang dan wajah, karena otot-otot rahang dan pembentukan tulang rahang bergantung pada gigi susu untuk mempertahankan jarak yang tepat bagi gigi permanen.

5 dari 5 halaman

Risiko Kehilangan Gigi Susu Prematur dan Penanganannya

Meskipun penanggalan gigi susu adalah proses alami, kehilangan gigi susu sebelum waktunya (premature loss) dapat terjadi karena trauma, penyakit mulut, atau karies gigi. Kehilangan gigi susu prematur dapat menyebabkan masalah ortodontik seperti gigi berjejal (crowding), erupsi ektopik, atau impaksi gigi permanen, yang dapat mengakibatkan maloklusi.

Dalam kasus kehilangan gigi susu prematur, dokter gigi mungkin menempatkan space maintainer (penjaga ruang) untuk mempertahankan posisi yang tepat bagi gigi dewasa yang akan muncul. Ini penting agar gigi permanen memiliki cukup ruang untuk tumbuh dengan rapi. Jika gigi susu copot terlalu dini sebelum usia 5 tahun, atau belum juga tanggal setelah usia 8 tahun, orang tua sebaiknya memeriksakan anak ke dokter gigi.

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, kehilangan gigi susu prematur tanpa trauma atau karies dapat menjadi tanda kondisi sistemik atau genetik yang serius. Kondisi gigi susu yang tidak kunjung tanggal hingga dewasa, dikenal sebagai persistensi gigi sulung, juga perlu perhatian medis karena dapat menyebabkan masalah pada pertumbuhan gigi dan kesehatan gusi.