Kenali Pola Makan Time-Restricted Eating untuk Mengatur Jam Makan Sehari-hari

Kayla BridgitteDiterbitkan 20 Agustus 2026, 17:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Selama ini banyak orang fokus pada apa yang dimakan, tetapi jarang memerhatikan kapan waktu makan dilakukan. Padahal, waktu makan ternyata juga berperan penting dalam menjaga metabolisme tubuh. Inilah yang menjadi dasar dari pola makan time-restricted eating (TRE).

Time-restricted eating adalah pola makan yang membatasi rentang waktu makan dalam satu hari, biasanya sekitar 6 hingga 10 jam. Di luar rentang tersebut, tubuh berada dalam kondisi puasa alami. Metode ini tidak selalu mengatur jenis makanan secara ketat, tetapi lebih fokus pada pengaturan waktu konsumsi makanan.

Sebagai contoh, seseorang dapat memilih jendela makan dari pukul 10 pagi hingga 6 sore. Setelah itu, tubuh tidak menerima asupan kalori hingga keesokan harinya. Dengan cara ini, tubuh memiliki waktu lebih panjang untuk beristirahat dari proses pencernaan.

Panduan Awal untuk Pemula

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pola makan ini dapat membantu mengatur metabolisme, menurunkan berat badan secara bertahap, serta meningkatkan kesehatan kardiometabolik seperti tekanan darah dan kadar gula darah. Bahkan, membatasi jam makan juga dapat membantu mengurangi konsumsi kalori secara tidak sadar karena waktu makan menjadi lebih terstruktur.

Selain itu, beberapa studi menyebutkan bahwa mengatur jam makan agar selaras dengan ritme alami tubuh atau circadian rhythm dapat memberikan dampak positif pada kualitas tidur, energi harian, hingga suasana hati.

Meski terlihat sederhana, kunci utama dari time-restricted eating adalah konsistensi. Dengan jadwal makan yang teratur setiap hari, tubuh dapat menyesuaikan sistem metabolisme sehingga energi terasa lebih stabil sepanjang hari.

Bagi Sahabat Fimela yang ingin mencoba pola makan ini, penting untuk memahami langkah-langkahnya terlebih dahulu agar penerapannya tetap aman dan nyaman dijalani.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Cara Memulai Time-Restricted Eating dengan Mudah

Ingin mencoba time-restricted eating? Mulailah dengan langkah sederhana agar tubuh bisa beradaptasi secara bertahap. [Dok/Freepik.com/tirachardz].

 

1. Tentukan jendela makan harian

Langkah pertama adalah menentukan rentang waktu makan dalam satu hari atau yang biasa disebut sebagai eating window. Banyak orang memulai dengan jendela makan selama 8–10 jam. Misalnya, kamu mulai makan pada pukul 09.00 dan berhenti pada pukul 17.00, atau mulai pukul 10.00 hingga 18.00. 

Dengan pola ini, tubuh akan menjalani periode puasa alami selama sekitar 14–16 jam. Waktu puasa ini memberi kesempatan bagi tubuh untuk melakukan proses pemulihan metabolisme serta membantu mengatur kadar energi secara lebih stabil sepanjang hari.

2. Sesuaikan dengan jadwal tidur

Agar manfaatnya lebih optimal, sebaiknya jendela makan disesuaikan dengan ritme harian tubuh. Idealnya, makan dimulai sekitar satu jam setelah bangun tidur dan berakhir beberapa jam sebelum waktu tidur. 

Cara ini membantu tubuh menyesuaikan pola makan dengan ritme biologis atau circadian rhythm. Ketika waktu makan selaras dengan siklus alami tubuh, proses metabolisme, pencernaan, hingga pengaturan hormon dapat bekerja dengan lebih efisien.

3. Kurangi camilan larut malam

Kebiasaan ngemil di malam hari sering kali menjadi tantangan terbesar ketika menjalani metode ini. Padahal, makan terlalu larut dapat membuat tubuh terus bekerja mencerna makanan saat seharusnya beristirahat. Mengurangi camilan malam juga membantu menjaga kualitas tidur dan mencegah penumpukan energi berlebih yang tidak terpakai.

4. Mulai secara bertahap

Jika sebelumnya kamu terbiasa makan sepanjang hari, cobalah mempersempit jendela makan secara perlahan. Misalnya dari 12 jam menjadi 10 jam, lalu secara bertahap menuju 8 jam. Pendekatan bertahap ini membantu tubuh beradaptasi tanpa menimbulkan rasa lapar berlebihan.

5. Tetap perhatikan kualitas makanan

Walaupun metode ini berfokus pada waktu makan, kualitas makanan tetap menjadi faktor penting. Pastikan setiap menu yang dikonsumsi mengandung nutrisi seimbang seperti protein, serat, lemak sehat, serta vitamin dan mineral. 

Dengan kombinasi waktu makan yang tepat dan pilihan makanan yang sehat, tubuh dapat memperoleh energi yang cukup sekaligus menjaga kesehatan secara keseluruhan.

3 dari 4 halaman

6. Tentukan waktu makan terakhir lebih awal

Agar time-restricted eating bisa berjalan lebih nyaman, ada beberapa strategi yang bisa membantu. [Dok/Freepik.com/benzoix].

Selain menentukan kapan memulai makan, penting juga untuk menetapkan waktu makan terakhir dalam sehari. Dalam metode time-restricted eating, disarankan agar makan malam tidak dilakukan terlalu larut. Idealnya, waktu makan terakhir selesai sekitar dua hingga tiga jam sebelum tidur. 

Kebiasaan ini memberi kesempatan bagi tubuh untuk menyelesaikan proses pencernaan sebelum beristirahat. Ketika tubuh tidak disibukkan dengan proses metabolisme makanan saat malam hari, kualitas tidur pun dapat menjadi lebih baik dan tubuh memiliki waktu lebih optimal untuk melakukan proses pemulihan alami.

7. Perhatikan sinyal lapar alami tubuh

Saat menjalani pola makan ini, penting untuk belajar kembali mengenali sinyal lapar dan kenyang dari tubuh. Terkadang seseorang makan bukan karena lapar, tetapi karena kebiasaan atau faktor emosional seperti bosan atau stres. 

Dengan membatasi waktu makan, kamu bisa lebih peka terhadap kebutuhan tubuh yang sebenarnya. Jika rasa lapar muncul di luar jendela makan, cobalah minum air putih atau melakukan aktivitas ringan untuk mengalihkan perhatian hingga waktu makan berikutnya tiba.

8. Pastikan tubuh tetap terhidrasi

Meskipun tidak sedang berada dalam waktu makan, tubuh tetap membutuhkan cairan yang cukup. Selama periode puasa, kamu tetap bisa mengonsumsi air putih, teh tanpa gula, atau minuman rendah kalori lainnya. 

Menjaga hidrasi penting untuk membantu fungsi metabolisme, menjaga energi tetap stabil, serta mencegah rasa lelah atau pusing yang kadang muncul saat tubuh menyesuaikan diri dengan pola makan baru.

9. Perhatikan respon tubuh secara bertahap

Setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda, sehingga respons terhadap time-restricted eating juga bisa bervariasi. Karena itu, penting untuk memperhatikan bagaimana tubuh bereaksi selama menjalani pola makan ini. 

Jika tubuh mulai terasa lebih bertenaga, tidur lebih nyenyak, dan pola lapar menjadi lebih teratur, kemungkinan besar tubuh sudah mulai beradaptasi. Namun jika muncul rasa tidak nyaman yang berkepanjangan, kamu bisa menyesuaikan kembali durasi jendela makan agar lebih sesuai dengan kebutuhan tubuh.

10. Jadikan kebiasaan yang konsisten

Kunci utama dari pola makan ini sebenarnya terletak pada konsistensi. Menjaga jadwal makan yang relatif sama setiap hari dapat membantu tubuh membentuk ritme biologis yang stabil.

 

4 dari 4 halaman

Menu Makanan yang Cocok untuk Time-Restricted Eating

Penting untuk memilih makanan yang bernutrisi selama jendela makan. [Dok/Freepik.com].

1. Sarapan atau makan pertama

Menu pertama sebaiknya mengandung protein dan serat agar tubuh kenyang lebih lama. Contohnya:

  • Telur rebus dengan roti gandum
  • Greek yogurt dengan buah segar
  • Oatmeal dengan kacang dan madu

Protein dan serat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sehingga energi lebih konsisten.

2. Makan siang bernutrisi seimbang

Pada waktu makan utama, pastikan menu mengandung kombinasi protein, karbohidrat kompleks, dan sayuran.

Contohnya:

  • Nasi merah dengan ayam panggang dan sayur tumis
  • Salad sayur dengan salmon atau tofu
  • Quinoa bowl dengan sayuran panggang

Menu seperti ini memberikan nutrisi lengkap tanpa membuat tubuh terasa terlalu berat.

3. Camilan sehat

Jika masih berada dalam jendela makan, camilan ringan tetap diperbolehkan. Pilih camilan bernutrisi seperti:

  • Buah segar
  • Almond atau kacang mete
  • Smoothie buah tanpa gula tambahan

4. Makan malam ringan

Karena waktu makan biasanya berakhir di sore atau awal malam, pilih menu yang lebih ringan seperti sup sayur, salad protein, atau ikan panggang.

Mengombinasikan jadwal makan yang teratur dengan menu bernutrisi dapat membantu tubuh menjaga metabolisme, mengatur energi, dan mendukung kesehatan secara keseluruhan. Dengan konsistensi, pola makan ini bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari.