Penanganan Diabetes Melitus Kini Sudah Terintegrasi untuk Masyarakat Indonesia Lebih Sehat

Siti Nur ArishaDiterbitkan 23 Juni 2026, 13:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Di tengah meningkatnya angka kasus diabetes melitus di Indonesia, upaya penanganan yang menyeluruh menjadi semakin penting. Penyakit yang dulunya identik dengan usia lanjut ini kini mulai banyak ditemukan pada usia produktif, bahkan anak-anak. Perubahan gaya hidup, mulai dari pola makan hingga minimnya aktivitas fisik, menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan angka penderita dalam beberapa tahun terakhir.

Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah penyandang diabetes di Indonesia telah mencapai puluhan juta orang, menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kasus tertinggi di dunia. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum terdiagnosis sejak dini, sehingga meningkatkan risiko komplikasi serius seperti penyakit jantung, gagal ginjal, hingga gangguan penglihatan. Kondisi ini tentu menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan nasional.

Melihat urgensi tersebut, Kalbe hadir dengan komitmen kuat untuk mendukung penanganan diabetes secara lebih terintegrasi. Tidak hanya fokus pada pengobatan, Kalbe juga menekankan pentingnya edukasi, pencegahan, serta kolaborasi lintas sektor guna menciptakan solusi yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat.

2 dari 3 halaman

Kolaborasi Jadi Kunci Penanganan Diabetes di Indonesia

Penanganan diabetes tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, industri, hingga masyarakat untuk menciptakan perubahan yang signifikan. Kalbe menegaskan pentingnya kolaborasi ini sebagai fondasi utama dalam menghadapi peningkatan kasus diabetes di Tanah Air. (foto/dok: fimela.com/sitinurarisha)

Penanganan diabetes tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, industri, hingga masyarakat untuk menciptakan perubahan yang signifikan. Kalbe menegaskan pentingnya kolaborasi ini sebagai fondasi utama dalam menghadapi peningkatan kasus diabetes di Tanah Air.

“Penanganan diabetes tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, industri, dan masyarakat,” ujar Mulialie,  Direktur PT Kalbe Farma Tbk.

Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong pendekatan promotif dan preventif dalam pengendalian penyakit tidak menular. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan program penanganan diabetes dapat menjangkau lebih banyak masyarakat secara efektif.

Pendekatan Terintegrasi dari Pencegahan hingga Terapi

Salah satu strategi utama yang diusung Kalbe adalah pendekatan menyeluruh melalui ekosistem kesehatan yang terintegrasi. Program ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pencegahan, deteksi dini, terapi, hingga edukasi berkelanjutan.

“Kalbe Diabetes Total Solution menghadirkan pendekatan terintegrasi mulai dari pencegahan, deteksi dini, terapi, nutrisi, hingga edukasi dalam satu ekosistem,” jelas Mulialie.

Pendekatan ini diyakini mampu memberikan dampak yang lebih luas karena tidak hanya berfokus pada penanganan penyakit, tetapi juga membantu masyarakat memahami cara mengelola kesehatan secara mandiri.

Pentingnya Edukasi dan Deteksi Dini

Salah satu tantangan terbesar dalam pengendalian diabetes adalah rendahnya tingkat kesadaran masyarakat. Banyak kasus yang baru terdeteksi setelah muncul komplikasi, padahal deteksi dini bisa membantu mencegah kondisi yang lebih serius.

Perwakilan Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa edukasi menjadi kunci utama dalam upaya ini. “Deteksi dini merupakan langkah penting dalam pengendalian diabetes. Dengan diagnosis lebih cepat, intervensi dapat dilakukan lebih optimal dan risiko komplikasi bisa ditekan,” jelas dr. Siti Nadia Tarmizi.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih proaktif melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko.

3 dari 3 halaman

Gaya Hidup Sehat Jadi Fondasi Pengelolaan Diabetes

Diabetes bukan hanya soal kadar gula darah, tetapi juga berkaitan erat dengan pola hidup sehari-hari. Oleh karena itu, perubahan gaya hidup menjadi bagian penting dalam pengelolaan jangka panjang. (foto/dok: fimela.com/sitinurarisha)

Diabetes bukan hanya soal kadar gula darah, tetapi juga berkaitan erat dengan pola hidup sehari-hari. Oleh karena itu, perubahan gaya hidup menjadi bagian penting dalam pengelolaan jangka panjang.

Ketua Umum PERKENI, Prof. Dr. dr. Em Yunir, menekankan bahwa pasien perlu memahami pentingnya menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta disiplin dalam menjalani terapi.

“Diabetes merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang. Edukasi dan kepatuhan terhadap pengobatan menjadi faktor penting agar pasien tetap bisa hidup produktif,” ujarnya.

Inovasi Kesehatan Terus Dikembangkan

Ke depan, inovasi di bidang kesehatan, khususnya dalam penanganan diabetes, diprediksi akan berkembang semakin pesat. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap solusi kesehatan yang lebih efektif dan mudah diakses.

Kalbe pun terus berkomitmen untuk menghadirkan inovasi yang relevan, tidak hanya dalam bentuk obat-obatan seperti insulin, tetapi juga produk nutrisi khusus serta pendekatan terapi yang lebih komprehensif.

“Kalbe akan terus berinovasi melalui kolaborasi dengan peneliti dalam negeri maupun mitra internasional untuk menghadirkan solusi kesehatan yang lebih maju dan terjangkau,” ungkap Mulialie.

Tidak hanya dari sekadar pengembangan produk, upaya ini juga bertujuan untuk memperluas akses layanan kesehatan agar dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Sehat

Melalui dukungan berbagai pihak dan inovasi yang terus berkembang, penanganan diabetes di Indonesia diharapkan dapat menjadi lebih efektif dan merata. Kolaborasi yang kuat, edukasi yang berkelanjutan, serta kesadaran masyarakat menjadi fondasi utama dalam menekan angka prevalensi penyakit ini.

Sahabat Fimela, Kalbe sebagai bagian dari industri kesehatan nasional terus mengambil peran aktif dalam upaya ini, dengan harapan dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Penulis: Siti Nur Arisha