Fimela.com, Jakarta - Sepatu HYROX bukan sekadar sepatu lari atau sepatu gym biasa—ia harus mampu menghadapi kombinasi unik antara lari 8 km dan latihan kekuatan intens seperti sled push, lunges, dan burpee. Itulah kenapa memilih sepatu yang tepat bisa sangat memengaruhi performa, bahkan selisih waktu di race.
Panduan Lengkap Memilih Sepatu HYROX yang TepatApa itu sepatu HYROX?
HYROX adalah kompetisi fitness global yang menggabungkan lari dan functional workout dalam satu race. Sekitar 60–70% waktu dihabiskan untuk lari, tapi bagian paling “menguras” justru ada di station seperti sled push/pull.
Karena itu, sepatu HYROX harus menjadi hybrid shoe:
1. Cukup nyaman untuk lari.
2. Cukup stabil untuk angkat & dorong beban
Kriteria utama sepatu HYROX
1. Grip (daya cengkeram) adalah nomor satu
2. Grip menentukan performa di sled push/pull.
Outsole harus “nempel” di lantai/turf Sepatu dengan grip buruk bisa bikin kehilangan waktu hingga beberapa menit
Sepatu yang stabil
2. Stabilitas vs cushioning (harus seimbang)Terlalu empuk → tenaga hilang saat dorong sled
Terlalu keras → kaki cepat capek saat lari
Idealnya:
Midsole firm tapi tetap ada cushioning.
Stack height sekitar 30–39 mm (tidak terlalu tinggi)
Support lateral (samping kaki)
Gerakan seperti lunges & burpee butuh kontrol samping→ pilih sepatu dengan midfoot lockdown yang kuat
4. Berat sepat
Terlalu berat akan membuat kaki mudah lelah, sedangkan jika sepatu terlalu ringan akan membuat efek kurang stabil saat dikenakan.
Sepatu HYROX ideal = ringan tapi tetap solid
5. Durability (ketahanan)
Sepatu akan:
gesek lantai, kena tekanan saat dipakai lompat & dorong
Jadi upper dan outsole harus kuat
esalahan umum saat memilih sepatu HYROX adalah memakai sepatu lari biasa terlalu empuk kurang stabil saat strength.
Pakai sepatu angkat beban terlalu kaku, tidak nyaman untuk lari.
Tergiur sepatu carbon plate bagus untuk marathon tapi kurang stabil untuk HYROX.