Antonio Blanco Jr. Jadi Kuli Genteng, Transformasi Peran yang Penuh Cerita di Ganteng-Ganteng Genteng

Annisa Kharisma DewiDiterbitkan 25 April 2026, 12:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, Antonio Blanco Jr. kembali mencuri perhatian lewat transformasi perannya yang tak biasa dalam original series Ganteng-Ganteng Genteng. Dipertemukan dengan Zsa Zsa Utari, series yang tayang mulai 24 April 2026 di Vidio ini menghadirkan cerita lokal yang segar, ringan, namun tetap mengena di hati.

Dalam series ini, Antonio Blanco Jr memerankan Joni Wirata, seorang pewaris perusahaan yang terbiasa hidup penuh privilege. Namun, sebuah skandal membuat hidupnya berbalik arah. Joni terpaksa pergi ke desa Ciwani untuk mengurus pabrik genteng tua milik keluarganya.

Perubahan ini bukan sekadar latar cerita. Joni benar-benar harus berhadapan dengan realita baru: pabrik yang nyaris runtuh, lingkungan yang keras, hingga para pekerja dengan karakter kuat. Dari sinilah, perjalanan Joni dimulai, belajar dari nol tentang kehidupan yang sebelumnya jauh dari dunianya.

Totalitas Antonio: Turun Langsung Jadi “Kuli Genteng”

Demi mendalami peran, Antonio tidak setengah-setengah. Ia menjalani workshop langsung di lokasi syuting di Jatiwangi dan merasakan sendiri bagaimana menjadi pekerja pabrik genteng.

Workshop di Jatiwangi itu salah satu pengalaman paling berkesan buat gue. Kita literally turun langsung jadi ‘kuli genteng’. Mulai dari ngumpulin tanah liat, ngebentuk, motong, sampai pressing dan bakar genteng. Di situ baru kerasa banget ternyata prosesnya nggak gampang.”

Pengalaman ini membuatnya lebih memahami karakter Joni secara mendalam. Interaksi langsung dengan para pekerja dan warga setempat juga membantu Antonio menghadirkan transformasi karakter yang terasa lebih hidup dan autentik di layar.

 

 

2 dari 3 halaman

Bertemu Ayas, Sosok yang Mengubah Cara Pandang

Antonio Blanco Jr beradu peran untuk pertama kalinya bersama dengan Sza Sza Utari di series ini. [Dok/Vidio]

Di tengah kekacauan hidup Joni, hadir Ayas yang diperankan oleh Zsa Zsa Utari. Sosok perempuan desa yang tangguh, mandiri, dan hangat ini perlahan membawa warna baru dalam perjalanan Joni.

Zsa Zsa menggambarkan karakternya dengan sederhana namun kuat, “Ayas itu perempuan yang kalau ada masalah ya jalan dulu, gas dulu, nanti dipikirin sambil jalan.”

Ia juga menambahkan bahwa Ayas adalah sosok yang selalu mengupayakan yang terbaik untuk keluarganya. Chemistry antara Zsa Zsa dan Antonio pun terbangun secara natural sejak awal, membuat hubungan karakter mereka terasa mengalir di layar.

Kontes Otot, Ide Absurd yang Jadi Harapan Baru

Di tengah kebuntuan, muncul ide tak terduga, yaitu kontes otot para pekerja pabrik. Hal yang awalnya terasa absurd ini justru menjadi titik balik yang membuka harapan baru bagi pabrik dan masyarakat sekitar. Konsep ini berangkat dari ide orisinal Ratih Kumala yang terinspirasi dari fenomena nyata di Jatiwangi, Majalengka. Di tangan sutradara Jay Sukmo, cerita ini berkembang menjadi perpaduan komedi, drama, dan realita sosial yang terasa dekat dengan kehidupan.

 

 

3 dari 3 halaman

Totalitas Cast dan Kehangatan di Balik Layar

Para aktor harus menjalani pola makan tinggi protein untuk menunjang peren sebagai kuli genteng. [Dok/Vidio]

Tak hanya Antonio, para pemeran lain juga menunjukkan totalitas mereka. Selama syuting, para aktor menjalani pola makan tinggi protein untuk menunjang peran sebagai kuli genteng. Antonio bahkan mengungkapkan bahwa ia sering mengonsumsi ayam bakar, tempe, dan tahu, kebiasaan yang diusulkan oleh Dian Sidik demi membentuk fisik yang sesuai karakter.

Series ini juga dibintangi oleh Joe Project P, Apos Hutagaol, Rafly Altama, hingga Jasmine Nadya. Menariknya, proses syuting di Majalengka disambut hangat oleh warga setempat. Banyak yang datang menonton langsung, bahkan berbagi makanan untuk para pemain dan kru, menciptakan suasana kekeluargaan yang terasa nyata.

Sahabat Fimela, lewat Ganteng-Ganteng Genteng, Antonio Blanco Jr. tidak hanya menunjukkan sisi akting yang lebih matang, tetapi juga keberaniannya keluar dari zona nyaman. Dari kehidupan mewah ke realita menjadi “kuli genteng”, transformasi ini menghadirkan cerita yang bukan hanya menghibur, tetapi juga penuh makna.