Tahukah Kamu Tubuh Punya Alarm untuk Memberi Sinyal Akan Jodohmu?

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 28 April 2026, 13:50 WIB

ringkasan

  • Tubuh dan intuisi kita sering memberikan sinyal jelas ketika seseorang tidak cocok untuk kita, namun kita cenderung mengabaikannya.
  • Interaksi yang tidak harmonis dan perasaan 'tidak enak' adalah indikator kuat bahwa hubungan tersebut mungkin tidak lagi melayani kita.
  • Mendengarkan dan menghormati sinyal tubuh adalah kunci untuk menjaga kesejahteraan diri dan membangun hubungan yang sehat.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, dalam perjalanan hidup, kita seringkali dihadapkan pada berbagai hubungan, baik pertemanan, profesional, maupun romantis. Meskipun kita berusaha membangun koneksi yang bermakna, terkadang kita tumbuh melampaui hubungan-hubungan tertentu. Melepaskan orang-orang ini bisa jadi sulit, terlepas dari rasa sakit yang mungkin kita rasakan saat berada di dekat mereka.

Tubuh kita seringkali memberikan sinyal halus yang menunjukkan bahwa seseorang mungkin tidak ditakdirkan untuk kita. Perasaan aneh atau "tidak enak" yang muncul saat berada di dekat orang tertentu bukanlah sekadar paranoia, melainkan sebuah pola yang terungkap.

Pelatih kehidupan Karen Kleinwort menekankan pentingnya mempercayai diri intuitif kita. Dalam momen keraguan, kita dapat memanfaatkan kebijaksanaan gabungan dari pengalaman masa lalu dan pengetahuan batin. Sinyal-sinyal ini seringkali menjadi petunjuk utama kapan saatnya mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang tertentu dalam hidup kita.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Mempercayai Bisikan Intuisi Tubuh

ilustrasi perempuan/Photo by Trần Long/Pexels

Intuisi adalah sahabat terbaik kita dan tidak pernah berbohong. Banyak orang bisa terhindar dari penderitaan jika mereka mendengarkan apa yang dikatakan intuisi mereka. Tubuh kita memiliki kemampuan luar biasa untuk mendeteksi kebenaran, bahkan ketika pikiran kita berusaha mengabaikannya.

Perasaan "tidak enak" yang aneh di sekitar orang tertentu lebih dari sekadar paranoia. Itu mengungkapkan sebuah pola yang tubuh kita kenali sebagai ketidakselarasan. Mengabaikan tanda-tanda ini dan tidak mempercayai intuisi adalah tindakan terburuk yang bisa dilakukan.

Sinyal-sinyal ini bisa berupa perasaan tidak nyaman, kegelisahan, atau bahkan perubahan fisik yang tidak dapat dijelaskan. Tubuh kita bertindak sebagai "detektor kebohongan" internal yang tidak bisa menipu. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk belajar mendengarkan dan memahami bisikan halus dari tubuh.

3 dari 4 halaman

Mengenali Sinyal Ketidakselarasan dalam Interaksi

Influencer Tim Rozgonyi, melalui TikTok, membagikan pandangannya tentang kapan saatnya menjauh dari seseorang. Ketika kita ditakdirkan untuk menjauh dari seseorang, interaksi yang kita miliki dengan mereka tidak akan lagi terasa memuaskan.

Jika kita terus berinteraksi dengan orang yang tidak ditakdirkan untuk kita, atau mempertahankan orang-orang yang seharusnya sudah pergi, interaksi tersebut tidak akan terasa harmonis. Mereka akan terasa tidak selaras. Rozgonyi percaya bahwa banyak orang "terikat pada ketidakselarasan" ini, terus bertanya-tanya mengapa seseorang tidak merespons, mengapa rasanya tidak benar, atau mengapa mereka merasa sedikit tidak enak setelah berinteraksi dengan orang tersebut.

Ia menggambarkan hubungan yang tidak selaras semacam itu sebagai "permainan kucing dan tikus." Hal ini menyoroti betapa mudahnya kita terjerat dalam drama orang lain. Perasaan bahwa ada sesuatu yang tidak beres adalah tanda bahwa seseorang tidak ditakdirkan untuk Anda, dan inilah saatnya untuk melepaskan hubungan tersebut.

Rozgonyi menyarankan untuk "tetap sederhana" dalam menghadapi situasi ini. Jika interaksi dengan orang lain membuat Anda merasa tidak enak atau tidak selaras, penting untuk menghormati dan memahami perasaan tersebut, tanpa mencoba mencari tahu alasannya. Cukup terima informasinya.

4 dari 4 halaman

Mengapa Kita Kerap Mengabaikan Peringatan Tubuh?

Terkadang, terasa berlawanan dengan intuisi bahwa kita kembali ke hubungan yang tidak melayani kita. Hal ini menciptakan gejolak emosional yang mudah membuat kita terjebak. Meskipun hati mungkin berkata "Aku mencintainya," ada sesuatu yang lain di dalam diri yang berbisik "Tapi aku tidak bahagia!"

Tubuh kita seringkali memberikan sinyal ketika seseorang di sekitar kita tidak baik untuk kesejahteraan kita. Apalagi selama fase pendekatan (PDKT), tubuh biasanya lebih sensitif terhadap interaksi sosial karena perasaan dan harapan yang terlibat.

Beberapa tanda fisik yang mungkin muncul saat seseorang tidak cocok atau membawa dampak negatif meliputi:

  • Nyeri fisik tanpa sebab yang jelas: Stres emosional bisa memicu nyeri fisik, seperti sakit kepala atau nyeri otot, yang tidak dapat dijelaskan oleh kondisi medis.
  • Kecemasan dan ketegangan: Hubungan tidak sehat berpotensi menyebabkan kecemasan atau ketegangan yang dirasakan secara fisik, terlihat sebagai ketegangan otot atau peningkatan detak jantung.
  • Gangguan tidur: Kesulitan tidur menjadi indikasi bahwa Anda tidak nyaman dengan lingkungan sekitar. Stres dan kecemasan yang disebabkan hubungan buruk dapat menyebabkan gangguan tidur, seperti insomnia.
  • Perubahan perilaku dan suasana hati: Ketika seseorang membawa dampak negatif, Anda mungkin akan mengalami perubahan dalam perilaku dan suasana hati, termasuk cara berinteraksi dengan orang lain dan perasaan umum yang tidak nyaman atau tidak stabil.

Mendengarkan tubuh dan intuisi kita adalah kunci untuk membangun hubungan yang sehat dan memuaskan. Ini juga penting untuk mengetahui kapan saatnya melangkah pergi dari hubungan yang tidak lagi melayani kita. Fokuslah pada energi yang terasa baik. Jika ada ketidakselarasan, pergilah.