Dari Kain Jadi Mainan Edukatif, Ini Cara Bikin Quiet Book Sendiri di Rumah untuk Latih Motorik Anak

Siti Nur ArishaDiterbitkan 18 Agustus 2026, 08:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Di tengah maraknya penggunaan gadget pada anak, banyak orangtua mulai mencari alternatif aktivitas yang lebih edukatif sekaligus menyenangkan. Salah satu yang kini semakin populer adalah quiet book atau busy book—buku kain interaktif yang dirancang khusus untuk merangsang perkembangan anak melalui permainan sederhana.

Quiet book bukan sekadar mainan biasa lho, Sahabat Fimela. Setiap halamannya berisi aktivitas berbeda yang bisa melatih berbagai kemampuan anak, mulai dari motorik halus hingga kemampuan berpikir logis. Menariknya, buku ini juga sangat praktis dibawa ke mana saja, sehingga cocok menjadi “penyelamat” saat anak harus tetap tenang, seperti saat perjalanan atau menunggu di tempat umum.

Dilansir dari Serious Eats, meski dikenal sebagai media kuliner, konsep pembelajaran berbasis aktivitas sederhana—seperti mengolah bahan atau bermain dengan tekstur—juga terbukti efektif dalam merangsang koordinasi dan fokus. Prinsip serupa inilah yang diadopsi dalam quiet book, di mana anak belajar melalui sentuhan, gerakan, dan eksplorasi langsung.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Apa Itu Quiet Book dan Manfaatnya untuk Anak?

Quiet book adalah buku berbahan kain (biasanya felt) yang berisi berbagai aktivitas interaktif. Setiap halaman dirancang untuk melatih keterampilan tertentu, seperti membuka kancing, menarik resleting, mencocokkan bentuk, hingga bermain puzzle sederhana. (foto/dok: freepik)

Quiet book adalah buku berbahan kain (biasanya felt) yang berisi berbagai aktivitas interaktif. Setiap halaman dirancang untuk melatih keterampilan tertentu, seperti membuka kancing, menarik resleting, mencocokkan bentuk, hingga bermain puzzle sederhana.

Manfaatnya pun cukup luas. Selain melatih motorik halus, quiet book juga membantu meningkatkan konsentrasi, imajinasi, serta kemampuan problem solving anak. Aktivitas sederhana seperti memasang velcro atau memindahkan benda kecil ternyata sangat efektif dalam melatih koordinasi tangan dan mata.

Tak hanya itu, quiet book juga bisa menjadi media belajar mengenal warna, bentuk, angka, bahkan cerita sederhana. Dengan kata lain, satu buku bisa menghadirkan banyak pengalaman belajar sekaligus.

Cara Membuat Quiet Book DIY yang Simpel di Rumah

Sahabat Fimela, membuat quiet book sendiri di rumah sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Kamu hanya perlu menyiapkan bahan seperti kain felt warna-warni, benang, gunting, velcro, kancing, dan resleting kecil.

Langkah pertama adalah menentukan tema, misalnya kendaraan, hewan, atau aktivitas sehari-hari. Setelah itu, buat sketsa sederhana untuk setiap halaman agar lebih terarah. Kamu bisa mulai dari desain yang paling mudah, seperti mencocokkan bentuk atau warna.

Selanjutnya, potong kain sesuai pola dan jahit atau tempel menggunakan lem kain. Tambahkan elemen interaktif seperti kancing atau velcro agar anak bisa bermain sambil belajar. Tidak perlu terlalu sempurna—yang terpenting adalah fungsi dan keamanan untuk anak.

Ide Halaman Quiet Book yang Bisa Dicoba

Agar tidak bingung memulai, ada beberapa ide halaman quiet book yang bisa kamu buat. Misalnya, halaman puzzle sederhana dengan potongan bentuk yang bisa dilepas-pasang, atau halaman “memancing” dengan magnet kecil yang melatih koordinasi tangan.

Sahabat Fimela juga bisa membuat halaman celengan mini untuk mengajarkan konsep menabung, atau roda kendaraan yang bisa dilepas untuk melatih kemampuan membuka dan memasang kancing. Bahkan, permainan mencocokkan warna atau angka pun bisa jadi aktivitas yang seru sekaligus edukatif.

Semakin variatif aktivitasnya, semakin banyak stimulasi yang didapat anak.

 

3 dari 3 halaman

Kenapa Quiet Book Lebih Baik dari Gadget?

Meskipun gadget bisa memberikan hiburan instan, penggunaan berlebihan justru berisiko menghambat perkembangan anak, terutama dalam hal motorik dan interaksi sosial. Berbeda dengan quiet book yang mengajak anak aktif bergerak, berpikir, dan berkreasi. (foto/dok: freepik/atlascompany)

Meskipun gadget bisa memberikan hiburan instan, penggunaan berlebihan justru berisiko menghambat perkembangan anak, terutama dalam hal motorik dan interaksi sosial. Berbeda dengan quiet book yang mengajak anak aktif bergerak, berpikir, dan berkreasi.

Melalui quiet book, anak tidak hanya menjadi “penonton”, tetapi juga pelaku utama dalam setiap aktivitas. Mereka belajar mencoba, gagal, lalu mencoba lagi—proses penting dalam perkembangan kognitif dan emosional.

Aktivitas Sederhana, Dampak Besar

Quiet book DIY bukan hanya tentang membuat mainan, tetapi juga menciptakan momen berkualitas antara orangtua dan anak. Proses membuatnya bisa menjadi aktivitas bonding yang menyenangkan, sementara hasilnya bisa digunakan dalam jangka panjang.

Di era digital seperti sekarang, menghadirkan alternatif permainan yang edukatif dan minim distraksi menjadi hal yang semakin penting. Quiet book adalah salah satu cara sederhana namun efektif untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Penulis: Siti Nur Arisha