4 Kebiasaan 'Innocent' yang Diam-Diam Bisa Merusak Pernikahan Terkuatmu

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 16 Mei 2026, 13:55 WIB

ringkasan

  • Kebiasaan mengkritik diri sendiri sebagai alasan untuk menghindari tanggung jawab dapat merusak keseimbangan dalam pernikahan.
  • Menolak untuk memperbaiki kekurangan diri yang sering dikritik, sambil terus meminta bantuan, bisa membuat pasangan lelah dan merenggangkan hubungan.
  • Bergantung pada pasangan untuk validasi diri menciptakan ketidakseimbangan dan dapat mengikis kemandirian emosional dalam hubungan.

Fimela.com, Jakarta - Hai, kamu! Pernikahan itu ibarat taman yang indah, ya. Butuh perhatian, pupuk, dan kadang harus rela mencabuti gulma biar tetap subur dan berbunga. Kita semua pasti ingin hubungan yang langgeng dan harmonis, kan? Tapi kadang, ada hal-hal kecil yang terlihat sepele, bahkan 'innocent' banget, tapi diam-diam bisa jadi gulma yang mengikis fondasi pernikahan kita.

Menurut psikologi, kebiasaan-kebiasaan ini seringkali berakar pada cara kita memandang diri sendiri dan bagaimana kita berinteraksi dengan pasangan. Pamela Aloia, seorang ahli di YourTango, mengidentifikasi empat kebiasaan 'tak bersalah' yang justru bisa menghancurkan pernikahan terkuat sekalipun. Penasaran apa saja? Yuk, kita bedah satu per satu biar kita nggak salah langkah!

2 dari 5 halaman

Jangan Jadikan Kekurangan Diri sebagai Alasan Terus-Menerus

Pernah nggak sih, kamu merasa nggak jago di satu bidang, terus pakai alasan itu buat menghindar dari tugas atau tanggung jawab tertentu? Misalnya, 'Aku kan nggak bisa masak, jadi kamu aja ya yang selalu di dapur.' Nah, kebiasaan ini, meskipun terlihat sepele, bisa jadi bumerang, lho. Menggunakan kritik diri sebagai tongkat penopang atau alasan untuk menghindari sesuatu secara terus-menerus itu nggak baik buat hubunganmu.

Hubungan yang sehat itu butuh timbal balik, alias give and take. Kadang, kita memang harus melakukan hal yang nggak kita sukai atau nggak terlalu mahir. Kalau kamu terus-menerus pakai cara ini buat menghindar atau bahkan bikin pasangan merasa bersalah, lama-lama bisa menimbulkan efek samping yang merugikan.

3 dari 5 halaman

Berani Berbenah Diri, Jangan Cuma Mengeluh Saja

Kebiasaan kedua yang perlu kita waspadai adalah menolak untuk memperbaiki aspek diri yang sering kita kritik. Kita semua punya kekurangan, itu wajar. Tapi kalau kita terus-menerus mengkritik diri sendiri tanpa ada upaya untuk berubah, ini bisa jadi masalah besar.

Penting banget untuk jujur tentang tingkat kenyamanan dan ketidaknyamananmu. Keterbukaan ini bisa jadi kesempatan buat kalian bekerja sama dan memperdalam hubungan. Meminta bantuan itu boleh banget, tapi jangan sampai jadi kebiasaan rutin ketika menyangkut aspek diri yang kamu anggap kurang berkualitas dan sering kamu kritik. Kalau ini terus terjadi, pasanganmu bisa cepat lelah dan bahkan mungkin mempertimbangkan untuk menjauh, lho.

4 dari 5 halaman

Mandiri Emosional: Jangan Terlalu Bergantung pada Pasangan untuk Validasi Diri

Ini dia nih, kebiasaan yang seringkali nggak disadari tapi dampaknya besar. Ketika seseorang terlalu bergantung pada pasangannya untuk validasi diri dan merasa baik tentang dirinya, ini bisa menciptakan ketidakseimbangan dalam hubungan.

Kalau kamu terus-menerus merasa sedih karena aspek-aspek diri yang kamu kritik atau selalu mengandalkan pasangan untuk membuatmu merasa lebih baik, praktik ini bisa mengarah pada perpisahan. Pasanganmu memang harus mendukung saat kamu terpuruk, tapi mereka juga nggak bisa jadi cheerleader 24/7. Sebagian besar waktu, tanggung jawab untuk bangkit dari keterpurukan itu ada di tanganmu sendiri. Ini penting banget untuk menjaga hubungan tetap put together dan seimbang.

5 dari 5 halaman

Hati-Hati, Jangan Proyeksikan Ketidakamananmu pada Pasangan

Kritik diri yang berlebihan bisa bikin kita memandang hubungan dan pengalaman hidup melalui lensa negatif yang sama. Kalau kamu selalu melihat diri sendiri dari sisi negatif, kamu cenderung akan memandang hubungan dan semua pengalaman hidup melalui lensa yang sama.

Pada akhirnya, kamu akan lelah merendahkan diri sendiri dan mulai mengkritik pasangan serta situasi eksternal lainnya. Kritik berlebihan terhadap pasangan bisa mendorong mereka menjauh, bahkan jika niatmu baik. Ada cara objektif untuk menyampaikan kritik, dan penting untuk berkomunikasi dengan pasangan untuk menentukan waktu dan cara terbaik untuk melakukannya, serta seberapa terbuka kalian berdua untuk membahas kritik tersebut.

Melihat empat kebiasaan 'innocent' ini, ternyata dampaknya bisa sangat besar ya buat pernikahan. Jadi, yuk, mulai sekarang kita lebih peka dan sadar diri. Dengan mengenali dan mengatasi kebiasaan-kebiasaan ini, kita bisa membangun hubungan yang lebih kuat, lebih sehat, dan pastinya lebih langgeng. Ingat, pernikahan yang glowing itu dimulai dari diri kita sendiri!