Fimela.com, Jakarta - Aktivitas bermain menjadi salah satu cara anak mengenal lingkungan sekitar sejak usia dini. Karena itu, banyak orang tua mulai mencari kegiatan sederhana yang tidak hanya menghibur, tetapi juga bisa membantu anak belajar melalui pengalaman langsung sehari-hari.
Sahabat Fimela, salah satu aktivitas yang cukup sering dicoba di rumah adalah permainan sensorik. Permainan ini biasanya melibatkan sentuhan, gerakan, tekstur, hingga aroma tertentu yang dapat membantu anak mengeksplorasi berbagai pengalaman baru saat bermain.
Dilansir dari KidLinkTherapy.com, aktivitas sensorik bisa membantu anak melatih kemampuan motorik, koordinasi tubuh, dan fokus melalui kegiatan bermain sederhana yang menyenangkan untuk mereka.
Selain mudah dilakukan, permainan sensorik juga tidak selalu membutuhkan alat khusus atau mainan mahal. Banyak bahan dapur seperti beras, tepung, air, atau kacang-kacangan dapat digunakan sebagai media bermain yang tetap aman dan menarik untuk anak.
Dilansir dari Healthline.com, permainan sensorik bisa membantu anak memahami lingkungan melalui pengalaman langsung yang melibatkan berbagai indra sekaligus dalam proses bermain mereka sehari-hari.
Mengapa Anak Perlu Eksplorasi Tekstur dan Gerakan Saat Bermain
Anak usia dini biasanya belajar lebih cepat melalui pengalaman langsung dibanding hanya melihat atau mendengar penjelasan. Karena itu, aktivitas yang melibatkan sentuhan dan gerakan dapat membantu anak lebih mudah mengenal berbagai hal baru di sekitar mereka.
Eksplorasi tekstur bisa membantu anak memahami perbedaan permukaan benda yang mereka sentuh. Sensasi seperti lembut, licin, kasar, atau berbutir membuat anak mulai mengenali berbagai pengalaman sensorik secara alami melalui permainan.
Selain membantu mengenal tekstur, aktivitas sensorik juga bisa melatih kemampuan motorik halus anak. Gerakan seperti menggenggam, menuang, memindahkan, atau meremas dapat membantu koordinasi tangan dan jari berkembang secara perlahan.
Sahabat Fimela, permainan sensorik juga cukup membantu anak untuk belajar fokus terhadap aktivitas tertentu. Anak biasanya lebih tertarik ketika mereka dapat menyentuh dan mencoba sesuatu secara langsung dibanding hanya melihat dari layar gadget dalam waktu lama.
Eksplorasi gerakan saat bermain juga bisa membantu anak menyalurkan rasa penasaran mereka dengan cara yang lebih aktif. Aktivitas sederhana seperti bermain air atau memindahkan benda kecil dapat membantu anak belajar sambil bergerak dengan suasana yang tetap menyenangkan.
Ide Permainan Sensorik Sederhana dari Bahan Dapur
Banyak aktivitas sensorik dapat dibuat dari bahan sederhana yang sudah tersedia di rumah. Berikut adalah bahan yang bisa digunakan tanpa perlu persiapan berlebihan untuk permainan sensorik anak:
-
Bermain Beras Berwarna
Beras dapat diberi warna menggunakan pewarna makanan untuk membuat permainan sensorik lebih menarik. Anak biasanya senang memegang, memindahkan, atau menyendok butiran beras menggunakan wadah kecil dan sendok mainan.
-
Membuat Adonan dari Tepung
Campuran tepung dan air dapat digunakan sebagai media bermain dengan tekstur lembut yang mudah dibentuk. Aktivitas ini bisa membantu anak melatih gerakan tangan sekaligus mengenal perubahan tekstur saat adonan disentuh atau diremas.
-
Permainan Air dengan Gelas dan Sendok
Aktivitas menuang air menggunakan gelas kecil bisa membantu anak melatih koordinasi tangan dan fokus saat bermain. Permainan sederhana ini juga cukup membantu anak tetap aktif tanpa harus menggunakan gadget terlalu lama.
-
Bermain Kacang-Kacangan
Kacang hijau atau kacang merah dapat digunakan untuk aktivitas memindahkan benda menggunakan tangan atau wadah kecil. Tekstur butiran kecil dapat membantu anak mengeksplorasi sensasi sentuhan yang berbeda dibanding permainan biasa.
-
Mengenal Aroma dari Bahan Dapur
Orang tua juga dapat mengajak anak mencium aroma bahan dapur seperti jeruk, kayu manis, daun pandan, atau kopi. Aktivitas ini dapat membantu anak mengenal pengalaman sensorik melalui indra penciuman sambil bermain santai di rumah.