Bantu Remaja Bersosial Media Lebih Aman, Meta Indonesia Hadirkan Pengaturan Konten 13+

Annisa Kharisma DewiDiterbitkan 23 Mei 2026, 15:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Di era digital saat ini, penggunaan media sosial semakin meluas, terutama di kalangan remaja. Kondisi ini pun memunculkan berbagai kekhawatiran bagi orangtua terkait keamanan anak saat bersosial media, mulai dari paparan konten yang tidak sesuai usia, interaksi dengan orang asing, hingga screen time yang sulit dikontrol. 

Melihat kondisi tersebut, Meta Indonesia menghadirkan pembaruan fitur Akun Remaja Instagram melalui pengaturan konten bawaan 13+ yang diperkenalkan dalam acara Cerdas Digital 2026: Anak Remaja Aman, Orangtua Tenang bersama Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dan ECPAT Indonesia.

Melalui inisiatif ini, Meta ingin membantu menciptakan pengalaman online yang lebih aman dan sesuai usia bagi remaja Indonesia, sekaligus mendorong kolaborasi antara platform, pemerintah, komunitas, dan orangtua.

Meta Hadirkan Pengaturan Konten 13+ untuk Remaja

Dalam acara tersebut, Berni Moestafa selaku Kepala Kebijakan Publik Meta di Indonesia menjelaskan bahwa pembaruan Akun Remaja Instagram dibuat berdasarkan masukan dari orang tua dan terinspirasi dari klasifikasi usia film 13+.

“Kami ingin membantu orang tua merasa lebih tenang saat remaja menggunakan media sosial melalui pengalaman online yang lebih aman dan sesuai usia,” ujarnya.

Lewat pembaruan ini, akun remaja akan otomatis mendapatkan pengaturan keamanan bawaan, termasuk akun otomatis dalam mode private, remaja tidak bisa menerima pesan dari orang asing yang tidak mereka follow, pembatasan konten sensitif dan tidak sesuai usia, pembatasan akun yang sering mengunggah konten dewasa, kontrol screen time bawaan, pembatasan komentar dan interaksi tertentu. 

Meta juga memperluas pembatasan terhadap pencarian kata kunci sensitif, termasuk kata yang disamarkan atau salah eja. Selain itu, tersedia pula opsi Limited Content bagi orang tua yang ingin pengaturan lebih ketat. Dalam mode ini, remaja bahkan tidak bisa melihat atau menerima komentar tertentu serta tidak dapat di-mention oleh akun lain.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Orang Tua Dianggap Punya Peran Penting dalam Literasi Digital Anak

Ersa Mayori membagikan pengalamannya sebagai seorang ibu yang mendampingi anaknya tumbuh di era digital. [Dok/Meta]

Dalam sesi talkshow bertema Pola Asuh Cerdas di Era Digital, Ersa Mayori turut membagikan pengalamannya sebagai seorang ibu sekaligus publik figur dalam mendampingi anak tumbuh di era digital. Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya soal membatasi penggunaan gadget, tetapi bagaimana orangtua terus belajar memahami dunia digital anak.

Ia mengaku pernah menghadapi situasi ketika anaknya memiliki lebih dari satu akun media sosial tanpa sepengetahuannya. Dari situ, ia merasa orangtua memang perlu terus mengikuti perkembangan teknologi agar bisa mendampingi anak dengan lebih baik. Ersa juga membiasakan komunikasi terbuka dengan anak-anaknya, termasuk berdiskusi soal konten media sosial hingga mengajarkan pentingnya menjaga perilaku di ruang digital.

 

 

3 dari 3 halaman

Komdigi Dorong Regulasi dan Literasi Digital Berjalan Bersama

Alexander Sabar, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementrian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. [Dok/Meta]

Sementara itu, Alexander Sabar menegaskan bahwa perlindungan anak di ruang digital tidak bisa hanya mengandalkan regulasi. Menurutnya, literasi digital orang tua juga perlu terus diperkuat agar keluarga memahami risiko dunia digital sekaligus mengetahui fitur-fitur keamanan yang tersedia.

Komdigi sendiri saat ini terus mengembangkan program literasi digital melalui berbagai inisiatif yang menyasar kelompok rentan seperti orang tua, anak, dan lansia. Selain itu, pemerintah juga mendorong platform digital untuk memperkuat sistem verifikasi usia atau age assurance agar akun remaja benar-benar digunakan sesuai usia asli penggunanya.

Meta Akan Gelar Workshop Literasi Digital di Berbagai Kota

Melanjutkan program Cerdas Digital 2026, Meta bersama ECPAT Indonesia juga akan mengadakan Smart Digital Parenting Workshop di beberapa kota seperti Yogyakarta, Denpasar, Batam, dan Kupang.

Workshop ini bertujuan membantu orang tua memahami cara mendampingi anak menggunakan media sosial secara lebih aman dan sehat, sekaligus membangun komunitas literasi digital di berbagai daerah.

Melalui berbagai pembaruan fitur dan program edukasi tersebut, Meta berharap orang tua bisa merasa lebih tenang ketika anak mulai aktif bersosialisasi di dunia digital, tanpa harus sepenuhnya melarang mereka menggunakan media sosial.