Fimela.com, Jakarta - Bank Raya membukukan laba bersih sebesar Rp6,79 miliar pada Kuartal I 2026. Capaian ini didukung oleh penguatan bisnis digital yang terus menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Sahabat Fimela, pertumbuhan tersebut juga tercermin dari peningkatan Net Interest Margin (NIM) yang naik dari 4,87 persen pada Kuartal I 2025 menjadi 5,78 persen pada periode yang sama tahun ini. Peningkatan tersebut didorong oleh optimalisasi aset produktif dan pengelolaan biaya dana yang lebih efisien.
Di tengah perkembangan industri keuangan digital, Bank Raya terus memperkuat transformasi bisnisnya. Perseroan menilai layanan digital masih memiliki peluang pertumbuhan yang menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang praktis dan mudah diakses.
Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, mengatakan bahwa pertumbuhan tersebut mencerminkan fokus perusahaan terhadap strategi bisnis digital yang berkualitas. “Kami optimis bisnis digital terus memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan,” ujarnya.
Selain mendorong ekspansi bisnis, perusahaan juga berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan penguatan fundamental agar dapat menciptakan stabilitas yang lebih kuat dalam jangka panjang.
Tren Penggunaan Kredit Digital yang Terus Meningkat
Salah satu indikator pertumbuhan bisnis digital Bank Raya terlihat dari peningkatan porsi kredit digital. Pada Kuartal I 2026, porsi kredit digital mencapai 45,6 persen, meningkat dibandingkan 32,1 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penyaluran kredit digital tercatat sebesar Rp8,14 triliun atau tumbuh 29 persen secara tahunan. Angka tersebut menunjukkan semakin besarnya peran layanan digital dalam mendukung aktivitas pembiayaan yang dilakukan perseroan.
Pertumbuhan juga terlihat dari outstanding kredit digital yang mencapai Rp3,14 triliun atau meningkat 33,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi bagian dari transformasi yang dilakukan Bank Raya dalam memperkuat bisnis digital secara berkelanjutan.
Sahabat Fimela, produk unggulan Pinang Dana Talangan masih menjadi salah satu kontributor utama dalam pertumbuhan tersebut. Selama tiga bulan pertama tahun 2026, produk ini mencatat penyaluran sebesar Rp7,25 triliun.
Tidak hanya dari sisi penyaluran, outstanding Pinang Dana Talangan juga mencapai Rp1,15 triliun atau tumbuh 63 persen secara tahunan. Produk ini telah dimanfaatkan oleh sekitar 52 ribu Agen BRILink dan Agen Gadai di berbagai daerah.
Inovasi Layanan Bank Raya untuk Nasabah
Selain memperkuat bisnis kredit digital, Bank Raya juga terus mengembangkan inovasi pada Aplikasi Raya. Hingga akhir Maret 2026, aplikasi tersebut telah memiliki lebih dari 100 fitur yang digunakan oleh lebih dari satu juta nasabah.
Sahabat Fimela, salah satu fitur yang dikembangkan adalah Saku Bisnis yang dirancang untuk membantu pelaku usaha mengelola keuangan bisnis mereka secara lebih praktis melalui platform digital.
Bank Raya juga menghadirkan fitur Uang Saku yang memungkinkan anak-anak mulai mengenal pengelolaan keuangan digital dengan pendampingan dan pengawasan dari orang tua.
Untuk komunitas, tersedia fitur Saku Bareng yang mendukung aktivitas menabung secara kolektif dengan sistem yang lebih transparan. Fitur ini menjadi salah satu solusi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan kelompok atau komunitas.
Selain itu, Bank Raya turut menghadirkan Kartu Digital Debit Visa yang dapat digunakan untuk transaksi domestik maupun internasional. Dalam waktu dekat, perseroan juga berencana menghadirkan fitur baru yang memungkinkan nasabah mengelola keuangan sambil menyalurkan hobi mereka.