Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, saat pertumbuhan si kecil, sering kali kita menemukan berbagai perubahan pada kondisi anak. Tak jarang anak-anak menjadi cukup rentan terkena gejala alergi, salah satunya adalah anak yang mengalami alergi protein susu sapi. Ternyata, alergi protein susu sapi (APSS) merupakan kondisi yang cukup sering dialami anak dan perlu dikenal sejak dini. Kondisi alergi susu sapi ini menjadi perhatian penting bagi orangtua, terutama untuk menjaga perkembangan dan pertumbuhan anak usia dini.
Di sisi lain, biasanya gejala anak yang mengalami alergi menyerupai kondisi umum lainnya. Biasanya gejala anak yang mengalami alergi susu sapi berupa ruam kulit, gangguan pencernaan, bahkan perilaku si kecil yang berubah setelah mengonsumsi susu. Selain itu, alergi protein susu sapi dapat menimbulkan gejala yang berbeda-beda pada setiap anak, mulai dari keluhan ringan hingga kondisi yang lebih serius. Tingkat keparahannya dipengaruhi oleh jenis gejala yang muncul serta respons tubuh masing-masing anak terhadap protein susu sapi.
Alergi susu sapi bisa mempengaruhi kenyamanan si kecil, termasuk mengganggu pola makan, asupan nutrisi hingga kualitas tidurnya akibat rasa tidak nyaman yang dirasakan. Apabila tidak dikenali dan ditangani sejak dini, alergi protein susu sapi juga berpotensi mempengaruhi tumbuh kembang anak secara keseluruhan. Oleh sebab itu, Sahabat Fimela perlu untuk selalu memantau keadaan si kecil. Dengan penanganan dan dukungan nutrisi yang tepat, tumbuh kembang anak bisa tetap terjaga meskipun memiliki alergi susu sapi.
Bagaimana Cara Mengatasi Alergi Susu Sapi pada Si Kecil?
Tentunya, setiap anak yang alergi susu sapi mempunyai kondisi berbeda. Oleh sebab itu, Sahabat Fimela perlu menangani anak yang alergi susu sapi dengan cara tertentu, salah satunya adalah memberikan asupan ASI. Selaras dengan penjelasan Dokter Spesialis Anak Subspesialis Alergi Imunologi Konsultan, dr. Molly Dumakuri Oktarina Sp.A, Subsp.A.I (K), bahwa ASI merupakan nutrisi terbaik bagi anak, termasuk untuk si kecil yang memiliki alergi susu sapi. Namun, perlu diperhatikan bagi ibu agar menghindari konsumsi susu sapi dan produk turunannya.
Menurut dr. Molly, pemilihan formula untuk anak dengan alergi protein susu sapi harus disesuaikan dengan kondisi medis dan rekomendasi dokter anak. Umumnya, formula terhidrolisa ekstensif (EHF) digunakan untuk alergi ringan hingga sedang, sedangkan amino acid formula (AAF) diberikan pada kasus yang lebih berat atau jika EHF tidak efektif. Formula soya dapat menjadi alternatif dalam kondisi tertentu, sedangkan susu terhidrolisat parsial (PHF) tidak dianjurkan untuk terapi alergi protein susu sapi.
Bagi banyak orang tua, menghadapi alergi protein susu sapi pada anak bukanlah hal yang mudah. Mulai dari mengenali tanda-tandanya, mencari informasi yang akurat hingga memastikan kebutuhan nutrisi dan tumbuh kembang si kecil tetap terpenuhi bisa menjadi tantangan tersendiri. Tak sedikit pula yang merasa kebingungan saat anak menunjukkan reaksi tertentu setelah mengonsumsi susu. astinya, kebutuhan setiap anak berbeda, mulai dari diagnosis hingga pemilihan nutrisi. Oleh karena itu, Sahabat Fimela sebaiknya berkonsultasi dengan dokter agar si kecil mendapatkan penanganan yang tepat sehingga kebutuhan nutrisi dan tumbuh kembangnya tetap terjaga secara optimal.
Program SADAR Alergi Menawarkan Berbagai Edukasi untuk Orangtua
Sebagai ibu, Sandra Devita, momfluencer dan ibu dengan ASS, merasa cemas ketika anak menunjukan reaksi tertentu setelah mengonsumsi susu sapi. Saat gejala alergi tak kunjung membaik, Sandra sering kali merasa khawatir apakah kebutuhan nutrisi anak tetap dapat terpenuhi untuk mendukung tumbuh kembang secara optimal. Dari pengalaman itu, momfluencer tersebut menyadari bahwa menjadi orang tua tidak cukup hanya mengenali adanya alergi pada anak. Langkah yang tak kalah penting adalah segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak agar si kecil mendapatkan diagnosis yang sesuai.
Untuk menjawab kekhawatiran para orangtua, Sarihusada menghadirkan berbagai materi edukasi melalui program Skrining Awal dan Asupan Rekomendasi Alergi (SADAR Alergi). Melalui inisiatif, edukasi berbasis sains ini dirancang agar lebih mudah dipahami oleh para orangtua. Selain itu, program SADAR Alergi bertujuan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya mengenali gejala sejak dini, berkonsultasi dengan tenaga medis, dan memilih dukungan nutrisi yang tepat bagi anak dengan alergi protein susu sapi. Dengan penanganan yang sesuai, anak tetap memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai kebutuhannya.
Medical and Scientific Affairs Director Sarihusada, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, mengatakan “melalui inisiatif SADAR Alergi, kami menghadirkan edukasi berbasis sains melalui berbagai kanal digital dan komunitas untuk membantu orang tua mendapatkan informasi yang tepat. Kami juga berupaya mendukung kebutuhan nutrisi anak dengan alergi susu sapi melalui berbagai pilihan nutrisi, mulai dari formula ekstensif terhidrolisis, formula asam amino, hingga formula berbasis soya yang telah disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan anak di Indonesia yang dapat ditemukan berdasarkan rekomendasi dokter. Selain itu, kami berinisiatif mengembangkan alat bantu digital bersama para ahli untuk membantu tenaga kesehatan mendeteksi lebih awal gejala alergi susu sapi dengan lebih tepat.”