Fimela.com, Jakarta - Aktivitas belanja bagi perempuan modern kini telah mengalami banyak perubahan. Jika dulu berbelanja identik dengan membeli barang yang dibutuhkan, kini pengalaman tersebut berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih personal. Belanja tidak lagi sekadar transaksi, tetapi juga menjadi sarana untuk menemukan inspirasi, membangun koneksi, hingga mengekspresikan identitas diri.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perempuan cenderung memandang pengalaman berbelanja secara lebih emosional dan sosial dibandingkan laki-laki. Studi tentang perilaku konsumen perempuan menemukan bahwa aktivitas belanja sering kali menghadirkan nilai hedonik atau pengalaman yang memberikan kesenangan, inspirasi, dan kepuasan emosional, di samping fungsi praktisnya sebagai kegiatan membeli produk.
Fenomena ini semakin terlihat di era saat ini. Di tengah dominasi belanja online yang menawarkan kecepatan dan kemudahan, banyak perempuan justru tetap mencari pengalaman berbelanja secara langsung. Bukan semata untuk melihat produk, tetapi juga untuk menikmati suasana, bertemu orang-orang dengan minat yang sama, hingga mendapatkan pengalaman yang tidak bisa diperoleh melalui layar ponsel. Penelitian mengenai preferensi belanja perempuan milenial juga menunjukkan bahwa faktor lingkungan, interaksi sosial, dan pengalaman di lokasi menjadi salah satu alasan mengapa aktivitas belanja offline masih relevan hingga kini.
Ruang Perempuan Saling Terhubung
Tren ini sejalan dengan perubahan wajah industri retail global. Para pelaku industri kini semakin menyadari bahwa konsumen modern tidak hanya mencari produk, tetapi juga pengalaman yang bermakna. Ruang belanja berkembang menjadi tempat berkumpul, belajar, dan membangun komunitas. Retail yang mampu menghadirkan pengalaman personal dan relevan secara emosional dinilai lebih mampu menarik perhatian konsumen masa kini.
Semangat tersebut menjadi salah satu alasan mengapa berbagai event bazar tematik semakin diminati, khususnya oleh perempuan muda yang tidak hanya ingin berbelanja, tetapi juga mencari ruang untuk berkembang. Salah satunya hadir melalui HER ERA Vol. 3: The Philosophy, sebuah bazar fesyen perempuan yang kembali digelar oleh Byte Project bersama konten kreator dan entrepreneur Eva Alicia. Setelah sukses dengan dua penyelenggaraan sebelumnya, HER ERA kembali hadir pada 12–14 Juni 2026 di The Brickhall, Fatmawati City Center, Jakarta Selatan.
Mengusung tema "The Philosophy", HER ERA tidak hanya menghadirkan pengalaman berbelanja dari puluhan brand lokal, tetapi juga menawarkan ruang bagi perempuan untuk saling terhubung dan bertumbuh bersama.
Lebih dari 80 tenant akan meramaikan acara ini dengan beragam kategori produk mulai dari fashion, tas, sepatu, aksesori, perhiasan, produk kecantikan, hingga berbagai kebutuhan gaya hidup perempuan. Berbagai nama brand lokal seperti So She Did, Kukai, Kez Active, Announce, Her Palais, Maven, Sava Shoes, hingga berbagai label independen lainnya turut ambil bagian dalam acara ini.
Lebih dari Sekadar Belanja
Namun yang membuat HER ERA berbeda dari bazar pada umumnya adalah kehadiran berbagai sesi talkshow yang membahas topik-topik yang dekat dengan kehidupan perempuan masa kini. Selama tiga hari, pengunjung dapat mengikuti diskusi bersama para influencer dan narasumber inspiratif yang membahas berbagai tema mulai dari bisnis, personal branding, womanhood, media sosial, hingga literasi keuangan.
Di tengah meningkatnya minat perempuan terhadap pengembangan diri, kehadiran ruang diskusi seperti ini menjadi nilai tambah yang relevan. Sebab saat ini banyak perempuan tidak hanya mencari produk yang mereka kenakan, tetapi juga wawasan yang dapat membantu mereka berkembang secara personal maupun profesional.
"Lebih dari sekadar bazaar, HER ERA Vol. 3: The Philosophy adalah perayaan atas mimpi, keberanian, kreativitas, dan kekuatan perempuan untuk terus bertumbuh bersama," ujar Eva Alicia, Founder HER ERA.
Dukung Sesama Perempuan
Nilai pemberdayaan perempuan juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan tahun ini. HER ERA berkolaborasi dengan Kawan Puan by Kitabisa, di mana sebagian hasil penjualan tiket akan disalurkan untuk mendukung perempuan yang tengah menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Tak hanya itu, HER ERA juga melanjutkan program HER ERA Tenant Scholarship yang memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM perempuan untuk mendapatkan booth gratis dan akses ke pasar yang lebih luas. Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan nyata terhadap perempuan yang sedang membangun bisnisnya.
Menariknya, tahun ini HER ERA juga memperkenalkan Mini His Era, area khusus yang menghadirkan beberapa brand pilihan untuk pengunjung pria. Kehadiran area ini memberikan pengalaman yang lebih inklusif tanpa menghilangkan fokus utama acara sebagai ruang yang merayakan perempuan.