Tren Fragrance Wardrobe, Saat Generasi Muda Punya Parfum untuk Setiap Suasana

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 14 Juni 2026, 14:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Jika generasi sebelumnya identik dengan satu parfum andalan yang digunakan setiap hari, generasi muda saat ini memiliki pendekatan yang jauh berbeda terhadap wewangian. Bagi Gen Z dan Gen Alpha, parfum bukan lagi sekadar produk untuk tampil harum. Aroma kini menjadi bagian dari identitas, suasana hati, hingga cara mereka menampilkan diri kepada dunia.

Perubahan ini bukan sekadar asumsi. Berbagai laporan industri kecantikan global menunjukkan bahwa generasi muda sedang mengubah cara dunia memandang parfum. Menurut laporan Mintel, media sosial seperti TikTok dan Instagram menjadi faktor utama yang memengaruhi tren wewangian di kalangan Gen Z dan Gen Alpha. Kehadiran tren seperti #PerfumeTok membuat parfum menjadi bagian dari percakapan sehari-hari, sekaligus mendorong generasi muda untuk terus bereksplorasi dengan berbagai aroma yang berbeda.

Menariknya, konsep "signature scent" atau satu aroma khas yang melekat pada seseorang mulai ditinggalkan. Generasi muda kini lebih menyukai apa yang disebut sebagai fragrance wardrobe, yakni memiliki beberapa parfum berbeda yang digunakan sesuai suasana hati, aktivitas, hingga outfit yang dikenakan hari itu.

Dalam laporan mengenai tren parfum 2026, sebanyak 60 persen Gen Z mengaku memiliki beberapa parfum yang mereka rotasi sesuai mood. Bahkan mereka cenderung mengoleksi lebih banyak aroma dibanding generasi sebelumnya karena melihat parfum sebagai bentuk ekspresi diri yang fleksibel.

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Aroma yang Mengikuti Mood dan Gaya Hidup

Ternyata generasi muda jadikan parfum sebagai cara untuk mengekspresikan diri (@bizarrewoman_id)

Perubahan ini tidak lepas dari dinamika kehidupan generasi muda saat ini. Mereka menjalani berbagai peran dalam satu hari—mulai dari mahasiswa, pekerja kreatif, entrepreneur, hingga content creator. Aktivitas yang beragam tersebut membuat kebutuhan akan wewangian juga semakin personal.

Para ahli parfum global menyebut bahwa Gen Z cenderung memilih aroma berdasarkan perasaan yang ingin mereka bangun. Hari yang produktif mungkin membutuhkan aroma segar dan ringan, sementara acara sosial atau hangout bersama teman mendorong mereka memilih aroma yang lebih manis, hangat, atau playful.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal mengenai perilaku konsumen muda juga menemukan bahwa generasi Z memiliki hubungan yang kuat antara parfum dan identitas diri. Mereka tidak hanya membeli produk karena merek atau popularitasnya, tetapi karena aroma tersebut mampu merepresentasikan kepribadian dan nilai yang mereka yakini.

Di sisi lain, Gen Alpha yang kini mulai memasuki dunia kecantikan dan personal care juga menunjukkan pola serupa. Mereka tertarik pada wewangian yang terasa menyenangkan, mudah dikenali, dan memiliki cerita yang dekat dengan karakter diri mereka. Pendekatan berbasis kepribadian bahkan menjadi salah satu strategi yang banyak digunakan brand parfum untuk menjangkau generasi ini.

 

3 dari 3 halaman

Ketika Parfum Menjadi Bagian dari Narasi Personal

Ternyata generasi muda jadikan parfum sebagai cara untuk mengekspresikan diri (@bizarrewoman_id)

Fenomena tersebut menjadi salah satu topik yang dibahas dalam sebuah agenda diskusi dan peluncuran produk yang mempertemukan para content creator, reviewer parfum, dan pengamat gaya hidup di Jakarta Selatan.

Diskusi tersebut menyoroti bagaimana parfum kini telah bertransformasi menjadi medium ekspresi diri yang semakin penting bagi Generasi Z dan Generasi Alpha. Wewangian tidak lagi dipilih semata karena tren, melainkan karena mampu mencerminkan mood, karakter, dan aktivitas sehari-hari penggunanya.

Melihat perubahan perilaku konsumen tersebut, berbagai pelaku industri parfum lokal mulai menghadirkan produk yang lebih relevan dengan kebutuhan generasi muda. Salah satunya dilakukan oleh Bizarre melalui peluncuran lini terbaru mereka, Sweetie Vibes Series.

Alih-alih hanya memperkenalkan produk baru, peluncuran ini dirancang sebagai ruang diskusi yang mengajak para undangan memahami bagaimana aroma dapat menjadi bagian dari keseharian dan identitas seseorang.

Menurut Brand Marketing Manager Bizarre dari PT Citra Alam Aromindo, Granito Arighi P, setiap individu memiliki cara yang berbeda dalam membangun rasa percaya diri.

"Setiap anak muda punya vibe yang berbeda. Karena itu, melalui Sweetie Vibes Series, kami ingin menghadirkan parfum harian yang bisa dipilih sesuai mood, aktivitas, dan karakter masing-masing pengguna. Aromanya dibuat menyenangkan, mudah dipakai, namun tetap memiliki kesan yang berkelas," ujarnya.

Pendekatan tersebut terlihat dari empat karakter aroma yang ditawarkan. Velvet Kiss menghadirkan nuansa fruity-sweet yang ceria dan energik. Love Potion memadukan floral dan fruity yang lembut dan feminin. Candy Rose menawarkan aroma gourmand-sweet yang lebih berani dan ekspresif, sementara Sunset Lovers menggabungkan floral dan citrus yang segar untuk menemani aktivitas sehari-hari.

Kehadiran pilihan aroma dengan karakter yang beragam menunjukkan bagaimana industri parfum kini semakin memahami kebutuhan generasi muda yang tidak ingin dibatasi oleh satu identitas saja. Hari ini seseorang bisa tampil lembut dan romantis, esok menjadi lebih berani dan percaya diri, lalu memilih kesan santai di akhir pekan.