Fimela.com, Jakarta - Kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang perempuan di Bandung yang diduga dilakukan oleh kekasihnya sendiri kembali mengingatkan publik bahwa perempuan masih menghadapi berbagai risiko kekerasan. Meski kasus tersebut terjadi dalam ranah hubungan personal, peristiwa ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai situasi yang dapat mengancam keselamatan perempuan, termasuk saat bepergian.
Perjalanan menuju tempat kerja, kampus, pusat perbelanjaan, hingga menggunakan transportasi umum sering kali menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Dalam situasi tersebut, perempuan dapat menghadapi berbagai bentuk ancaman, mulai dari penguntitan (stalking), pelecehan, hingga tindak kriminal. Karena itu, mengenali tanda-tanda situasi yang berpotensi membahayakan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko.
Data dari UN Women menunjukkan bahwa kekerasan terhadap perempuan masih menjadi persoalan global. Banyak perempuan juga mengaku pernah mengalami pelecehan atau merasa tidak aman ketika berada di ruang publik maupun menggunakan transportasi umum. Kondisi ini membuat sejumlah perempuan mengubah rute perjalanan, menghindari bepergian pada malam hari, atau selalu memberi kabar kepada keluarga demi menjaga keamanan diri.
Meski tidak semua situasi berujung pada tindak kejahatan, meningkatkan kewaspadaan bukan berarti hidup dalam ketakutan. Sebaliknya, mengenali situasi yang perlu diwaspadai dapat membantu seseorang mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat apabila merasa tidak aman.
Melalui infografis berikut, kami merangkum lima situasi yang perlu diwaspadai perempuan saat bepergian, lengkap dengan langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga keselamatan selama perjalanan. Harapannya, informasi ini dapat menjadi bekal bagi perempuan untuk tetap merasa percaya diri beraktivitas, sekaligus mengingatkan bahwa keselamatan diri selalu menjadi prioritas utama.