Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, banyak orang masih menganggap mengatur pola makan berarti harus menghindari makanan manis, berhenti makan camilan favorit, atau membuat banyak aturan yang terasa berat dijalani. Padahal, dilansir dari Medical News Today, pola makan sehat tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang terlalu ketat. Konsep intuitive eating atau makan secara lebih sadar juga mulai banyak dibahas karena mengajak seseorang memiliki hubungan yang lebih sehat dengan makanan tanpa terlalu fokus pada larangan.
Menjaga pola makan sebenarnya lebih tentang keseimbangan dibanding membatasi diri secara berlebihan. Sebab, ketika pola makan terasa terlalu berat dijalani, seseorang biasanya akan lebih mudah merasa bosan atau menyerah di tengah jalan. Kabar baiknya, kamu tetap bisa menikmati makanan favorit sambil menjaga pola makan agar tetap nyaman dijalani sehari-hari.
Berikut beberapa cara yang bisa dicoba.
1. Berhenti Menganggap Makanan Sebagai “Baik” atau “Buruk”
Tanpa disadari, banyak orang membagi makanan menjadi dua kelompok, yaitu makanan yang dianggap sehat dan makanan yang dianggap tidak sehat. Misalnya, sayur dan buah sering dianggap makanan “baik”, sedangkan es krim, cokelat, atau kentang goreng dianggap makanan “buruk”.
Padahal, memberi label seperti ini terkadang justru membuat hubungan dengan makanan menjadi kurang nyaman. Saat seseorang terlalu melarang dirinya makan sesuatu, keinginan terhadap makanan tersebut sering kali justru menjadi lebih besar.
Misalnya, ketika menahan diri untuk tidak makan makanan manis selama beberapa hari, pada akhirnya ada kemungkinan muncul keinginan makan dalam jumlah lebih banyak karena merasa terlalu lama menahan diri. Sesekali menikmati makanan favorit sebenarnya bukan masalah besar. Yang perlu diperhatikan adalah kebiasaan pola makan seimbang secara keseluruhan, bukan hanya dari satu kali makan saja.
2. Gunakan Prinsip Seimbang, Bukan Menghilangkan
Banyak orang langsung menghilangkan makanan favorit saat mulai ingin hidup lebih sehat. Padahal, cara yang lebih realistis adalah mencoba menyeimbangkannya.
Misalnya, saat ingin makan mi instan, kamu bisa menambahkan telur, ayam, tahu, atau sayuran agar nutrisinya lebih lengkap. Jika sedang ingin makan dessert atau camilan manis, kamu juga tetap bisa menikmatinya setelah makan utama.
Cara sederhana seperti ini membuat tubuh tetap mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan tanpa membuat diri merasa terlalu dibatasi. Selain itu, pola makan yang lebih fleksibel juga biasanya terasa lebih ringan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Dengarkan Sinyal Lapar dari Tubuh
Sahabat Fimela, terkadang kita makan bukan karena benar-benar lapar. Ada kalanya seseorang makan karena bosan, sedang stres, lelah, atau hanya karena melihat makanan terlihat menarik.
Hal seperti ini sebenarnya cukup wajar terjadi sesekali. Namun, mencoba mengenali sinyal yang diberikan tubuh juga penting dilakukan.
Biasanya rasa lapar fisik muncul secara perlahan, misalnya perut mulai terasa kosong, tubuh terasa lebih lemas, atau konsentrasi mulai menurun. Sementara itu, keinginan makan karena emosi sering muncul tiba-tiba dan biasanya mengarah pada makanan tertentu.
Saat mulai lebih mengenali kebutuhan tubuh, biasanya seseorang menjadi lebih mudah menentukan kapan memang perlu makan dan kapan tubuh sebenarnya sudah merasa cukup.
4. Nikmati Makanan Tanpa terburu-buru
Kebiasaan makan sambil menonton film, bermain ponsel, atau bekerja sering membuat seseorang tidak sadar berapa banyak makanan yang sudah dikonsumsi.
Akibatnya, tubuh terkadang belum sempat merasakan rasa puas sehingga muncul keinginan untuk makan lagi beberapa saat setelah selesai makan.
Cobalah sesekali makan dengan lebih santai. Perhatikan rasa, aroma, dan tekstur makanan yang sedang dinikmati. Selain membantu tubuh lebih mudah mengenali rasa kenyang, cara ini juga membuat makanan terasa lebih memuaskan.
Apalagi jika makanan yang sedang dinikmati adalah makanan favorit, biasanya pengalaman makan juga terasa lebih menyenangkan.
5. Jangan Mengejar Pola Makan yang Sempurna
Banyak orang merasa gagal menjaga pola makan hanya karena hari itu makan pizza, menikmati minuman manis, atau membeli camilan favorit.
Padahal, satu kali makan tidak menentukan seluruh pola hidup seseorang. Pola makan sehat bukan tentang menjadi sempurna setiap hari, melainkan tentang kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang.
Kalau sebagian besar makanan yang dikonsumsi sehari-hari sudah mengandung nutrisi yang baik, masih ada ruang untuk menikmati makanan favorit tanpa rasa bersalah.
Pada akhirnya, pola makan yang baik adalah pola makan yang terasa nyaman dijalani. Sebab, menjaga kesehatan tidak harus selalu terasa berat. Menikmati makanan favorit dan menjaga keseimbangan juga bisa berjalan berdampingan.
Penulis: Revania Immanuela