Sukses

Health

Gagal Diet Terus? Coba Atur Meal Prep untuk Dukung Latihan Gym

Fimela.com, Jakarta - Sudah rajin latihan di gym, tetapi urusan makanan masih sering berantakan? Kondisi ini cukup umum terjadi ketika jadwal sehari-hari padat. Setelah olahraga, rasa lapar datang dan pilihan paling praktis sering kali menjadi makanan yang tersedia saat itu. Karena itu, memiliki makanan yang sudah dipersiapkan sebelumnya bisa membantu membuat rutinitas makan terasa lebih mudah.

Dilansir dari Cleveland Clinic, meal prep berarti menyiapkan makanan, camilan, atau bahan makanan terlebih dahulu agar pilihan makan lebih mudah dilakukan ketika aktivitas sedang padat. Cara ini juga dapat menghemat waktu, mengurangi kebingungan saat menentukan makanan, dan membantu seseorang menyiapkan menu yang lebih terencana.

Untuk yang sedang rutin gym, meal prep tidak harus berarti membuat menu yang sama dalam jumlah besar setiap hari. Justru, membuat beberapa komponen makanan secara terpisah bisa menjadi pilihan yang lebih fleksibel. Misalnya, siapkan sumber protein, sayuran, dan sumber karbohidrat dalam jumlah yang cukup untuk beberapa kali makan.

Dengan cara tersebut, satu bahan dapat diolah menjadi beberapa menu berbeda. Ayam panggang misalnya, bisa digunakan untuk rice bowl, salad, atau isian tortilla. Jadi, makanan tetap terasa bervariasi meski proses persiapannya dilakukan sekaligus. Yang paling penting, jangan membuat target yang terlalu sulit sejak awal. Meal prep seharusnya membantu rutinitas, bukan membuat waktu di dapur terasa seperti pekerjaan tambahan.

Mulai dari Bahan Dasar yang Mudah Dipadukan

Meal prep akan terasa lebih ringan jika dimulai dari bahan-bahan yang memang sering dimakan. Tidak perlu mengikuti menu diet yang rumit hanya karena terlihat menarik di media sosial. Pilih makanan yang sesuai dengan kebiasaan dan mudah ditemukan agar rutinitasnya lebih mudah dipertahankan.

Salah satu cara praktis adalah menggunakan konsep komponen. Siapkan satu atau dua sumber protein seperti ayam, telur, ikan, tahu, atau tempe. Kemudian tambahkan sayuran yang mudah dimasak dan sumber karbohidrat seperti nasi, kentang, oatmeal, atau roti gandum. Dari kombinasi tersebut, Anda dapat membuat beberapa variasi makanan tanpa harus memasak dari awal setiap kali ingin makan.

Sayuran juga bisa dipersiapkan lebih awal dengan cara dicuci dan dipotong sesuai kebutuhan. Buah dapat disiapkan sebagai camilan atau pelengkap sarapan. Sementara itu, bahan yang membutuhkan waktu memasak lebih lama dapat dibuat dalam jumlah lebih banyak untuk digunakan di hari berikutnya. Agar tidak cepat bosan, gunakan bumbu yang berbeda. Ayam yang sama bisa terasa berbeda ketika dipadukan dengan saus teriyaki, lada hitam, sambal, atau bumbu rempah. Cara sederhana ini membuat meal prep terasa lebih fleksibel.

Porsi juga tidak harus dibuat sama persis setiap hari. Kebutuhan makan setiap orang berbeda, termasuk tergantung aktivitas dan tujuan latihan. Jika memiliki target khusus seperti menurunkan berat badan atau membangun massa otot, kebutuhan nutrisi sebaiknya disesuaikan secara personal. Jadi, meal prep bukan tentang membuat makanan sebanyak mungkin, tetapi membuat pilihan makan menjadi lebih mudah ketika jadwal sedang padat.

Bikin Meal Prep Lebih Realistis agar Tidak Cepat Bosan

Salah satu kesalahan ketika memulai meal prep adalah membuat target yang terlalu ambisius. Memasak tujuh menu berbeda dalam satu hari mungkin terlihat ideal, tetapi belum tentu cocok dengan rutinitas setiap orang. Jika baru memulai, cukup siapkan makanan untuk dua atau tiga hari terlebih dahulu. Setelah terbiasa, jumlahnya bisa ditambah secara perlahan.

Pilih satu hari khusus untuk merencanakan menu dan berbelanja. Setelah bahan tersedia, gunakan waktu memasak untuk menyiapkan beberapa komponen sekaligus. Misalnya, nasi dimasak bersamaan ketika ayam dipanggang, sementara sayuran dicuci dan dipotong. Cara seperti ini dapat membuat proses persiapan terasa lebih efisien.

Jangan lupa menyiapkan makanan ringan yang mudah dibawa. Buah, yoghurt, kacang-kacangan, telur rebus, atau pilihan camilan lain yang sesuai dengan kebutuhan dapat membantu ketika rasa lapar muncul di antara waktu makan. Dengan begitu, Anda tidak selalu harus mencari makanan secara spontan saat sedang berada di kampus, kantor, atau perjalanan menuju gym.

Penyimpanan juga perlu diperhatikan. Gunakan wadah yang mudah ditutup dan beri tanda tanggal pada makanan yang sudah disiapkan agar lebih mudah mengetahui kapan sebaiknya dikonsumsi. Makanan yang mudah rusak sebaiknya disimpan dengan benar dan tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Pada akhirnya, latihan gym dan pola makan tidak perlu dijalani dengan pendekatan yang ekstrem. Meal prep dapat menjadi alat untuk membuat rutinitas lebih teratur, tetapi tetap berikan ruang untuk menikmati makanan favorit. Pola yang fleksibel justru lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.

Penulis: Najwa Maulidina

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading