Fimela.com, Jakarta - Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 kembali menghadirkan parade kostum spektakuler di sepanjang jalan Kota Jember. Di antara deretan penampil, Arumi Bachsin menjadi salah satu sorotan berkat busana megah bernuansa hitam dan biru yang memunculkan aura bak Ratu Salju Elsa dalam film Frozen.
Istri Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, ini melintas di lintasan karnaval dengan tampilan yang memadukan imaji fantasi dan sentuhan budaya. Meski sekilas mengingatkan pada karakter Disney, identitas Indonesia tetap menonjol melalui aplikasi batik yang ditempatkan strategis sebagai pusat perhatian pada kostumnya.
Di momen yang sama, JFC 2026 menampilkan kreativitas yang menyatukan budaya dan seni pertunjukan dalam satu gelaran. Di tengah parade panjang yang berlapis tema, tampilan Arumi Bachsin muncul sebagai salah satu yang paling mencuri perhatian para penonton di rute karnaval.
Sorotan Arumi Bachsin di Jember Fashion Carnaval 2026
Palet warna hitam yang dominan dipertegas oleh gradasi biru metalik, menghasilkan kesan yang dramatis sekaligus elegan. Dua warna ini tidak hanya saling mengisi, tetapi juga menegaskan karakter busana yang kukuh namun tetap anggun saat bergerak di bawah sorot lampu.
Siluet gaun didesain panjang menjuntai. Detail berlapis disusun sehingga bergerak mengikuti langkah Arumi selama parade, menciptakan ritme visual yang konsisten dari awal hingga akhir lintasan. Proporsi ini memperkuat kehadiran panggung khas Jember Fashion Carnaval.
Material berkilau yang digunakan memantulkan cahaya dari berbagai sudut. Efek kilau tersebut menghadirkan kesan magis, seolah permukaan busana dilingkupi hamparan kristal es yang berpendar saat terkena cahaya sepanjang jalur karnaval.
Nuansa Ratu Salju dengan Aksen Batik
Pada bagian torso, Arumi mengenakan corset berukuran besar yang menjadi titik fokus keseluruhan tampilan. Di area inilah aplikasi motif batik diterapkan sebagai interpretasi modern atas warisan budaya Indonesia, memperlihatkan perpaduan antara estetika fantasi dan kekayaan kriya Nusantara.
Sentuhan batik pada corset tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi. Aplikasi tersebut secara jelas menegaskan identitas Indonesia di tengah nuansa yang cenderung futuristik. Perpaduan warna gelap dengan aksen biru memberi dimensi kuat, sehingga busana tampak megah tanpa melepas sisi anggun.
Struktur kerah bahu dibuat besar dan menjulang, membentuk siluet bahu yang tegas. Rancangan ini memperkuat kesan seorang ratu dalam balutan couture khas Jember Fashion Carnaval, selaras dengan tema visual yang diusung pada keseluruhan kostum.
Riasan wajah diselaraskan dengan konsep busana. Makeup bernuansa soft glamour menonjolkan complexion yang glowing, dipadukan dengan permainan warna dingin pada area mata. Pulasan shimmer yang lembut serta eyeliner tegas membuat tatapan terlihat lebih tajam, sementara lipstik nude menjaga kesan elegan tetap konsisten.
Gaya rambut ditata kepang panjang dan diberi hiasan kristal di kepala. Pilihan tatanan yang sederhana ini memberi ruang bagi kemegahan busana untuk menjadi pusat perhatian, sehingga elemen couture dan aplikasi batik tetap menjadi highlight saat Arumi melangkah di lintasan.
Lakeisha Tiru Gaya Ibu
Tidak hanya Arumi Bachsin, putrinya, Lakeisha Ariestia Dardak, juga turut ambil bagian dalam parade JFC 2026. Momen kehadiran ibu dan anak ini menghadirkan nuansa hangat sekaligus menunjukkan bagaimana keindahan wastra Indonesia dapat diwariskan lintas generasi di panggung karnaval.
Lakeisha tampil serasi dengan busana sang ibu. Nuansa hitam dan biru dipertahankan sebagai benang merah, menjadikan keduanya tampak kompak saat berjalan bersama di atas lintasan. Keselarasan palet warna mempertegas hubungan visual antara dua penampilan tersebut.
Kostum Lakeisha memiliki identitas tersendiri melalui penggunaan kain tenun sebagai elemen utama. Motif tenun diolah menjadi detail dekoratif yang memperkaya tampilan, sekaligus menonjolkan keberagaman tekstil tradisional Indonesia. Paduan ini semakin tegas berkat flowy skirt berwarna biru yang kuat.
Siluet busana Lakeisha dirancang lebih ringan dan dinamis, sejalan dengan usianya. Walau begitu, karakter megah khas JFC tetap hadir melalui detail bahu, ornamen bertekstur, serta permainan warna yang dirancang untuk tetap dramatik namun proporsional.
Penampilan kompak ibu dan anak ini menjadi salah satu momen yang paling menarik perhatian penonton. Selain menonjolkan keindahan visual, keduanya memperlihatkan bagaimana batik dan tenun dapat diinterpretasikan dalam karya fashion karnaval berskala internasional, menyatukan fantasi, unsur couture, dan kekuatan wastra Nusantara.
Melalui penampilan magis Arumi Bachsin dan Lakeisha Ariestia Dardak, Jember Fashion Carnaval 2026 kembali menegaskan bahwa warisan budaya Indonesia mampu hadir dalam desain yang modern, teatrikal, dan memikat. Keduanya menjadi salah satu ikon berkesan pada pergelaran tahun ini.