Ini Cara Mengatasi Kelelahan Mental akibat Terlalu Banyak Keputusan

Revania ImmanuelaDiterbitkan 05 Agustus 2026, 16:09 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, memilih menu makan siang, menentukan pakaian yang akan dikenakan, membalas pesan, hingga mengambil keputusan penting di tempat kerja mungkin terdengar seperti aktivitas biasa. Namun, jika dilakukan terus-menerus dalam satu hari, berbagai pilihan tersebut dapat menguras energi mental tanpa disadari. Kondisi ini dikenal sebagai decision fatigue atau kelelahan mental akibat terlalu banyak mengambil keputusan.

Dilansir dari Real Simple, decision fatigue adalah kondisi ketika seseorang mengalami kelelahan mental setelah membuat banyak keputusan dalam waktu yang berdekatan. Semakin banyak pilihan yang harus dipertimbangkan, semakin berkurang pula kemampuan otak untuk mengambil keputusan dengan fokus dan bijak. Akibatnya, seseorang bisa menjadi lebih mudah menunda keputusan, merasa kewalahan, atau justru mengambil keputusan secara impulsif. 

Kelelahan mental ini bisa dialami siapa saja, terutama mereka yang memiliki rutinitas padat atau pekerjaan yang mengharuskan mengambil banyak keputusan setiap hari. Tidak hanya keputusan besar, pilihan-pilihan kecil yang terus menumpuk juga dapat memberikan beban pada pikiran. Itulah sebabnya, di penghujung hari banyak orang merasa bingung menentukan menu makan malam atau memilih tontonan karena energi mentalnya sudah terkuras.

Kabar baiknya, cara mengatasi kelelahan mental karena terlalu banyak keputusan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Dengan mengenali tanda-tandanya sejak awal dan mengurangi beban keputusan yang tidak perlu, pikiran akan terasa lebih ringan sehingga kamu bisa tetap fokus menjalani aktivitas sehari-hari. Pada halaman berikutnya, kita akan membahas beberapa langkah praktis yang dapat membantu mengurangi decision fatigue dan menjaga kesehatan mental di tengah rutinitas yang padat.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Kurangi Beban Pikiran dengan Kebiasaan Sederhana

Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi jumlah keputusan yang harus diambil setiap hari sehingga pikiran terasa lebih ringan. {Foto/Dok: Pexels)

Sahabat Fimela, salah satu cara mengatasi decision fatigue adalah dengan mengurangi jumlah keputusan yang harus dibuat setiap hari. Meskipun terdengar sederhana, langkah ini dapat membantu menghemat energi mental sehingga otak tidak cepat merasa lelah. Tidak heran jika banyak orang memilih membuat rutinitas harian agar tidak perlu terus-menerus memikirkan hal-hal kecil.

Kamu bisa memulainya dengan menyiapkan pakaian untuk esok hari sebelum tidur atau membuat daftar menu makan selama beberapa hari ke depan. Kebiasaan ini memang terlihat sepele, tetapi dapat mengurangi keputusan kecil yang harus diambil setiap pagi. Dengan begitu, energi mental bisa disimpan untuk keputusan yang lebih penting, seperti menyelesaikan pekerjaan atau mengambil keputusan yang berkaitan dengan karier.

Selain itu, buatlah daftar prioritas setiap hari. Ketika semua tugas terasa sama pentingnya, pikiran akan lebih mudah kewalahan. Sebaliknya, menentukan tiga hingga lima prioritas utama dapat membantu kamu bekerja lebih terarah tanpa harus terus-menerus memikirkan apa yang harus dilakukan berikutnya. Cara ini juga membantu mengurangi rasa cemas karena pekerjaan terasa lebih terorganisasi.

Jangan ragu untuk mengambil jeda ketika mulai merasa lelah. Berjalan kaki sebentar, melakukan peregangan, menghirup udara segar, atau sekadar menjauh dari layar komputer selama beberapa menit dapat membantu menyegarkan pikiran. Istirahat singkat sering kali membuat otak lebih siap menghadapi keputusan berikutnya dibandingkan memaksakan diri untuk terus bekerja.

Yang tidak kalah penting, hindari mengambil keputusan besar ketika kondisi tubuh sedang lelah atau emosi sedang tidak stabil. Jika memungkinkan, jadwalkan keputusan penting pada waktu ketika konsentrasi masih optimal, misalnya di pagi hari. Dengan cara ini, kamu dapat berpikir lebih jernih dan mengurangi risiko mengambil keputusan secara terburu-buru atau impulsif.

3 dari 3 halaman

Jaga Energi Mental agar Tetap Fokus Setiap Hari

Menjaga energi mental tidak hanya membantu mengambil keputusan yang lebih baik, tetapi juga membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih ringan. Foto/Dok: Pexels)

Mengatasi decision fatigue bukan berarti menghindari semua keputusan dalam hidup. Sebaliknya, kamu hanya perlu mengelola energi mental agar tidak cepat terkuras oleh terlalu banyak pilihan yang sebenarnya bisa disederhanakan. Dengan kebiasaan yang tepat, pikiran akan terasa lebih tenang dan kamu bisa mengambil keputusan dengan lebih percaya diri.

Salah satu langkah yang bisa diterapkan adalah membatasi pilihan yang tidak terlalu penting. Misalnya, memiliki beberapa outfit andalan untuk bekerja, membuat jadwal belanja mingguan, atau menentukan rutinitas pagi yang konsisten. Kebiasaan ini dapat mengurangi waktu yang dihabiskan untuk memikirkan hal-hal kecil sehingga energi mental bisa dialihkan ke aktivitas yang lebih bermakna.

Selain itu, jangan lupa memberikan waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat. Tidur yang cukup, berolahraga secara rutin, serta meluangkan waktu melakukan hobi dapat membantu memulihkan energi mental setelah menjalani hari yang padat. Ketika tubuh dan pikiran berada dalam kondisi yang lebih segar, kemampuan untuk berpikir jernih dan mengambil keputusan pun akan meningkat.

Tidak ada salahnya juga meminta pendapat orang terdekat saat menghadapi keputusan yang terasa sulit. Berdiskusi dengan keluarga, teman, atau rekan kerja dapat memberikan sudut pandang baru sekaligus mengurangi beban pikiran. Namun, pastikan keputusan akhir tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan nilai yang kamu miliki.

Cara mengatasi kelelahan mental karena terlalu banyak keputusan dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Dengan menyederhanakan rutinitas, mengatur prioritas, menjaga kesehatan fisik, dan memberi waktu untuk beristirahat, kamu dapat mengurangi decision fatigue sekaligus menjaga kesehatan mental. Saat energi mental lebih terjaga, setiap keputusan pun dapat diambil dengan lebih tenang, fokus, dan penuh pertimbangan.

Penulis: Revania Immanuela