Mengenal Teknik Underpainting Makeup, Aplikasi Kontur Sebelum Foundation ala MUA

Revania ImmanuelaDiterbitkan 11 Agustus 2026, 16:53 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, biasanya foundation digunakan lebih dulu sebelum melanjutkan ke contour, blush, dan produk complexion lainnya. Namun, ada satu teknik yang justru melakukan hal sebaliknya. Namanya underpainting makeup, yaitu teknik mengaplikasikan contour, highlight, dan blush sebelum foundation.

Dilansir dari Allure, underpainting makeup sudah digunakan oleh makeup artist selama bertahun-tahun dan kembali populer setelah ramai dibicarakan di media sosial. Teknik ini membuat produk contour dan warna pada wajah berada di bawah lapisan foundation sehingga hasil akhirnya terlihat lebih lembut dan menyatu dengan kulit.

Sekilas, cara ini memang terlihat sedikit aneh. Bagaimana mungkin contour yang sudah dibuat akan tetap terlihat jika nantinya ditutup foundation? Justru di situlah daya tariknya. Lapisan foundation yang diaplikasikan secara tipis akan membantu melembutkan garis contour dan membuat dimensinya terlihat lebih natural.

Teknik ini juga cocok bagi Sahabat Fimela yang kurang menyukai contour dengan garis yang terlalu tegas. Alih-alih terlihat seperti produk makeup yang menempel di atas kulit, warna contour akan memberikan efek seolah-olah dimensi tersebut berasal dari bentuk wajah.

Untuk mencobanya, pastikan kulit sudah dipersiapkan terlebih dahulu dengan skincare dan primer. Setelah itu, aplikasikan contour pada area yang biasanya ingin dibuat lebih berdimensi, seperti tulang pipi, rahang, dan sisi hidung.

Tidak perlu langsung menggunakan produk dalam jumlah banyak. Kuncinya justru ada pada proses blending dan pemilihan produk yang mudah dibaurkan. Setelah contour dan produk lainnya menyatu, barulah foundation diaplikasikan tipis di atasnya.

2 dari 3 halaman

Begini Cara Mencoba Underpainting di Rumah

Tidak perlu langsung membuat complexion yang terlalu bold. Coba teknik underpainting secara bertahap agar lebih mudah mengontrol hasil akhirnya. (Foto/Dok: Magnific)

Sahabat Fimela, kalau biasanya kamu terbiasa menggunakan foundation sebagai langkah pertama, teknik underpainting mungkin membutuhkan sedikit penyesuaian. Namun, setelah mengetahui urutannya, cara ini sebenarnya cukup sederhana untuk dicoba.

Pertama, persiapkan kulit seperti biasa. Pastikan wajah sudah bersih dan mendapatkan skincare yang sesuai. Jika menggunakan primer, aplikasikan secara merata agar makeup lebih mudah menempel.

Selanjutnya, masuk ke bagian yang menjadi ciri khas underpainting, yaitu contour sebelum foundation. Gunakan contour dengan tekstur cream atau liquid agar lebih mudah dibaurkan. Aplikasikan pada area yang ingin diberi dimensi, seperti bagian bawah tulang pipi, rahang, pelipis, atau sisi hidung.

Setelah itu, blend contour secara perlahan. Jangan terlalu khawatir jika warnanya terlihat lebih jelas dari biasanya karena nantinya akan dilapisi foundation. Namun, pastikan contour sudah cukup rapi sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.

Jika ingin mengikuti teknik underpainting secara lebih lengkap, kamu juga bisa menambahkan highlight dan blush sebelum foundation. Produk tersebut diaplikasikan pada area wajah yang ingin dibuat lebih cerah atau diberi warna.

Langkah terakhir adalah bagian yang paling penting, yaitu foundation. Pilih foundation dengan coverage ringan hingga medium yang bisa dibaurkan. Aplikasikan tipis-tipis menggunakan sponge atau brush, kemudian tap perlahan agar lapisan makeup di bawahnya tidak bergeser.

Hasil akhirnya seharusnya bukan contour yang hilang sepenuhnya, tetapi warna dan dimensinya menjadi lebih soft. Karena itu, jangan langsung menambahkan foundation terlalu tebal. Biarkan sedikit warna contour tetap terlihat agar efek sculpted-nya masih terasa.

3 dari 3 halaman

Bikin Underpainting Terlihat Natural, Bukan Cakey

Teknik underpainting membutuhkan sedikit trik agar lapisan contour dan foundation tetap menyatu tanpa membuat complexion terlihat terlalu tebal. (Foto/Dok: Magnific)

Tantangan terbesar saat mencoba underpainting adalah menjaga agar beberapa lapisan makeup tidak terlihat berat. Karena contour diaplikasikan sebelum foundation, pemilihan tekstur produk dan cara membaurkannya menjadi hal yang cukup penting.

Salah satu trik yang bisa dicoba adalah menggunakan produk cream atau liquid yang lebih mudah dibaurkan. Tekstur seperti ini memungkinkan contour menyatu dengan kulit sebelum ditimpa foundation. Hindari langsung mengaplikasikan produk terlalu banyak karena pigmentasi yang berlebihan justru bisa membuat hasil akhirnya terlihat terlalu bold.

Selain itu, blend secara perlahan. Jangan terburu-buru menggeser produk ke seluruh wajah. Gunakan gerakan tap atau buffing ringan agar contour tetap berada di area yang sudah ditentukan. Jika menggunakan sponge untuk foundation, aplikasikan dengan gerakan menepuk, bukan menggosok.

Pemilihan foundation juga berpengaruh. Foundation dengan coverage yang terlalu tinggi bisa membuat contour di bawahnya tidak terlihat sama sekali. Sebaliknya, foundation dengan coverage ringan atau buildable memungkinkan dimensi dari produk di bawahnya tetap terlihat secara halus.

Sahabat Fimela juga tidak perlu membuat contour terlihat sempurna sejak awal. Underpainting memang bertujuan menciptakan efek yang lebih menyatu setelah semua lapisan selesai. Jadi, hasil sebelum menggunakan foundation mungkin akan terlihat lebih dramatis daripada hasil akhirnya.

Setelah foundation selesai, kamu bisa melihat apakah dimensinya sudah cukup. Jika masih kurang, tambahkan sedikit contour atau blush di bagian tertentu. Namun, lakukan secara tipis agar hasil akhirnya tetap terlihat natural.

Jadi, underpainting bukan soal mengikuti urutan makeup yang benar atau salah. Teknik ini lebih kepada mencoba cara berbeda untuk mendapatkan complexion yang sesuai dengan gaya masing-masing. Kalau kamu suka makeup yang soft, sculpted, dan skin-like, teknik ini bisa menjadi salah satu trik yang menarik untuk dicoba.

Penulis: Revania Immanuela