Sukses

Health

Pilates, Yoga, atau Boxing? Kenali Manfaatnya untuk Kesehatan Fisik

Fimela.com, Jakarta - Memilih olahraga terkadang bukan cuma soal mana yang sedang populer atau terlihat menarik di media sosial. Ada juga hal lain yang perlu dipertimbangkan, seperti jenis gerakan, intensitas, dan bagian tubuh yang ingin lebih banyak dilatih. Pilates, yoga, dan boxing, misalnya, sama-sama membuat tubuh aktif, tetapi pengalaman dan fokus latihannya bisa terasa cukup berbeda.

Dilansir dari Cleveland Clinic, Pilates lebih banyak berfokus pada penguatan core melalui latihan dengan gerakan kecil yang terkontrol. Yoga, di sisi lain, menggabungkan gerakan dengan pernapasan dan kesadaran tubuh, sekaligus membantu melatih kekuatan, fleksibilitas, dan keseimbangan. Sementara itu, boxing melibatkan gerakan cepat dan latihan intensitas tinggi yang dapat melatih kekuatan, daya tahan, koordinasi, serta kesehatan jantung.

Dari sini saja sudah terlihat bahwa ketiganya memiliki karakter yang berbeda. Pilates bisa terasa lebih tenang dari luar, tetapi membutuhkan konsentrasi untuk menjaga posisi tubuh dan mengontrol setiap gerakan. Yoga juga tidak hanya tentang kemampuan melakukan pose yang terlihat sulit. Perhatian terhadap napas, keseimbangan, fleksibilitas, dan bagaimana tubuh bergerak menjadi bagian dari latihan.

Sementara itu, boxing membawa energi yang berbeda. Gerakan seperti jab, cross, hook, dan uppercut membuat tangan, bahu, kaki, serta core ikut bekerja. Ditambah dengan latihan footwork, boxing juga membutuhkan koordinasi antara gerakan tubuh dan konsentrasi. Jadi, banyaknya keringat bukan satu-satunya cara untuk melihat manfaat sebuah olahraga. Gerakan yang lebih perlahan tetap bisa menantang tubuh, begitu pula latihan dengan tempo cepat. Pada akhirnya, perbedaan ketiganya justru bisa menjadi alasan untuk memilih sesuai kebutuhan dan preferensi masing-masing.

Pilates dan Kekuatan dari Gerakan yang Terlihat Sederhana

Kalau melihat kelas Pilates dari luar, gerakannya mungkin tidak terlihat seintens boxing. Tidak banyak lompatan atau gerakan cepat, bahkan beberapa latihan dilakukan sambil berbaring di atas matras atau menggunakan Reformer. Namun, bukan berarti tubuh tidak bekerja.

Pilates dikenal dengan gerakan yang terkontrol dan fokus pada core. Bagian tubuh seperti otot perut, punggung, pinggul, dan area sekitar panggul ikut diperhatikan selama latihan. Karena gerakannya dilakukan dengan kontrol, seseorang juga perlu memperhatikan posisi tubuh dan cara bernapas. Hal menarik dari Pilates adalah tantangannya tidak selalu terlihat dari besar atau cepatnya gerakan. Justru, mempertahankan posisi sambil mengontrol gerakan dapat membuat otot bekerja lebih dalam. Karena itu, gerakan yang terlihat sederhana belum tentu terasa mudah ketika dilakukan.

Pilates juga banyak dikaitkan dengan postur dan kesadaran terhadap posisi tubuh. Ketika melakukan suatu gerakan, peserta biasanya diarahkan untuk memperhatikan apakah punggung, bahu, pinggul, dan bagian tubuh lainnya berada dalam posisi yang sesuai. Bagi seseorang yang sehari-hari banyak duduk di depan laptop, perhatian terhadap postur ini bisa menjadi salah satu alasan Pilates menarik untuk dicoba. Latihannya membuat seseorang lebih sadar terhadap bagaimana tubuh bergerak, bukan sekadar menyelesaikan satu gerakan ke gerakan berikutnya.

Pilates juga dapat menggunakan alat tambahan seperti resistance band, foam roller, atau Reformer untuk memberikan tantangan berbeda. Peralatan tersebut dapat membantu menambah resistensi atau membuat gerakan lebih menantang. Jadi, kalau tujuan latihan adalah mengenal tubuh sekaligus melatih kekuatan dengan gerakan yang lebih terkontrol, Pilates bisa menjadi salah satu pilihan. Tidak perlu terburu-buru mengejar gerakan yang sulit. Dalam Pilates, kemampuan mengontrol gerakan justru menjadi bagian dari tantangannya.

Yoga atau Boxing? Dua Cara Berbeda untuk Membuat Tubuh Lebih Aktif

Yoga dan boxing mungkin menjadi dua olahraga yang terasa paling berbeda dalam daftar ini. Yoga cenderung membawa suasana yang lebih tenang dengan gerakan yang disesuaikan dengan ritme napas. Boxing justru identik dengan gerakan cepat, pukulan, dan latihan yang membuat detak jantung meningkat. Dalam yoga, tubuh diajak berpindah dari satu pose ke pose lainnya sambil tetap memperhatikan napas dan posisi tubuh. Latihan ini dapat membantu meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, serta keseimbangan. Beberapa jenis yoga juga memberikan perhatian lebih besar pada relaksasi dan kesadaran tubuh.

Karena itu, yoga bisa terasa menarik bagi orang yang ingin menggabungkan aktivitas fisik dengan momen untuk lebih fokus pada tubuh dan pernapasan. Tidak harus selalu melakukan pose yang rumit. Bahkan gerakan sederhana tetap bisa menjadi bagian dari latihan. Berbeda dengan yoga, boxing membawa ritme yang jauh lebih cepat. Dalam satu sesi, seseorang dapat melakukan kombinasi pukulan, footwork, latihan pada punching bag, hingga gerakan seperti jump rope. Pola latihan tersebut membuat tubuh bekerja dalam tempo yang lebih tinggi.

Boxing juga tidak hanya mengandalkan kekuatan tangan. Ketika melakukan pukulan, kaki, pinggul, bahu, dan core ikut berperan. Koordinasi antara tangan dan kaki pun menjadi bagian penting agar setiap gerakan dapat dilakukan dengan tepat. Jadi, kalau yoga mengajak tubuh untuk bergerak sambil lebih memperhatikan napas dan fleksibilitas, boxing memberikan tantangan melalui kecepatan, koordinasi, kekuatan, dan daya tahan.

Sementara itu, Pilates berada di antara keduanya dengan pendekatan yang lebih terkontrol dan banyak menekankan coreserta kualitas gerakan. Ketiganya sama-sama bisa menjadi bagian dari rutinitas olahraga. Tidak harus memilih berdasarkan mana yang terlihat paling berat atau paling banyak menghasilkan keringat. Yang lebih penting adalah menemukan jenis latihan yang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan aktivitas yang ingin dinikmati secara konsisten.

Penulis: Najwa Maulidina

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading