Fimela.com, Jakarta - Di tengah rutinitas parenting yang semakin dinamis, orangtua sering kali merasa harus mengisi hari anak dengan berbagai aktivitas yang dianggap edukatif. Mulai dari belajar membaca, berhitung, mengikuti kelas, hingga berbagai kegiatan terstruktur. Padahal, ada satu aktivitas sederhana yang kerap dianggap hanya sebagai hiburan, tetapi ternyata memiliki peran penting dalam proses tumbuh kembang anak: bermain.
Bermain bukan sekadar cara untuk mengusir kebosanan. Bagi anak, bermain merupakan salah satu cara alami untuk memahami dunia, mencoba hal baru, mengekspresikan emosi, sekaligus belajar menyelesaikan masalah.
Hal ini juga diperkuat oleh American Academy of Pediatrics (AAP). Dalam laporan klinisnya, AAP menyebut bahwa bermain yang sesuai dengan tahap perkembangan anak dapat mendukung kemampuan sosial-emosional, kognitif, bahasa, hingga self-regulation. Bermain juga menjadi kesempatan bagi anak dan orangtua untuk membangun hubungan yang aman dan suportif.
Ketika anak menyusun balok, misalnya, mereka sebenarnya sedang melakukan lebih dari sekadar membuat sebuah bentuk. Anak belajar memahami ukuran, keseimbangan, urutan, sebab-akibat, hingga mencari solusi ketika bangunan yang dibuatnya runtuh.
Begitu pula ketika anak bermain peran. Mereka belajar menggunakan bahasa, memahami perspektif orang lain, bernegosiasi, dan mengekspresikan berbagai emosi melalui karakter yang dimainkan.
Saat Bermain Menjadi Cara Anak Belajar
AAP bahkan menjelaskan bahwa playful learning dapat membantu mengembangkan executive function, termasuk kemampuan mengendalikan impuls, mempertahankan perhatian, mengingat informasi, serta berpikir fleksibel. Keterampilan tersebut menjadi fondasi penting untuk proses belajar anak di kemudian hari.
Menariknya, proses belajar tidak selalu membutuhkan instruksi yang panjang dari orangtua. Dalam konsep guided play, anak tetap menjadi pihak yang mengeksplorasi dan mengambil keputusan, sementara orangtua berperan memberikan lingkungan, pertanyaan, atau arahan ringan yang membantu anak menemukan sesuatu dengan caranya sendiri.
Di sisi lain, kesibukan orangtua sering menjadi salah satu tantangan untuk menciptakan quality time. Namun, bermain sebenarnya tidak harus selalu dilakukan dengan menyediakan waktu berjam-jam atau menyiapkan aktivitas khusus.
Memasak bersama, membereskan mainan, melakukan perjalanan, hingga menunggu di suatu tempat dapat menjadi kesempatan bermain ketika orangtua ikut terlibat dan memberikan ruang bagi anak untuk bereksplorasi.
Konsep inilah yang diangkat LEGO Online Official Store melalui sesi livestream “Build & Bond: Yuk Main Bareng!” pada 27 Juli 2026, berkolaborasi dengan Shopee Live Superstar.
Menghadirkan Citra Kirana, Tara Ayu Cempaka, Maria Florencia, serta parenting expert dan Montessori Educator Cici Desri, sesi tersebut membahas bagaimana aktivitas sederhana sehari-hari dapat diubah menjadi momen bermain yang menyenangkan sekaligus memberikan stimulasi bagi anak.
Bermain Juga Bisa Menjadi Waktu Bonding
Selain membantu anak mengembangkan keterampilan, bermain memiliki manfaat lain yang tidak kalah penting: menciptakan ruang bagi orangtua dan anak untuk terhubung.
Ketika bermain bersama, orangtua dapat melihat apa yang menarik perhatian anak, bagaimana mereka menghadapi kegagalan, apa yang membuat mereka penasaran, hingga bagaimana mereka menyelesaikan sebuah masalah.
Bahkan, AAP menyebut interaksi bermain antara anak dan orangtua dapat membantu membangun hubungan yang aman sekaligus membantu mengatur respons tubuh terhadap stres.
Hal tersebut menunjukkan bahwa quality time tidak selalu harus diwujudkan melalui aktivitas besar. Terkadang, duduk bersama dan membangun sesuatu dari balok, membaca cerita, atau mengikuti imajinasi anak sudah cukup untuk menciptakan momen yang berarti.
Citra Kirana juga membagikan pengalamannya menjadikan LEGO sebagai salah satu aktivitas bersama putranya, Athar. Ketertarikan Athar terhadap hewan dapat disalurkan melalui LEGO set bertema hewan. Bahkan ketika bepergian bersama keluarga ke New Zealand menggunakan camper van, LEGO set turut dibawa sebagai aktivitas bermain sekaligus sarana menghabiskan waktu bersama.
Mengapa Bermain Perlu Mendapat Ruang Lebih Besar?
Di tengah semakin banyaknya distraksi digital dan meningkatnya perhatian orangtua terhadap screen time, menyediakan ruang untuk bermain secara langsung menjadi semakin relevan.
Bukan berarti seluruh aktivitas digital harus dihilangkan. Namun, memberikan keseimbangan antara aktivitas terstruktur, waktu bersama orangtua, aktivitas fisik, dan permainan bebas dapat membantu anak memiliki pengalaman belajar yang lebih beragam.
Melalui kampanye “Main dan Jadi Hebat”, LEGO Playground juga menekankan bahwa bermain dapat menjadi fondasi untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan memecahkan masalah, ketangguhan, hingga keterampilan sosial.
Temuan dalam LEGO Play Well Report 2026 turut menunjukkan bahwa 99 persen orangtua di Indonesia percaya bermain berperan penting dalam menciptakan kebahagiaan, kesejahteraan, dan kedekatan keluarga. Sebanyak 82 persen orangtua bahkan menilai manfaat bermain perlu semakin diprioritaskan.
Pada akhirnya, bermain bukan berarti menunda proses belajar. Justru melalui bermain, anak menemukan cara belajarnya sendiri. Mereka belajar mencoba ketika gagal, mencari solusi ketika menghadapi masalah, berkomunikasi ketika bermain bersama, dan membangun keberanian untuk mengeksplorasi sesuatu yang baru.
Dan bagi orangtua, mungkin inilah pengingat paling sederhana: tidak selalu dibutuhkan aktivitas yang mahal atau rumit untuk mendukung tumbuh kembang anak. Terkadang, yang paling dibutuhkan hanyalah waktu untuk duduk bersama, bermain, dan membiarkan anak menunjukkan kepada kita bagaimana mereka melihat dunia.