Fimela.com, Jakarta - Bagi anak, bermain bukan sekadar cara untuk menghabiskan waktu. Saat berlari, melompat, menjaga keseimbangan, atau memanjat, anak sebenarnya sedang menggunakan dan mengembangkan berbagai kemampuan motoriknya. Karena itu, aktivitas bermain juga dapat menjadi kesempatan bagi orangtua maupun tenaga profesional untuk melihat bagaimana perkembangan motorik anak berlangsung secara alami.
Pendekatan inilah yang dihadirkan WM Center melalui layanan fisioterapi anak di cabang terbarunya di kawasan Puri. Diperkenalkan melalui acara Mission to Shine #Let’s Explore, layanan ini mengusung pendekatan child-centered yang membuat proses screening perkembangan anak terasa lebih nyaman dan menyenangkan.
Anak-anak tidak langsung berhadapan dengan suasana assessment yang formal. Mereka justru diajak mengeksplorasi mini playground bertema planet dan luar angkasa dengan berbagai aktivitas yang mendorong mereka untuk bergerak secara aktif.
Di balik aktivitas tersebut, fisioterapis anak WM Center melakukan observasi terhadap sejumlah aspek perkembangan. Mulai dari postur tubuh, keseimbangan, koordinasi gerak, hingga kemampuan motorik dapat diamati ketika anak melakukan aktivitas secara natural.
Screening yang Lebih Ramah bagi Anak
Pendekatan seperti ini memungkinkan fisioterapis melihat bagaimana anak bergerak ketika berada dalam situasi yang lebih familiar bagi mereka. Dengan demikian, proses observasi tidak hanya melihat kemampuan anak berdasarkan instruksi, tetapi juga bagaimana mereka bereaksi, mengeksplorasi lingkungan, dan menggunakan tubuhnya ketika bermain.
Bagi sebagian anak, berada di lingkungan klinis dan mengikuti serangkaian pemeriksaan dapat menjadi pengalaman yang membuat mereka kurang nyaman. Karena itu, menciptakan suasana yang menyenangkan dapat membantu anak lebih bebas menunjukkan kemampuan sebenarnya.
Melalui Mission to Shine, WM Center mencoba menghadirkan pengalaman screening yang tidak terasa seperti pemeriksaan. Anak tetap dapat bermain dan bereksplorasi, sementara fisioterapis mengamati berbagai pola gerakan yang muncul selama aktivitas.
Hasil observasi tersebut kemudian menjadi bahan diskusi antara fisioterapis dan orangtua. Selain melihat area yang mungkin perlu dioptimalkan, orangtua juga diajak mengenali kekuatan serta kemampuan yang sudah dimiliki anak.
Dengan cara ini, orangtua tidak hanya mendapatkan informasi mengenai hal yang perlu diperhatikan, tetapi juga memiliki gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan motorik anak.
Mengapa Observasi Perkembangan Motorik Penting?
Kemampuan motorik merupakan bagian penting dari tumbuh kembang anak karena berkaitan dengan kemampuan mereka melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Kemampuan seperti berjalan, berlari, melompat, menjaga keseimbangan, hingga mengoordinasikan gerakan tubuh berkembang secara bertahap.
Perbedaan kemampuan pada setiap anak juga merupakan hal yang wajar. Namun, ketika orangtua memiliki kekhawatiran mengenai pola gerak, postur, keseimbangan, atau kemampuan motorik anak, observasi bersama tenaga profesional dapat membantu memberikan pemahaman yang lebih tepat.
Fisioterapi anak tidak selalu berarti anak memiliki kondisi medis tertentu. Dalam konteks tumbuh kembang, fisioterapis juga dapat membantu mengidentifikasi area kemampuan yang dapat dioptimalkan serta memberikan rekomendasi aktivitas yang sesuai dengan kebutuhan anak.