Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, kesibukan sering kali menjadi alasan untuk melewatkan olahraga. Pekerjaan, kuliah, perjalanan, hingga berbagai aktivitas harian membuat waktu olahraga selama 30 menit atau satu jam terasa sulit dicari. Padahal, tetap aktif tidak selalu harus dilakukan dalam satu sesi olahraga yang panjang. Ada cara yang lebih fleksibel untuk memasukkan aktivitas fisik ke dalam keseharian, yaitu exercise snacking.
Dilansir dari Cleveland Clinic, exercise snacking merupakan aktivitas fisik singkat yang dilakukan beberapa kali sepanjang hari. Bentuknya dapat berupa gerakan yang cukup intens selama sekitar satu hingga dua menit, kemudian dilakukan kembali setelah jeda beberapa waktu. Konsep ini dirancang agar aktivitas fisik lebih mudah disisipkan ke dalam rutinitas sehari-hari, terutama bagi orang yang kesulitan menyediakan waktu olahraga khusus.
Berbeda dengan workout biasa yang umumnya dilakukan dalam satu sesi, exercise snacking justru membagi aktivitas menjadi beberapa bagian kecil. Misalnya, kamu bisa menggunakan waktu istirahat untuk naik-turun tangga selama beberapa menit, melakukan squat, atau berjalan lebih cepat.
Menariknya, konsep ini tidak mengharuskan kamu pergi ke gym atau memiliki banyak peralatan olahraga. Yang terpenting adalah menemukan kesempatan untuk bergerak di antara aktivitas yang sudah ada, terutama ketika waktu olahraga khusus sulit disediakan.
Contoh Exercise Snacking yang Bisa Dilakukan Sehari-hari
Exercise snacking menjadi menarik karena aktivitasnya dapat disesuaikan dengan situasi sehari-hari. Sahabat Fimela tidak harus menyiapkan pakaian olahraga atau pergi ke tempat fitness untuk mencobanya. Justru, konsep ini bisa dimulai dari kesempatan kecil yang muncul di tengah rutinitas.
Misalnya, setelah menyelesaikan pekerjaan di depan laptop, manfaatkan waktu beberapa menit untuk berjalan mengelilingi ruangan atau naik-turun tangga. Ketika memiliki jeda di antara aktivitas, kamu juga bisa melakukan beberapa gerakan seperti bodyweight squat, lunges, jumping jacks, atau push-up. Jika dilakukan dengan intensitas yang cukup menantang, gerakan singkat tersebut dapat menjadi bagian dari exercise snacking.
Namun, bukan berarti semua aktivitas harus dilakukan dengan intensitas tinggi. Pilih gerakan yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi tubuh. Jika baru mulai berolahraga, tidak perlu langsung melakukan gerakan yang berat. Jalan cepat atau beberapa repetisi squat bisa menjadi pilihan yang lebih sederhana.
Kamu juga dapat membuat jadwal kecil agar lebih konsisten. Contohnya, satu sesi setelah sarapan, satu sesi di sela pekerjaan, dan satu sesi menjelang sore. Dengan cara tersebut, aktivitas fisik terasa seperti bagian dari rutinitas, bukan tugas tambahan yang harus diselesaikan.
Kuncinya adalah memanfaatkan waktu yang biasanya terlewat begitu saja. Daripada duduk terus selama berjam-jam, coba gunakan beberapa menit untuk membuat tubuh kembali bergerak.
Biar Konsisten, Mulai Exercise Snacking Secara Perlahan
Sahabat Fimela, meski exercise snacking hanya membutuhkan waktu singkat, konsistensi tetap menjadi bagian penting. Melakukan beberapa gerakan sekali dalam seminggu tentu berbeda dengan menjadikannya kebiasaan yang dilakukan secara rutin. Karena itu, jangan terlalu fokus pada seberapa banyak gerakan yang bisa dilakukan dalam satu hari. Lebih baik mulai dari target kecil yang realistis.
Jika sehari-hari banyak menghabiskan waktu duduk, misalnya, kamu bisa membuat pengingat untuk berdiri dan bergerak setiap beberapa waktu. Pilih satu atau dua gerakan yang paling nyaman, kemudian lakukan selama beberapa menit. Setelah tubuh mulai terbiasa, durasi atau intensitasnya dapat ditingkatkan secara perlahan.
Sebelum melakukan gerakan yang intens, jangan lupa melakukan pemanasan singkat. Hindari langsung melakukan gerakan berat setelah duduk dalam waktu lama. Beri kesempatan tubuh untuk bergerak secara bertahap terlebih dahulu.
Pada akhirnya, exercise snacking menawarkan cara yang lebih fleksibel untuk tetap aktif. Kamu tidak harus menunggu punya waktu kosong satu jam untuk mulai bergerak. Beberapa menit di antara pekerjaan, perjalanan, atau aktivitas lainnya pun bisa dimanfaatkan.
Dengan membiasakan diri mencicil gerakan sepanjang hari, olahraga terasa lebih mudah didekatkan dengan kehidupan sehari-hari. Sedikit demi sedikit, tubuh tetap aktif tanpa harus menunggu waktu yang benar-benar luang.