Fimela.com, Jakarta - Selama ini, ruang yang terlihat estetik sering dikaitkan dengan tampilan minimalis, rapi, dan minim barang. Namun, cluttercore menawarkan pendekatan yang berbeda. Gaya ini justru menjadikan ruang yang penuh dengan dekorasi, koleksi, dan berbagai benda personal sebagai bagian dari daya tariknya. Cluttercore pun mulai dilihat sebagai bagian dari gaya hidup yang lebih bebas dalam mengekspresikan selera.
Dilansir dari Architectural Digest, cluttercore merupakan estetika yang merayakan tampilan maksimalis dengan menghadirkan berbagai benda yang memiliki nilai personal atau sentimental. Penataannya memang terlihat ramai, tetapi setiap elemen dapat merepresentasikan minat dan kepribadian pemilik ruang.
Sementara itu, Dilansir dari House Beautiful menjelaskan bahwa cluttercore bukan sekadar memenuhi ruangan dengan barang. Estetika ini tetap membutuhkan pertimbangan dalam memilih dan menata benda agar tampilan yang dihasilkan terasa disengaja.
Karena itu, cluttercore dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang menawarkan kebebasan dalam mengekspresikan diri. Ruang yang penuh tidak lagi selalu dianggap sebagai sesuatu yang harus disembunyikan, melainkan dapat menjadi tempat untuk menunjukkan karakter, kenangan, dan hal-hal yang disukai.
Lebih dari Dekorasi, Cluttercore Jadi Cara Menunjukkan Karakter
Di balik tampilannya yang ramai, cluttercore memiliki sisi personal yang membuatnya berbeda dari sekadar tren dekorasi. Buku yang sering dibaca, foto bersama orang terdekat, koleksi dari hobi tertentu, hingga benda pemberian seseorang dapat menjadi bagian dari tampilan ruang. Kehadiran berbagai benda tersebut membuat ruangan terasa memiliki cerita.
Dilansir dari The Spruce, dekorasi rumah dapat menjadi cara untuk menunjukkan kepribadian melalui pilihan warna, benda, dan gaya yang digunakan. Hal ini sejalan dengan konsep cluttercore yang memberikan kebebasan untuk menampilkan berbagai barang yang dianggap memiliki arti.
Estetika ini juga menawarkan perspektif berbeda mengenai ruang yang ideal. Jika sebelumnya ruangan yang rapi dan minim barang kerap dianggap lebih menarik, cluttercore justru memberikan ruang bagi tampilan yang lebih ramai dan tidak terlalu sempurna. Berbagai elemen dapat hadir berdampingan selama tetap terasa personal bagi pemiliknya.
Pada akhirnya, daya tarik cluttercore bukan hanya terletak pada banyaknya barang, tetapi pada cerita yang melekat di baliknya. Ruang menjadi lebih dari sekadar tempat beraktivitas, melainkan sebuah gambaran kecil tentang karakter, minat, dan pengalaman seseorang.
Bikin Ruang Lebih Ekspresif dengan Sentuhan Cluttercore
Menerapkan cluttercore di rumah tidak selalu berarti harus menambah banyak barang baru. Berbagai benda yang sudah dimiliki dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari dekorasi, mulai dari buku, foto, poster, tanaman, hingga koleksi pribadi. Kuncinya adalah menampilkan benda-benda tersebut secara berlapis sehingga menciptakan kesan ruang yang penuh dan hidup.
Dilansir dari Architectural Digest, salah satu daya tarik cluttercore terletak pada penggunaan barang-barang yang memiliki makna personal. Karena itu, dekorasi tidak harus mengikuti satu gaya tertentu selama mampu merepresentasikan selera pemilik ruang.
Agar tampilan tidak berubah menjadi sekadar berantakan, penataan tetap perlu diperhatikan. Dilansir dari House Beautiful, Penggunaan berbagai elemen dekoratif dengan mempertimbangkan komposisi, warna, dan tekstur. Rak, meja, atau dinding dapat menjadi area untuk mengelompokkan benda berdasarkan ukuran maupun visualnya.
Selain itu, menyisakan sedikit ruang kosong juga dapat membantu menciptakan keseimbangan. Dengan begitu, suasana maksimalis tetap terasa terarah dan nyaman untuk dipandang, tanpa membuat ruangan terasa terlalu sesak atau kehilangan fokus visual. Penempatan dekorasi juga dapat disesuaikan dengan ukuran ruang dan kebutuhan sehari-hari.