Fimela.com, Jakarta - Tren minuman di kalangan Gen Z kini tidak hanya soal rasa atau tampilan yang menarik untuk diunggah ke media sosial. Di tengah meningkatnya kesadaran terhadap gaya hidup, pilihan minuman juga mulai mempertimbangkan kandungan gula, kalori, hingga bagaimana produk tersebut sesuai dengan keseharian.
Salah satu tren yang semakin mendapat perhatian adalah minuman zero sugar atau tanpa gula. Konsep ini menawarkan alternatif bagi mereka yang tetap ingin menikmati minuman dengan rasa manis tanpa tambahan gula seperti pada minuman bersoda konvensional.
Perubahan preferensi tersebut sejalan dengan tren minuman global. Dalam 2025 State of Beverages Report dari Keurig Dr Pepper, 72 persen Gen Z mengaku mencoba minuman baru setidaknya sebulan sekali, dibandingkan 44 persen konsumen secara keseluruhan. Laporan yang sama juga menunjukkan bahwa 75 persen Gen Z terbiasa melakukan kustomisasi terhadap minuman yang mereka konsumsi. (Media | Keurig Dr Pepper)
Artinya, Gen Z tidak hanya mencari minuman untuk melepas dahaga, tetapi juga melihatnya sebagai bagian dari gaya hidup dan ekspresi personal. Menariknya, laporan tersebut menemukan bahwa rasa tetap menjadi faktor penting. Sebanyak 59 persen konsumen menyebut rasa baru sebagai pemicu utama untuk mencoba minuman, sementara 29 persen mempertimbangkan atribut rendah atau tanpa gula. (Media | Keurig Dr Pepper)
Tren Serupa Terjadi di Indonesia
Di Indonesia, kecenderungan terhadap minuman rendah gula juga mulai terlihat. Penelitian IPB University pada 2025 yang melibatkan 100 responden Gen Z di Jakarta menemukan bahwa kesadaran kesehatan, pengetahuan mengenai produk, media sosial, dan ketersediaan produk berpengaruh signifikan terhadap frekuensi konsumsi minuman rendah gula. (IPB Repository)
Perhatian terhadap konsumsi gula sendiri bukan tanpa alasan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar konsumsi free sugars dibatasi kurang dari 10 persen kebutuhan energi harian, dengan pengurangan hingga di bawah 5 persen dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan. (World Health Organization)
Namun, tren zero sugar juga tidak berarti bahwa semua minuman tanpa gula otomatis lebih sehat. WHO menekankan pentingnya pola makan secara keseluruhan, sementara pilihan pemanis non-gula sebaiknya tidak menjadi satu-satunya strategi untuk mengontrol berat badan. Karena itu, membaca informasi nutrisi dan tetap memperhatikan pola konsumsi secara menyeluruh menjadi hal penting.
Pilihan Minuman Tanpa Gula
Melihat perubahan tersebut, PT Ikaria Multirasa Group melalui ZOZO menghadirkan pilihan minuman soda zero sugar dan zero calorie untuk konsumen Indonesia. Setelah sekitar 20 bulan sejak diluncurkan, ZOZO kini memiliki tiga varian, yakni cola, mixer, dan soda water, yang telah tersedia di Jabodetabek, Bali, Bandung, dan Surabaya.
Founder ZOZO, Yanni Sialas, melihat perubahan preferensi tersebut sebagai peluang baru di industri minuman.
“Konsumen muda secara signifikan mencari minuman zero sugar dan lebih mempertimbangkan kesehatan,” ujar Yanni.
ZOZO menggunakan stevia sebagai pemanis dan telah menjalani pengujian laboratorium serta memenuhi ketentuan regulasi terkait klaim zero sugar dan zero calorie. Ke depan, ZOZO juga berencana memperluas pilihan hingga enam varian sebagai bagian dari upayanya menjadi salah satu pilihan minuman nonalkohol yang lebih beragam.
CEO PT Taurus Gemilang, Budi Purnomo, menilai potensi bisnis minuman tidak hanya ditentukan oleh tren sesaat, tetapi juga kemampuan sebuah brand membaca perubahan konsumen. Sementara itu, Naiman Global, yang menjadi penasihat strategis dalam investasi tersebut, melihat perkembangan ZOZO sebagai bagian dari peluang pertumbuhan bisnis minuman yang semakin dinamis.
Pada akhirnya, tren zero sugar menunjukkan bahwa pilihan minuman Gen Z semakin personal. Mereka tetap menginginkan rasa dan pengalaman yang menyenangkan, tetapi pada saat yang sama mulai lebih sadar terhadap apa yang dikonsumsi. Bagi industri minuman, perubahan ini menjadi sinyal bahwa masa depan bukan sekadar tentang membuat produk yang enak, tetapi juga menghadirkan pilihan yang relevan dengan gaya hidup generasi baru.