Sukses

Food

Cara Mengurangi Cipratan Minyak Tanpa Alat Khusus, Dapur Tetap Bersih dan Memasak Lebih Aman

ringkasan

  • Keringkan bahan makanan dan manfaatkan garam atau tepung untuk mengurangi kelembapan pemicu cipratan minyak.
  • Atur suhu minyak dengan api sedang dan pilih wajan yang memiliki sisi tinggi atau cekung untuk meminimalisir percikan.
  • Masukkan bahan makanan dengan hati-hati dan gunakan penutup wajan sebagai pelindung untuk menjaga keamanan serta kebersihan dapur.

Fimela.com, Jakarta - Cipratan minyak dapat terjadi ketika air pada bahan makanan bersentuhan dengan minyak panas. Air yang terkena panas tinggi dapat berubah menjadi uap dengan cepat dan mengganggu permukaan minyak sehingga memicu percikan.

Cipratan dapat dikurangi tanpa menggunakan alat khusus dengan mengendalikan jumlah air pada bahan, cara memasukkannya ke dalam minyak, serta kondisi penggorengan. Beberapa kebiasaan sederhana berikut dapat membantu membuat proses menggoreng lebih terkendali.

Selengkapnya dilansir Fimela.com dari berbagai sumber, Rabu (9/9).

1. Keringkan Bahan Makanan Sebelum Digoreng

Air pada permukaan bahan makanan merupakan salah satu faktor yang dapat memicu cipratan ketika bahan dimasukkan ke dalam minyak panas. Air yang bersentuhan dengan minyak bersuhu tinggi dapat berubah menjadi uap dengan cepat dan mendorong minyak di sekitarnya.

Karena itu, tiriskan dan keringkan permukaan bahan sebelum digoreng. Tisu dapur dapat digunakan untuk menyerap air berlebih pada bahan seperti ikan, ayam, tahu, tempe, atau sayuran.

Bahan tidak harus benar-benar kering hingga bagian dalamnya. Fokus utamanya adalah mengurangi air bebas pada permukaan yang akan langsung bersentuhan dengan minyak panas.

2. Tiriskan Bahan yang Baru Dicuci

Bahan makanan yang baru dicuci biasanya masih memiliki air pada permukaannya. Jika langsung dimasukkan ke dalam minyak panas, air tersebut dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya percikan.

Tiriskan bahan terlebih dahulu setelah dicuci agar air berlebih tidak ikut masuk ke dalam minyak. Untuk bahan yang permukaannya masih basah, keringkan dengan tisu dapur sebelum digoreng.

Langkah ini terutama penting untuk bahan dengan permukaan yang mudah menahan air. Semakin sedikit air bebas yang masuk ke dalam minyak panas, semakin kecil sumber yang dapat memicu percikan.

3. Masukkan Bahan Makanan Secara Perlahan

Cara memasukkan bahan juga berpengaruh terhadap gerakan minyak di dalam wajan. Bahan yang dijatuhkan dari ketinggian dapat membuat minyak bergerak dan meningkatkan kemungkinan percikan keluar dari wajan.

Masukkan bahan secara perlahan dan sedekat mungkin dengan permukaan minyak, tetapi tetap jauhkan tangan dari minyak panas. Gunakan alat masak yang sesuai apabila bahan berukuran besar atau sulit dimasukkan dengan aman.

Hindari gerakan mendadak, terutama jika permukaan bahan masih memiliki air. Memasukkan bahan dengan lebih terkendali membantu mengurangi gangguan pada permukaan minyak saat proses penggorengan dimulai.

4. Kendalikan Suhu Minyak

Suhu minyak merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan selama proses penggorengan. Minyak yang sangat panas dapat membuat proses penguapan air berlangsung lebih cepat ketika air dari bahan makanan bersentuhan dengannya.

Karena itu, kendalikan panas sesuai jenis makanan yang sedang dimasak dan hindari memanaskan minyak secara berlebihan. Jika minyak mulai berasap, turunkan panas dan jangan biarkan minyak terus dipanaskan tanpa bahan makanan.

Pengaturan suhu juga penting untuk keselamatan karena minyak yang terlalu panas dapat mencapai kondisi yang berisiko terbakar. Jangan meninggalkan minyak yang sedang dipanaskan tanpa pengawasan.

5. Masukkan Bahan Secara Bertahap

Memasukkan terlalu banyak bahan sekaligus dapat membuat proses penggorengan menjadi lebih sulit dikendalikan. Wajan yang terlalu penuh juga dapat membuat minyak bergerak lebih banyak dan meningkatkan risiko minyak meluap.

Masukkan bahan secara bertahap sesuai kapasitas wajan. Berikan ruang yang cukup agar bahan tidak terlalu bertumpukan dan kamu dapat mengontrol proses penggorengan dengan lebih mudah.

Cara ini juga membantu menjaga proses penggorengan tetap terkendali ketika bahan memiliki kandungan air yang cukup tinggi. Namun, jumlah bahan tetap perlu disesuaikan dengan ukuran wajan dan banyaknya minyak yang digunakan.

6. Jangan Menuangkan Air ke Minyak Panas

Air dan minyak panas perlu dipisahkan selama proses memasak. Ketika air masuk ke dalam minyak yang bersuhu tinggi, air dapat berubah menjadi uap dengan cepat dan mendorong minyak sehingga menghasilkan percikan.

Karena itu, jangan menggunakan air untuk mencoba menghentikan atau mengurangi cipratan minyak. Air yang masuk ke minyak panas justru dapat menyebabkan percikan yang lebih besar dan meningkatkan risiko luka bakar.

Prinsip yang sama berlaku ketika menangani minyak yang terbakar. Jangan menyiram minyak dengan air karena tindakan tersebut dapat menyebabkan minyak panas menyebar dan memperbesar api.

7. Pilih Wajan yang Cukup Dalam

Pemilihan wajan dapat membantu mengendalikan percikan tanpa memerlukan alat khusus. Wajan dengan sisi yang cukup tinggi memberikan ruang lebih besar antara permukaan minyak dan bagian atas wajan sehingga percikan lebih sulit keluar.

Gunakan wajan yang ukurannya sesuai dengan jumlah bahan dan minyak yang digunakan. Hindari mengisi minyak terlalu dekat dengan tepi wajan karena bahan makanan yang dimasukkan dapat membuat permukaan minyak naik.

Wajan yang lebih dalam tidak dapat menghilangkan cipratan sepenuhnya. Karena itu, tetap keringkan bahan, masukkan makanan secara perlahan, dan kendalikan suhu minyak selama memasak.

8. Gunakan Tutup Wajan dengan Hati-Hati

Tutup wajan dapat digunakan sebagai penghalang untuk membatasi percikan minyak dalam kondisi tertentu. Namun, penggunaannya perlu diperhatikan karena uap air dari makanan dapat mengembun menjadi titik air pada bagian dalam tutup.

Air yang kembali masuk ke minyak panas berpotensi menimbulkan percikan. Karena itu, jangan menggunakan tutup sebagai pengganti upaya mengeringkan bahan dan mengendalikan suhu minyak.

Jika tutup digunakan, tangani dengan hati-hati dan hindari membiarkan air kondensasi menetes ke dalam minyak. Tetap awasi proses memasak dan jangan pernah menggunakan air untuk menangani minyak yang terbakar.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengurangi Cipratan Minyak Tanpa Alat Khusus

Apakah mengeringkan bahan dapat mengurangi cipratan minyak?

Ya. Mengurangi air bebas pada permukaan bahan dapat membantu menekan kemungkinan terjadinya cipratan ketika bahan dimasukkan ke dalam minyak panas.

Mengapa minyak tidak boleh disiram air saat terbakar?

Air dapat berubah menjadi uap dengan sangat cepat ketika bersentuhan dengan minyak panas. Proses tersebut dapat mendorong minyak dan menyebabkan api serta percikan menyebar.

Apakah wajan yang lebih dalam bisa mencegah minyak menciprat?

Wajan yang cukup dalam dapat membantu menahan sebagian percikan agar tidak mudah keluar dari wajan. Namun, cara ini tidak menghilangkan cipratan sepenuhnya sehingga bahan tetap perlu dikeringkan dan suhu minyak perlu dikendalikan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading