Mengenal Urban Loneliness, Rasa Kesepian di Tengah tamainya Ibu Kota

Devita AdyaDiterbitkan 10 September 2026, 18:27 WIB

Fimela.com, Jakarta - Berada di tengah keramaian tidak selalu berarti merasa terhubung. Seseorang bisa menjalani aktivitas di kantor, menggunakan transportasi umum, bertemu banyak orang, hingga tinggal di lingkungan yang padat, tetapi tetap merasakan kesepian. Kondisi tersebut sering dikaitkan dengan istilah urban loneliness, yaitu rasa sepi yang muncul dalam kehidupan perkotaan.

Dilansir dari World Health Organization (WHO), kesepian merupakan perasaan subjektif ketika hubungan sosial yang dimiliki tidak sesuai dengan hubungan yang diinginkan atau dibutuhkan. WHO juga menyebutkan bahwa sekitar satu dari enam orang di dunia mengalami kesepian. Faktor seperti tinggal sendirian, perubahan hidup, lemahnya hubungan dengan komunitas, hingga kurangnya ruang untuk berinteraksi dapat berkontribusi terhadap kondisi tersebut.

Kehidupan kota dengan ritme yang cepat juga dapat membuat hubungan sosial terasa lebih dangkal. Kesibukan pekerjaan, perjalanan panjang, dan aktivitas yang padat membuat waktu untuk membangun koneksi bermakna menjadi terbatas. Karena itu, memiliki banyak kenalan tidak selalu sama dengan memiliki hubungan yang memberikan rasa dekat dan dipahami.

Di tengah rutinitas keramaian tersebut, seseorang tetap membutuhkan hubungan sosial yang berkualitas. Percakapan sederhana, waktu bersama orang terdekat, atau keterlibatan dalam komunitas dapat membantu menciptakan rasa terhubung agar terhindar dari kesepian.

2 dari 3 halaman

Saat Kesibukan Kota Membuat Hubungan Terasa Jauh

Berkomunikasi dengan banyak orang belum tentu memenuhi kebutuhan emosional jika hubungan yang terjalin tidak memberikan rasa dekat dan saling memahami. (Foto/Dok: Pexels)

Urban loneliness dapat muncul dari berbagai situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Jadwal kerja yang padat, perjalanan yang melelahkan, serta tuntutan untuk terus produktif dapat membuat seseorang memiliki sedikit waktu untuk membangun hubungan yang lebih personal. Interaksi memang tetap terjadi, tetapi sering kali hanya sebatas percakapan singkat dengan rekan kerja, tetangga, atau orang yang ditemui dalam perjalanan.

Kondisi tempat tinggal juga dapat memengaruhi pengalaman seseorang. Tinggal di apartemen atau kawasan dengan banyak penghuni tidak otomatis membuat hubungan antarorang menjadi dekat.

Kesibukan masing-masing dapat membuat seseorang jarang berinteraksi dengan orang di sekitarnya. Akibatnya, lingkungan yang ramai justru dapat terasa asing dan tidak memberikan rasa memiliki.

Selain itu, media sosial dapat membuat seseorang terlihat selalu terhubung, tetapi belum tentu merasa benar-benar dekat dengan orang lain. Melihat aktivitas teman secara online juga tidak selalu menggantikan percakapan yang mendalam.

Pada akhirnya, kualitas hubungan menjadi hal yang penting. Memiliki beberapa orang yang dapat dipercaya dan diajak berbagi cerita bisa terasa lebih berarti daripada memiliki banyak kenalan tanpa kedekatan emosional.

3 dari 3 halaman

Membangun Koneksi agar Tidak Terjebak Urban Loneliness

Mengenali kebutuhan sosial dan meluangkan waktu untuk terhubung dengan orang lain dapat menjadi langkah sederhana menghadapi kesepian di tengah kehidupan kota. (Foto/Dok: Pexels)

Menghadapi urban loneliness tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Langkah sederhana dapat dimulai dengan lebih aktif membangun hubungan dengan orang di sekitar. Misalnya, meluangkan waktu untuk bertemu teman, menghubungi keluarga, mengikuti komunitas, atau sekadar berbincang dengan tetangga. Hubungan yang dibangun secara konsisten dapat memberikan rasa memiliki dan membuat seseorang merasa tidak menjalani kehidupan sendirian.

Meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas di luar rutinitas juga dapat membantu. Seperti mengikuti kelas, berolahraga bersama, menghadiri kegiatan komunitas, atau mengunjungi ruang publik bisa menjadi kesempatan untuk bertemu orang baru. Namun, membangun koneksi tidak harus selalu dilakukan dalam kelompok besar. Percakapan sederhana dengan satu orang yang dipercaya juga dapat memberikan rasa nyaman.

Selain mencari koneksi dengan orang lain, penting untuk mengenali perasaan sendiri. Rasa sepi sesekali merupakan hal yang wajar, tetapi jangan mengabaikannya jika berlangsung terlalu lama. Berikan ruang untuk beristirahat, seperti melakukan kegiatan yang disukai, dan menjaga komunikasi dengan orang terdekat.

Pada akhirnya, hidup di kota yang ramai bukan hanya tentang berada di antara banyak orang, tetapi juga memiliki hubungan yang membuat kita merasa dilihat, didengar, dan diterima.