Fimela.com, Jakarta - Menjalani hari yang padat tentu membutuhkan kondisi tubuh yang prima. Salah satu cara sederhana untuk mempersiapkan tubuh menghadapi aktivitas esok hari adalah membangun rutinitas malam yang lebih teratur. Rutinitas ini tidak harus rumit, tetapi sebaiknya dilakukan secara konsisten agar tubuh memiliki waktu untuk beristirahat dan bersiap memasuki waktu tidur.
Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), orang dewasa umumnya membutuhkan setidaknya tujuh jam tidur setiap malam. CDC juga merekomendasikan jadwal tidur yang konsisten, membatasi penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur, serta menjaga kamar tetap tenang dan nyaman.
Kebiasaan seperti menentukan waktu tidur yang relatif sama, mengurangi aktivitas yang terlalu melelahkan, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman dapat membantu tubuh beralih dari kondisi aktif menuju waktu istirahat.
Dengan membangun rutinitas malam yang lebih teratur, waktu sebelum tidur dapat menjadi kesempatan untuk menenangkan pikiran sekaligus mempersiapkan tubuh. Ketika kualitas istirahat lebih terjaga, pagi hari pun dapat dimulai dengan kondisi yang lebih segar dan siap menjalani berbagai aktivitas.
Kurangi Screen Time Sebelum Tidur agar Malam Lebih Berkualitas
Ponsel sering menjadi teman terakhir sebelum tidur. Kebiasaan memeriksa media sosial, membalas pesan, menonton video, atau membaca berbagai informasi terkadang membuat waktu tidur semakin mundur. Tanpa disadari, seseorang bisa menghabiskan waktu lebih lama di depan layar dibandingkan yang direncanakan.
Karena itu, mengurangi screen time menjelang tidur dapat menjadi bagian dari rutinitas malam yang lebih sehat. Tidak harus langsung berhenti menggunakan ponsel sepenuhnya. Langkah sederhana dapat dimulai dengan menentukan batas waktu penggunaan perangkat, kemudian menggantinya dengan aktivitas yang lebih menenangkan.
Misalnya, satu jam sebelum tidur dapat digunakan untuk membaca buku, melakukan perawatan kulit, merapikan kamar, atau sekadar berbincang santai dengan keluarga. Ponsel juga dapat diletakkan sedikit lebih jauh dari tempat tidur agar tidak terus-menerus tergoda untuk memeriksa notifikasi.
Kebiasaan tersebut dapat membantu menciptakan batas yang lebih jelas antara waktu beraktivitas dan waktu beristirahat. Ketika malam tidak lagi dipenuhi berbagai distraksi digital, tubuh memiliki kesempatan untuk memasuki suasana yang lebih tenang.
Dengan membatasi penggunaan layar secara bertahap, rutinitas malam dapat terasa lebih nyaman dan membantu seseorang memberikan perhatian lebih pada kebutuhan tubuh untuk beristirahat.
Luangkan Waktu untuk Menenangkan Pikiran Sebelum Tidur
Bukan hanya tubuh yang membutuhkan waktu untuk beristirahat, pikiran juga perlu diberi kesempatan untuk berhenti sejenak setelah menjalani berbagai aktivitas sepanjang hari. Pekerjaan, tugas, percakapan, hingga berbagai hal yang belum selesai terkadang masih terbawa ke tempat tidur dan membuat pikiran sulit benar-benar rileks.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah membuat waktu khusus untuk menenangkan diri sebelum tidur. Aktivitas sederhana seperti menarik napas perlahan, membaca buku, melakukan peregangan ringan, atau mendengarkan musik yang menenangkan dapat membantu menciptakan suasana malam yang lebih nyaman.
Menuliskan hal-hal yang masih ada di pikiran juga bisa menjadi pilihan. Buat catatan singkat mengenai tugas atau hal yang perlu dilakukan keesokan hari agar tidak terus dipikirkan saat berada di tempat tidur. Tidak perlu menulis panjang, cukup mencatat beberapa hal penting yang ingin diingat.
Rutinitas ini bukan berarti semua masalah harus selesai sebelum tidur. Tujuannya adalah memberikan jeda agar tubuh dan pikiran tidak terus berada dalam mode bekerja. Dengan memberikan waktu untuk memperlambat aktivitas, malam dapat menjadi momen untuk melepaskan kepenatan dan mempersiapkan diri menghadapi hari berikutnya dengan lebih tenang.