Fimela.com, Jakarta - Setelah menjalani latihan intens atau olahraga dalam waktu cukup lama, tubuh tentu membutuhkan waktu untuk kembali pulih. Bukan hanya otot yang terasa lelah, kaki juga bisa terasa berat, pegal, bahkan sedikit bengkak. Karena itu, recovery olahraga menjadi bagian penting dalam rutinitas olahraga, terutama bagi atlet yang harus kembali berlatih dalam waktu dekat.
Dilansir dari Cleveland Clinic, terapi kompresi dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah pada bagian kaki dan salah satu bentuknya menggunakan perangkat dengan bagian yang dapat mengembang untuk memberikan tekanan pada kaki. Perangkat semacam ini juga banyak digunakan oleh atlet, terutama setelah melakukan olahraga endurance.
Salah satu perangkat yang semakin sering terlihat dalam rutinitas recovery adalah compression boots. Bentuknya menyerupai sepatu bot besar yang digunakan hingga bagian kaki atau paha, tergantung jenis perangkatnya. Setelah dikenakan, alat akan memberikan tekanan secara bergantian pada bagian kaki.
Sensasinya mungkin terasa sedikit unik pada awal pemakaian. Kaki seperti dipeluk atau ditekan secara perlahan, kemudian dilepaskan kembali. Proses tersebut dilakukan secara berulang sehingga membuat sesi recovery terasa seperti mendapatkan pijatan ringan.
Menariknya, penggunaan compression boots tidak membutuhkan aktivitas fisik tambahan. Penggunanya cukup duduk atau berbaring sambil membiarkan alat bekerja. Inilah yang membuatnya menarik bagi orang yang ingin tetap memperhatikan recovery setelah sesi olahraga yang cukup melelahkan.
Bukan Sekadar Dipakai, Begini Cara Compression Boots Bekerja
Kalau dilihat sekilas, compression boots memang terlihat seperti alat yang cukup sederhana. Namun, sensasi tekanannya bukan sekadar membuat kaki terasa nyaman. Perangkat ini menggunakan sistem pneumatic compression, yaitu tekanan udara yang diberikan secara bergantian pada bagian kaki.
Saat digunakan, bagian dalam boots akan mengembang dan memberikan tekanan pada kaki, lalu mengempis sebelum kembali memberikan tekanan. Siklus tersebut terus berlangsung selama sesi recovery. Cara kerjanya membuat compression boots terasa seperti pijatan yang datang secara bergantian dari satu bagian kaki ke bagian lainnya.
Tekanan yang diberikan juga membantu mendukung pergerakan darah dari area kaki. Pada dasarnya, kompresi pada kaki dapat membantu mencegah darah dan cairan berkumpul terlalu lama di bagian bawah tubuh. Karena itu, terapi kompresi juga digunakan dalam berbagai kebutuhan medis, meski perangkat recovery untuk olahraga memiliki penggunaan yang berbeda.
Bagi atlet, perhatian terhadap sirkulasi menjadi salah satu alasan compression boots digunakan setelah latihan. Ketika kaki sudah bekerja keras selama berlari, bersepeda, bermain olahraga tertentu, atau melakukan latihan intens, recovery menjadi waktu untuk membantu tubuh kembali ke kondisi yang lebih nyaman.
Sensasi tekanan yang muncul juga membuat banyak orang menganggapnya sebagai bagian dari ritual setelah olahraga. Setelah latihan selesai, tinggal mengenakan boots, duduk dengan nyaman, lalu membiarkan alat bekerja selama beberapa saat.
Namun, compression boots bukan pengganti istirahat, tidur cukup, hidrasi, atau pemulihan yang tepat. Alat ini lebih cocok dilihat sebagai salah satu bagian tambahan dalam rutinitas recovery.
Mengapa Compression Boots Banyak Dipilih untuk Recovery?
Popularitas compression boots tidak lepas dari perubahan cara orang memandang olahraga. Jika dulu perhatian lebih banyak diberikan pada latihan dan pencapaian target, kini recovery juga mulai dianggap sebagai bagian penting dari perjalanan olahraga.
Bagi atlet, waktu pemulihan bisa menjadi sangat berharga. Mereka perlu menjaga kondisi tubuh agar siap kembali berlatih tanpa mengabaikan kebutuhan untuk beristirahat. Compression boots pun menjadi salah satu pilihan yang dapat digunakan sebagai pelengkap setelah sesi latihan.
Selain atlet profesional, perangkat ini juga mulai menarik perhatian orang yang rutin berolahraga. Mereka yang gemar melakukan olahraga seperti lari, gym, cycling, atau latihan dengan intensitas tinggi mungkin pernah melihat penggunaan compression boots di pusat kebugaran maupun tempat recovery.
Meski begitu, bukan berarti semakin lama atau semakin sering menggunakan compression boots akan selalu membuat recovery menjadi lebih baik. Durasi dan tingkat tekanan sebaiknya mengikuti petunjuk perangkat dan kebutuhan masing-masing. Jika muncul rasa sakit, mati rasa, atau ketidaknyamanan, penggunaannya sebaiknya dihentikan.
Bagi orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, terutama yang berkaitan dengan sirkulasi darah, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menggunakan perangkat kompresi. Compression therapy sendiri dapat memiliki manfaat maupun risiko tertentu, sehingga penggunaannya tetap perlu dilakukan dengan tepat.
Compression boots bukanlah jalan pintas untuk menghilangkan rasa lelah setelah olahraga. Alat ini lebih tepat dipandang sebagai salah satu cara untuk melengkapi rutinitas recovery. Tetap ada hal-hal dasar yang tidak kalah penting, seperti tidur cukup, memenuhi kebutuhan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, dan memberikan tubuh waktu untuk beristirahat. Dengan begitu, recovery bukan hanya soal satu alat, tetapi bagaimana kita benar-benar memberi tubuh kesempatan untuk kembali bugar.