Hyperbaric Oxygen Therapy, Terapi Oksigen yang Membantu Mendukung Pemulihan Tubuh

Revania ImmanuelaDiterbitkan 16 September 2026, 20:03 WIB

Fimela.com, Jakarta - Istilah Hyperbaric Oxygen Therapy atau HBOT mungkin terdengar seperti salah satu tren wellness terbaru. Terapi ini memang semakin sering dibicarakan karena menggunakan oksigen dengan cara yang berbeda dari terapi oksigen biasa. Namun, HBOT sebenarnya merupakan terapi medis yang sudah digunakan untuk kondisi tertentu.

Dilansir dari Cleveland Clinic, HBOT dilakukan dengan menghirup oksigen 100 persen di dalam ruang khusus dengan tekanan udara sekitar dua hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan tekanan udara normal. Kondisi tersebut memungkinkan paru-paru mengambil lebih banyak oksigen untuk kemudian dibawa melalui darah menuju jaringan tubuh.

Lalu, mengapa tubuh membutuhkan oksigen tambahan dalam tekanan tinggi?

Oksigen memiliki peran penting dalam membantu jaringan tubuh menjalankan fungsinya. Ketika jaringan mengalami kerusakan atau membutuhkan proses penyembuhan, pasokan oksigen yang cukup dapat membantu mendukung proses tersebut.

Selama terapi oksigen, seseorang akan berada di dalam sebuah ruang bertekanan khusus. Bentuk ruangnya dapat berbeda, ada yang digunakan untuk satu orang dan ada pula yang dapat menampung beberapa pasien sekaligus. Pasien kemudian menghirup oksigen melalui sistem yang telah disediakan.

Sesi HBOT umumnya berlangsung sekitar satu hingga dua jam. Selama berada di dalam ruang tersebut, pasien biasanya cukup duduk atau berbaring. Sensasi yang mungkin terasa adalah tekanan pada telinga, mirip seperti ketika pesawat lepas landas atau mendarat.

 

2 dari 3 halaman

Bagaimana Hyperbaric Oxygen Therapy Bekerja?

Dengan tekanan udara yang lebih tinggi, HBOT memungkinkan tubuh mendapatkan oksigen dalam jumlah lebih banyak. Terapi ini digunakan untuk membantu menangani sejumlah kondisi medis tertentu. (Foto/Dok: Magnific)

Cara kerja HBOT sebenarnya cukup menarik. Ketika berada di dalam ruang bertekanan tinggi dan menghirup oksigen murni, jumlah oksigen yang masuk ke dalam tubuh menjadi jauh lebih banyak dibandingkan ketika menghirup udara biasa.

Oksigen tersebut kemudian dibawa oleh darah menuju berbagai bagian tubuh, termasuk jaringan yang mengalami kerusakan atau memiliki pasokan oksigen yang kurang. Kondisi ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung proses penyembuhan jaringan.

Salah satu alasan HBOT digunakan dalam dunia medis adalah untuk membantu penyembuhan luka tertentu. Terapi ini dapat menjadi bagian dari perawatan untuk luka yang sulit sembuh, termasuk beberapa jenis luka pada penderita diabetes. Selain itu, HBOT juga digunakan pada kondisi seperti keracunan karbon monoksida, penyakit dekompresi pada penyelam, cedera akibat radiasi, infeksi tulang tertentu, luka bakar, serta beberapa kondisi lainnya.

Dalam proses pemulihan, oksigen juga berperan dalam mendukung pembentukan jaringan baru. Peningkatan pasokan oksigen dapat membantu tubuh dalam proses pembentukan kulit, pembuluh darah, dan jaringan ikat baru pada kondisi yang memang sesuai untuk terapi ini.

Namun, bukan berarti HBOT dapat digunakan untuk semua kebutuhan pemulihan. Ada berbagai klaim mengenai penggunaannya untuk anti-aging, cedera olahraga, hingga sejumlah kondisi lainnya yang belum memiliki cukup bukti untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.

 

3 dari 3 halaman

HBOT Tidak Sekadar Tren Wellness, Ini yang Perlu Diperhatikan

Meski memiliki manfaat dalam kondisi medis tertentu, HBOT tetap merupakan terapi yang perlu dilakukan dengan pengawasan tenaga kesehatan dan tidak cocok untuk semua orang. (Foto/Dok: Magnific)

Sahabat Fimela, popularitas berbagai perawatan wellness membuat HBOT mungkin terlihat seperti pilihan untuk siapa saja yang ingin merasa lebih bugar. Namun, terapi ini sebenarnya memiliki prosedur dan pertimbangan medis yang tidak bisa diabaikan.

Sebelum menjalani HBOT, tenaga kesehatan biasanya akan menilai kondisi tubuh, alasan seseorang membutuhkan terapi, riwayat kesehatan, obat yang sedang dikonsumsi, hingga perangkat medis yang digunakan. Pemeriksaan tersebut penting untuk menentukan apakah terapi memang sesuai.

HBOT juga memiliki beberapa risiko yang harus kamu perhatikan, antara lain:

  • Tekanan di dalam ruang terapi dapat menyebabkan telinga terasa penuh atau sakit
  • Sementara sebagian orang dapat mengalami sinus tersumbat atau rasa tidak nyaman.
  • Pada kondisi tertentu, terapi juga dapat menyebabkan efek samping yang lebih serius seperti keracunan oksigen atau komplikasi lainnya.
  • Orang dengan kondisi kesehatan tertentu juga tidak dianjurkan menjalani terapi ini.

Karena itu, konsultasi dengan dokter menjadi langkah penting sebelum memutuskan untuk mencoba HBOT, terutama jika tujuannya bukan untuk kondisi yang sudah mendapatkan rekomendasi medis.

Hal lain yang perlu dipahami adalah HBOT bukan pengganti pola hidup sehat. Terapi ini tidak bisa menggantikan tidur yang cukup, asupan makanan bergizi, aktivitas fisik, atau perawatan medis utama yang sudah diberikan dokter.

Jadi, sebelum mengikuti tren terapi oksigen bertekanan tinggi, pastikan memahami cara kerjanya, manfaat yang memang sudah terbukti, serta risikonya. Kesehatan tetap menjadi prioritas, sehingga setiap terapi sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan dilakukan dengan pendampingan tenaga kesehatan yang tepat.