YOLO atau Frugal? Ini Dilema Gaya Hidup Anak Muda

Devita AdyaDiterbitkan 17 September 2026, 17:51 WIB

Fimela.com, Jakarta - Bagi banyak anak muda, mengatur keuangan kini tidak lagi sekadar soal menabung, tetapi juga menentukan gaya hidup. Di satu sisi, ada prinsip You Only Live Once (YOLO) yang mendorong seseorang menikmati pengalaman, bepergian, mencoba kuliner, atau membeli barang yang diinginkan. Di sisi lain, tren Frugal living mengajarkan pentingnya hidup hemat dan membelanjakan uang secara lebih terencana.

Dilansir dari penelitian Frugal Living is A New Alternative Gen Z Lifestyle, frugal living semakin banyak diterapkan Generasi Z sebagai strategi menghadapi tekanan ekonomi dan meningkatkan kesadaran finansial. Sementara sejumlah studi lain menunjukkan bahwa pola pikir YOLO dapat memengaruhi kebiasaan pengeluaran jika tidak diimbangi dengan literasi keuangan yang baik.

Media sosial ikut memperkuat kedua tren tersebut. Konten yang berisi tentang liburan, konser, atau gaya hidup mewah sering mendorong keinginan untuk menikmati hidup saat ini. Sementara itu, banyak kreator juga membagikan tips menabung, membuat anggaran, dan hidup sederhana. Akibatnya, anak muda sering berada di persimpangan antara menikmati momen atau menjaga kondisi keuangan jangka panjang.

 

2 dari 3 halaman

Menikmati Hidup Bukan Berarti Boros

Gaya hidup YOLO tidak selalu identik dengan perilaku konsumtif selama dijalani secara sadar dan terencana. (Foto/Dok: Pexels)

YOLO sering dipahami sebagai ajakan untuk menikmati hidup tanpa terlalu memikirkan masa depan. Padahal, makna sebenarnya bisa lebih luas. Banyak anak muda memaknai YOLO sebagai keberanian mencoba pengalaman baru, mengejar impian, atau menghargai waktu bersama orang terdekat.

Masalah muncul ketika prinsip tersebut berubah menjadi alasan untuk berbelanja impulsif atau mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kondisi keuangan. Kemudahan pembayaran digital, berbagai promo, serta tekanan sosial dari media sosial juga membuat keputusan membeli menjadi lebih cepat dan terkadang kurang dipertimbangkan.

Karena itu, menikmati hidup tidak harus selalu identik dengan pengeluaran besar. Seseorang tetap bisa menerapkan prinsip YOLO dengan menentukan prioritas, misalnya mengalokasikan dana khusus untuk hiburan, perjalanan, atau hobi tanpa mengganggu kebutuhan utama dan tabungan.

Pendekatan ini membantu anak muda tetap memiliki pengalaman berharga tanpa mengorbankan kestabilan finansial. Dengan mengatur keuangan secara bijak, seseorang tetap dapat menikmati masa muda sekaligus mempersiapkan masa depan. Pada akhirnya, menikmati hidup bukan tentang seberapa banyak uang yang dikeluarkan, melainkan tentang kemampuan memilih hal yang benar-benar memberikan makna dan kebahagiaan.

3 dari 3 halaman

Mencari Titik Tengah antara YOLO dan Frugal

Keseimbangan antara menikmati hidup dan mengelola keuangan menjadi kunci gaya hidup yang lebih sehat. (Foto/Dok: Pexels)

Banyak orang menganggap YOLO dan frugal living sebagai dua gaya hidup yang bertolak belakang. Padahal, keduanya dapat berjalan beriringan jika diterapkan secara seimbang. Hidup hemat bukan berarti harus menolak kesenangan, sementara menikmati hidup juga tidak harus dilakukan secara berlebihan.

Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah membuat anggaran sederhana. Misalnya, pendapatan dibagi untuk kebutuhan rutin, tabungan, investasi, dan dana hiburan. Dengan cara ini, seseorang tetap dapat menikmati pengalaman yang diinginkan tanpa merasa bersalah atau khawatir terhadap kondisi keuangan di masa depan.

Selain itu, penting untuk memahami tujuan finansial pribadi. Ada orang yang lebih nyaman mengutamakan tabungan dan keamanan masa depan, sementara yang lain lebih menghargai pengalaman, kebebasan, dan kesempatan untuk menikmati hidup. Tidak ada pilihan yang sepenuhnya benar atau salah selama keputusan tersebut disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi masing-masing.

Pada akhirnya, dilema antara YOLO dan frugal living bukan soal memilih salah satu secara mutlak. Point pentingnya adalah menemukan keseimbangan agar kehidupan saat ini tetap menyenangkan, sekaligus memberikan rasa aman dan stabilitas untuk masa depan.