Kenali Cara Eksfoliasi Tubuh yang Tepat untuk Kulit Lebih Sehat

Devita AdyaDiterbitkan 02 Oktober 2026, 14:43 WIB

Fimela.com, Jakarta - Eksfoliasi merupakan proses mengangkat sel kulit mati dari permukaan kulit. Perawatan ini dapat membantu membuat kulit terasa lebih halus, tetapi cara melakukannya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit.

Dilansir dari American Academy of Dermatology (AAD), terdapat dua metode utama eksfoliasi, yaitu mekanis dan kimiawi. Eksfoliasi mekanis menggunakan scrub, spons, sikat, atau alat lain untuk mengangkat sel kulit mati secara fisik. Sementara itu, eksfoliasi kimiawi menggunakan bahan seperti alpha hydroxy acids (AHA) dan beta hydroxy acids (BHA) untuk membantu melepaskan sel kulit mati.

Sebelum melakukan eksfoliasi tubuh, perhatikan terlebih dahulu kondisi kulit. Kulit kering atau sensitif dapat lebih mudah mengalami rasa perih dan kemerahan sehingga metode yang lembut lebih disarankan. Hindari melakukan eksfoliasi pada kulit yang sedang mengalami luka terbuka atau terbakar matahari.

Jika menggunakan scrub, aplikasikan dengan gerakan melingkar secara perlahan, bukan dengan tekanan kuat. Setelahnya, bilas menggunakan air dan segera gunakan pelembap. Semakin agresif metode eksfoliasi, semakin jarang penggunaannya. Eksfoliasi berlebihan justru dapat membuat kulit merah, kering, dan iritasi. Tujuan utamanya bukan membuat kulit terasa kesat, melainkan membantu menjaga permukaan kulit tetap nyaman dan terawat.

2 dari 3 halaman

Scrub atau Eksfoliasi Kimia, Mana yang Sesuai untuk Tubuh?

Setiap kulit memiliki kebutuhan yang berbeda. Mengenali kondisi kulit membantu menentukan metode eksfoliasi yang tepat sehingga perawatan tetap nyaman tanpa memberikan gesekan atau bahan aktif secara berlebihan. (Foto/Dok: Pexels)

Memilih produk eksfoliasi tubuh tidak cukup hanya berdasarkan klaim membuat kulit lebih halus. Jenis kulit dan kebutuhan setiap area tubuh perlu menjadi pertimbangan. Untuk kulit yang cenderung sensitif atau kering, gunakan metode yang lembut dan hindari scrub dengan butiran yang terasa terlalu kasar. Gesekan berlebihan dapat membuat kulit semakin kering dan tidak nyaman.

Scrub tubuh dapat digunakan untuk eksfoliasi mekanis. Saat mengaplikasikannya, basahi kulit terlebih dahulu, kemudian pijat produk secara perlahan dengan gerakan melingkar. Tidak perlu menekan atau menggosok berkali-kali pada area yang sama. Beberapa bagian tubuh seperti siku, lutut, dan tumit memang dapat terasa lebih kasar, tetapi bukan berarti harus digosok dengan kuat. Jika kulit terasa perih atau panas, segera hentikan penggunaan.

Selain scrub, tersedia produk eksfoliasi kimiawi dengan kandungan seperti AHA atau BHA. Pilihan ini dapat menjadi alternatif bagi orang yang tidak nyaman dengan gesekan fisik. Namun, produk berbahan aktif tetap perlu digunakan sesuai petunjuk dan tidak berlebihan.

Perhatikan juga produk perawatan lain yang digunakan dalam rutinitas. Jika kulit sedang mendapatkan bahan yang dapat meningkatkan sensitivitas, eksfoliasi tambahan mungkin membuat kulit lebih mudah mengalami iritasi. Oleh karena itu, rutinitas sederhana dan konsisten lebih baik daripada menggunakan terlalu banyak produk sekaligus.

3 dari 3 halaman

Jangan Lupakan Pelembap Setelah Eksfoliasi

Perawatan kulit tidak berhenti setelah sel kulit mati terangkat. Pelembap dan kebiasaan merawat kulit dengan lembut dapat membantu menjaga kelembapan serta mengurangi risiko kulit terasa kering dan iritasi. (Foto/Dok: Pexels)

Setelah melakukan eksfoliasi, perawatan berikutnya sama pentingnya untuk menjaga kulit tetap nyaman. Sel kulit mati memang telah diangkat, tetapi kulit tetap membutuhkan kelembapan agar tidak terasa kering dan menyebabkan iritasi. Gunakan pelembap setelah mandi dan eksfoliasi, terutama ketika kulit masih sedikit lembap. Cara ini membantu menjaga kelembapan sehingga kulit terasa lebih lembut.

Pilih pelembap sesuai kebutuhan kulit. Kulit yang kering dapat menggunakan produk dengan tekstur krim yang lebih kaya, sedangkan kulit yang tidak terlalu kering dapat memilih lotion dengan tekstur lebih ringan. Jika kulit mudah sensitif, pertimbangkan produk dengan formula sederhana dan minim pewangi untuk mengurangi kemungkinan rasa tidak nyaman.

Eksfoliasi juga tidak perlu dilakukan setiap hari. Frekuensinya bergantung pada metode yang digunakan dan respon kulit. Jika setelah eksfoliasi kulit terasa perih, panas, sangat kering, atau kemerahan, beri jeda dan hentikan sementara penggunaan produk tersebut. Jangan melakukan eksfoliasi pada area yang sedang mengalami luka, ruam, atau iritasi.

Perawatan tubuh yang baik bukan tentang mengangkat sel kulit mati sebanyak mungkin, melainkan menjaga keseimbangan kulit. Lakukan eksfoliasi secara lembut, gunakan pelembap secara rutin, dan perhatikan perubahan pada kulit. Jika iritasi terus berlangsung atau kondisi kulit mengkhawatirkan, konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan saran yang sesuai.