Resep Japanese Cheesecake, Kue Lembut dengan Tekstur yang Ringan

najwa maulidinaDiterbitkan 07 Oktober 2026, 08:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Japanese cheesecake menjadi salah satu jenis kue yang menarik perhatian berkat teksturnya yang berbeda dari cheesecake pada umumnya. Alih-alih terasa padat dan creamy, kue ini memiliki tekstur ringan seperti kapas dengan permukaan yang lembut. Saat baru matang, bagian tengahnya juga dapat terlihat sedikit bergoyang ketika loyang digerakkan.

Dilansir dari Just One Cookbook, Japanese cheesecake atau yang juga dikenal sebagai Japanese cotton cheesecake merupakan jenis soufflé cheesecake yang dibuat dengan mencampurkan putih telur yang sudah dikocok ke dalam adonan cream cheese. Teknik tersebut membantu menghasilkan tekstur yang lebih ringan dan empuk. Kue ini juga dipanggang menggunakan metode water bath agar panas di dalam oven lebih merata.

Sebelum mulai membuat adonan, pastikan semua bahan sudah disiapkan. Pisahkan putih dan kuning telur dengan hati-hati agar tidak tercampur. Putih telur nantinya akan dikocok hingga membentuk firm peaks untuk membantu memberikan tekstur mengembang pada kue.

Untuk membuat Japanese cheesecake di rumah, berikut bahan dan langkah yang perlu disiapkan:

  • siapkan 300 gram cream cheese
  • 200 ml whipping cream atau susu cair
  • 6 butir telur
  • 4 sendok makan mentega tawar
  • 4½ sendok makan gula untuk adonan keju
  • ½ cangkir gula untuk putih telur
  • ⅔ cangkir cake flour
  • serta perasan dan parutan kulit dari ½ buah lemon

Kunci lainnya adalah menggunakan bahan dalam takaran yang tepat. Dengan persiapan yang rapi, proses membuat Japanese cheesecake akan terasa lebih mudah dan menyenangkan.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Cara Membuat Japanese Cheesecake agar Mengembang Sempurna

Rahasia Japanese cheesecake yang mengembang terletak pada adonan putih telur dan proses mencampurnya.(Foto/Dok: Pexels)

Langkah pertama adalah membuat adonan dasar:

  • Campurkan cream cheese
  • Mentega
  • Whipping cream
  • Gula
  • Kemudian panaskan dengan metode double boiler sambil diaduk hingga teksturnya halus.
  • Setelah itu, angkat dan masukkan kuning telur satu per satu sambil terus diaduk.
  • Tambahkan cake flour yang sudah diayak agar tidak menggumpal.
  • Aduk hingga tercampur rata, kemudian masukkan parutan kulit dan perasan lemon untuk memberikan sedikit rasa segar pada adonan.

Selanjutnya, untuk membuat meringue: 

  • Kocok putih telur yang masih dingin menggunakan wadah yang bersih dan kering.
  • Masukkan gula secara bertahap sambil terus dikocok hingga putih telur membentuk puncak yang kokoh.
  • Bagian ini perlu diperhatikan karena putih telur yang tidak cukup mengembang dapat membuat tekstur kue kurang ringan.

Setelah meringue siap, campurkan dengan adonan cream cheese:

  • Masukkan meringue ke dalam adonan cream cheese secara bertahap.
  • Aduk perlahan agar udara yang sudah terbentuk di dalam putih telur tidak banyak hilang.
  • Hindari mengaduk terlalu lama karena dapat membuat adonan menjadi lebih berat.
  • Setelah semua tercampur, tuang adonan ke dalam loyang yang sudah dilapisi kertas roti.
  • Ketuk perlahan bagian bawah loyang untuk membantu mengeluarkan gelembung udara yang besar.

Japanese cheesecake kemudian dipanggang menggunakan water bath, yaitu meletakkan loyang kue di dalam wadah berisi air panas. Cara ini membantu menciptakan panas dan kelembapan yang lebih stabil selama proses pemanggangan. Gunakan suhu oven yang sesuai dan hindari terlalu sering membuka pintu oven. Perubahan suhu yang tiba-tiba dapat membuat permukaan kue retak atau membuat kue mengempis setelah mengembang.

3 dari 3 halaman

Japanese Cheesecake Siap Disajikan, Lembut dan Ringan untuk Teman Santai

Japanese cheesecake membutuhkan proses pendinginan yang cukup agar teksturnya tetap lembut dan tidak mudah runtuh. (Foto/Dok: Pexels)

Setelah matang, jangan langsung mengeluarkan Japanese cheesecake dari oven. Matikan oven dan biarkan pintunya sedikit terbuka selama beberapa saat. Proses pendinginan secara perlahan membantu mengurangi risiko kue langsung mengempis karena perubahan suhu yang terlalu drastis. Setelah dikeluarkan dari loyang, biarkan kue mencapai suhu ruang. Japanese cheesecake kemudian dapat disimpan di dalam lemari es selama beberapa jam atau semalaman. Proses ini membuat teksturnya menjadi lebih stabil sekaligus memberikan sensasi lembut dan creamy ketika disantap.

Sebelum disajikan, keluarkan kue dari lemari es sekitar 10–15 menit agar teksturnya sedikit lebih lembut. Potong menggunakan pisau yang tajam agar hasil potongan terlihat lebih rapi. Jika ingin mendapatkan potongan yang bersih, pisau dapat dicelupkan sebentar ke dalam air hangat lalu dikeringkan sebelum digunakan. Untuk penyajian, Japanese cheesecake sebenarnya sudah nikmat disantap begitu saja. Namun, kue ini juga dapat diberi sedikit gula halus di bagian atasnya. Jika ingin rasa yang berbeda, tambahkan buah segar, whipped cream, atau selai sesuai selera.

Tekstur yang ringan membuat kue ini cocok menjadi teman minum teh atau kopi di sore hari. Dibandingkan cheesecake yang cenderung padat, Japanese cheesecake menawarkan pengalaman berbeda dengan tekstur yang lebih airy dan empuk. Membuatnya memang membutuhkan sedikit ketelitian, terutama saat mengocok putih telur dan menjaga suhu oven. Namun, setelah mengetahui langkah-langkahnya, kue asal Jepang ini bisa menjadi pilihan menarik untuk dicoba di rumah.