INACRAFT October Vol. 5 2026 Hadir 7–11 Oktober di JICC

Ayu SrikhandiDiterbitkan 08 Oktober 2026, 12:48 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) kembali menghadirkan sister event yang dinanti. INACRAFT October Vol. 5 2026 akan berlangsung pada 7–11 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), menegaskan posisinya sebagai pameran kerajinan terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara.

Edisi kelima tahun ini mengusung tema "Techno Craft". Agenda ini diprakarsai Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bersama Mediatama Event, melanjutkan tradisi kolaborasi untuk mengangkat kriya Indonesia ke pasar yang lebih luas.

Sejalan dengan visi besar "From Smart Village to Global Market" serta komitmen ASEPHI dalam mendorong regenerasi industri, konsep Youthpreneurs kembali dihadirkan. Kehadiran Youthpreneurs diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda memperkenalkan kreativitas dan inovasi, sekaligus berperan aktif menjaga keberlanjutan industri kriya.

2 dari 5 halaman

Techno Craft: Sinergi Warisan Kriya dengan Inovasi

Tema "Techno Craft" menawarkan gagasan pertemuan antara kekayaan tradisi kerajinan Indonesia dan kemajuan teknologi. Fokusnya adalah mendorong karya yang tetap berakar pada identitas budaya sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dalam pendekatan ini, teknologi tidak menggantikan keterampilan tangan dan kearifan lokal, melainkan dipakai sebagai sarana untuk memperkuat nilai, kualitas, fungsi, serta daya tarik produk. Prinsip tersebut menempatkan peran artisan dan tradisi sebagai fondasi utama yang dibantu perangkat teknologi.

Harapannya, perpaduan kearifan lokal, keterampilan artisan, desain, dan teknologi melahirkan karya yang relevan dengan kebutuhan masa kini dan mampu bersaing di pasar global tanpa kehilangan karakter budayanya.

3 dari 5 halaman

Peta Sembilan Zona dan Rangkaian Program

Untuk memudahkan pengalaman pengunjung, ASEPHI mengkurasi peserta dengan membagi area pamer ke dalam sembilan zona berdasarkan jenis produk. Zona tersebut mencakup Main Lobby, Cendrawasih Hall & Promenade, Assembly Hall, Hall A & Lobby Hall A, Hall B & Lobby Hall B, serta area Talam INACRAFT di Mezzanine dan Hall B.

Sejumlah program pendukung turut meramaikan pameran melalui Insight Program INACRAFT. Pengunjung dapat mengikuti Craft Talks & Workshop, menikmati Cultural Performance, beraktivitas di Digital Lounge, hingga menjelajahi Craft Experience Spot yang dirancang untuk memperkaya wawasan seputar dunia kriya.

ASEPHI juga menggelar ASEAN Business Forum bertema "Scaling Up ASEAN Gifts & Crafts: Sustainability and Market Access" dengan menghadirkan panelis dari berbagai kementerian dan lembaga. Selain itu, tersedia B2B Networking bersama 30 youthpreneurs terkurasi untuk mempertemukan pelaku usaha dan potential buyers.

Rangkaian acara dilengkapi ASEPHI Go Green Activity bersama Waste Hub Management, INACRAFT Appreciation Night, dan doorprize. Ada pula kolaborasi dengan Kementerian PPPA untuk permainan tradisional anak, serta sosialisasi perlindungan merek dan Indikasi Geografis bersama DJKI Kementerian Hukum.

4 dari 5 halaman

Detail Peserta, Target Kunjungan, dan Dukungan Sponsor

Pameran tahun ini menghadirkan total 829 stan yang tersebar di lima hall JICC. Komposisinya meliputi 713 peserta individu/anggota ASEPHI, 85 stan dinas, 15 stan kementerian/BUMN, serta peserta luar negeri di area Main Lobby. Selain itu terdapat 18 island yang diisi BUMN dan lainnya, 69 peserta individu non-anggota, dan 59 peserta Talam.

Dengan memperhitungkan dinamika ekonomi nasional dan global, panitia menargetkan 80.000 pengunjung dan 120 potential buyers internasional. Sasaran transaksi meliputi retail sebesar Rp100 miliar serta kontrak dagang hingga USD2,7 juta. Para buyer diharapkan melirik tidak hanya produk eksportir anggota ASEPHI, tetapi juga karya 19 youthpreneurs yang berpartisipasi. ASEPHI juga mengagendakan penandatanganan MOU dengan BRIN, GNIK, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Tegal, dan Universitas Indonesia.

Memasuki usia ke-28, Bank Mandiri hadir sebagai sponsor utama untuk mendorong pertumbuhan UMKM dan industri kreatif di era digital. Melalui Livin' Merchant, pelaku usaha dapat menerima pembayaran, mencatat penjualan, memantau stok, dan mengelola hasil penjualan. Peserta juga bisa mengajukan Kredit Usaha Rakyat, Kredit Usaha Mikro, dan Kredit SME dengan limit hingga Rp50 miliar.

"Semangat 'Tumbuh Bersama Majukan Indonesia' kami wujudkan melalui kemudahan transaksi dan akses pembiayaan yang membantu perajin serta wirausaha muda mengembangkan usaha," ujar Regional CEO Bank Mandiri Wilayah IV/Jakarta 2 Nila Mayta.

Pameran ini turut didukung TikTok Shop by Tokopedia, Pegadaian, Bukit Asam, BPDP, Filosofi Kopi, serta Pos Indonesia sebagai Official Logistic Partner. Alibaba.com hadir sebagai mitra channel ekspor, sementara INACRAFT WAYFINDER menjadi platform digital navigasi area pameran bersama GoDigi.

5 dari 5 halaman

Operasional Pameran dan Tiket Masuk

INACRAFT October Vol. 5 2026 dibuka untuk umum pukul 10.00–21.00 WIB dengan tiket masuk Rp35 ribu. Pengunjung dapat merencanakan kunjungan sesuai jam operasional tersebut.

Untuk kemudahan, tersedia pre-registration melalui situs inacraft.co.id. Tiket juga bisa dibeli langsung di ticket box di lokasi acara.

Pengunjung yang membuka Tabungan NOW atau Mandiri Kartu Kredit berkesempatan mendapatkan tiket masuk sebagai reward dari Bank Mandiri.

Informasi dan agenda lengkap tersedia di www.inacraft.co.id. Pembaruan kegiatan juga dapat diikuti melalui akun media sosial @weareinacraft di Facebook, Instagram, dan TikTok, serta kanal YouTube We Are INACRAFT.