Dari Runway ke Meja Afternoon Tea, The St Regis Jakarta Sajikan Menu Spesial yang Fashionable

Adinda Tri WardhaniDiterbitkan 14 Oktober 2026, 23:40 WIB

Fimela.com, Jakarta - Bagaimana jika kemewahan dunia fashion tidak hanya bisa dinikmati melalui busana, tetapi juga lewat sajian yang memanjakan lidah? Pengalaman inilah yang ditawarkan The St. Regis Jakarta melalui sebuah konsep afternoon tea istimewa yang memadukan keanggunan fashion dengan kreativitas seni pastry. Hadir sepanjang Oktober 2026, pengalaman ini mengajak para pencinta kuliner dan fashion menikmati interpretasi baru dari ritual afternoon tea yang identik dengan kemewahan dan elegansi.

Terinspirasi dari siluet busana, aksesori ikonis, hingga detail yang menghiasi fashion runway, koleksi pastry ini menghadirkan pendekatan berbeda terhadap pengalaman bersantap. Setiap sajian dirancang menyerupai karya seni yang tidak hanya memikat secara visual, tetapi juga menawarkan perpaduan rasa yang menggugah selera.

Di balik kreasi tersebut, Executive Pastry Chef Kevin Lee menghadirkan kepiawaian dalam mengolah bahan, bentuk, dan tekstur menjadi sajian yang artistik. Layaknya sebuah rumah mode yang mencurahkan perhatian pada potongan, material, dan detail busana, setiap pastry dibuat dengan ketelitian tinggi untuk menghadirkan harmoni antara estetika dan cita rasa.

Konsep ini sekaligus memperlihatkan bagaimana fashion dan gastronomi memiliki kesamaan dalam proses kreatifnya. Keduanya membutuhkan imajinasi, keterampilan, serta perhatian terhadap detail untuk menghasilkan karya yang meninggalkan kesan mendalam. Melalui The House of Astor Afternoon Tea, The St. Regis Jakarta membawa semangat fashion runway ke dalam suasana afternoon tea yang elegan.

2 dari 3 halaman

Ketika Fashion Bertemu Seni Pastry

Daya tarik utama afternoon tea spesial ini terletak pada deretan pastry yang mengadaptasi elemen ikonis dunia fashion menjadi kreasi yang menggugah. / Foto dok: The St. Regis Jakarta.

Daya tarik utama The House of Astor Afternoon Tea terletak pada deretan pastry yang mengadaptasi elemen ikonis dunia fashion menjadi kreasi yang menggugah rasa ingin tahu. Salah satunya adalah Pistachio Financier with Orange Blossom yang dibentuk menyerupai tas tangan berwarna emerald. Siluetnya yang elegan memberikan sentuhan sophisticated, sementara perpaduan pistachio dan aroma orange blossom menawarkan karakter rasa yang istimewa.

Kreasi lainnya adalah Mango and Coconut Cheesecake yang terinspirasi dari gerakan rok berpotongan a-line dengan siluet terbalik. Perpaduan mangga dan kelapa menghadirkan interpretasi tropis dalam sajian yang tampil artistik. Bentuknya memperlihatkan bagaimana inspirasi dari dunia mode dapat diterjemahkan menjadi pengalaman kuliner yang tidak biasa.

Bagi pencinta detail fashion yang playful, Red Velvet Bar with Vanilla Cream tampil menyerupai lipstik. Kreasi ini menjadi representasi aksesori kecantikan yang ikonis, dikemas dalam bentuk dessert yang unik dan menarik perhatian. Sementara itu, Strawberry Marmalade and Lychee Mousse Delight mengambil inspirasi dari siluet sepatu hak tinggi, menghadirkan tampilan feminin yang anggun.

Setiap kreasi memiliki karakter visual tersendiri, menjadikan keseluruhan koleksi ini lebih dari sekadar hidangan penutup. Pengalaman menikmati afternoon tea pun terasa seperti menjelajahi sebuah koleksi fashion, ketika setiap sajian memiliki cerita, inspirasi, dan identitasnya masing-masing.

Menurut Kevin Lee, fashion dan pastry memiliki kesamaan dalam kreativitas, craftsmanship, serta perhatian terhadap detail. Melalui koleksi ini, ia ingin menghadirkan dessert yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga lezat dinikmati. Sebuah pendekatan yang menjadikan setiap gigitan sebagai bagian dari pengalaman multisensori.

3 dari 3 halaman

Perayaan Gaya dan Kreativitas di The St. Regis Jakarta

Kemewahan sesi afternoon tea ini semakin terasa melalui kolaborasi dengan desainer Indonesia, Sebastian Gunawan. / Foto dok: Fimela.com.

Kemewahan sesi afternoon tea ini semakin terasa melalui kolaborasi dengan desainer Indonesia, Sebastian Gunawan. Dalam peluncuran koleksi ini, The St. Regis Jakarta menghadirkan trunk show eksklusif yang menampilkan pilihan busana elegan dan mengubah The Drawing Room menjadi panggung runway yang sophisticated.

Acara ini turut melibatkan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf), dengan anggota Abang None Jakarta yang tampil di runway. Menghadirkan interpretasi gaya dan narasi fashion ke dalam perayaan yang memadukan kreativitas Indonesia dengan kemewahan hospitality.

Kolaborasi tersebut memperkuat karakter acara sebagai pertemuan antara dunia fashion, kuliner, dan kreativitas. Tidak hanya merayakan keindahan desain, pengalaman ini juga memberikan ruang bagi talenta kreatif Indonesia untuk tampil dalam sebuah panggung yang elegan.

Berlokasi di The Drawing Room, The St. Regis Jakarta, The House of Astor Afternoon Tea menawarkan kesempatan untuk menikmati ritual afternoon tea dengan perspektif yang lebih artistik. Keseluruhan rangkaian menjadikan pengalaman ini relevan bagi mereka yang menghargai estetika dan cita rasa dalam satu kesempatan.

Hadir sepanjang Oktober 2026, The House of Astor Afternoon Tea menjadi pilihan bagi pencinta fashion dan luxury lifestyle yang ingin menikmati momen berbeda di tengah kesibukan Jakarta. Dari pastry berbentuk aksesori ikonis hingga kolaborasi couture yang merayakan kreativitas, setiap elemen dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang berkesan.

Sebab, kemewahan tidak selalu hadir dalam bentuk busana yang dikenakan atau aksesori yang melengkapi penampilan. Terkadang, kemewahan juga dapat ditemukan dalam sebuah momen sederhana: menikmati afternoon tea, mengagumi detail sebuah karya, dan merayakan keindahan melalui setiap rasa.